Queen Devill

Queen Devill
Satu kelas sama sahabat



★★


"Ah ntar aja tanya-tanyanya ok. Sebelumnya kenalin nama ibu Sintia Amalia dipanggil bu Tia,ibu guru matematika dan wali kelas kamu silahkan kamu duduk dengan Della, Della angkat tanganmu," ucap bu Tia.


Setelah bu Tia ngomong, gua duduk dengan siapa gua langsung duduk karna gua tau Della itu siapa tanpa guru tunjukin karna apa orang Della sahabat gua masa gua lupa ya kagak lah haha.


"Baiklah, kita lanjutkan pelajaran nya," ucap bu Tia.


Kringgggg......


Akhirnya selesai juga.


"Na kantin yog," ajak Della.


"Bentar gua beresin buku dan alat tulis gua dulu, ayoglah," ucap gua sambil berdiri


Saat dijalan atau tepatnya dikoridor sekolah, semua dari laki-laki atau perempuan berdecak kagum karna kecantikan Viana apalagi dia berjalan dengan Most Eanted Girl siapa lagi kalo bukan Della cs dan sekarang jadi Viana cs. Eitss tapi Riana lagi misi yaa, jadi cuman mereka bertiga doang.


"Eh kita mau duduk dimana penuh nih meja," ucap Della Sambil tengak tengok nyari meja kosong.


"Noh dipojok ada meja kosong yuklah situ aja," ucap sidingin siapa lagi kalo bukan Vivi tapi dinginan gua ya. Sambil berjalan menuju meja yang ditunjuk Vivi dan langsung duduk


"Ok gaes kalian mau pesan apa karna si Della yang cantik ini lagi baik hati?" ujar Della sambil berdiri.


"Gua pesen jus Alpukat dan mie ayam." ucap gua.


"Udah,samain aja." ucap sahabat gua.


"Gua minumnya..." ucap Lala yang kepotong karna Della tiba-tiba narik Lala.


"Lo. Ikut gua. Masak gua bawa sendiri," ucap Della.


Tiba-tiba kantin brisik siapa lagi kalo bukan karna Most Wanted Boy. Lebay banget gila kaya gak pernah lihat yang bening-bening aja.


"Pesanan Nona datang " ucap Della seraya membungkuk kek pelayan di resto.


"Haha lo cocok gilak jadi pelayan," ucap Vivi. Gua cuman ketawa ngakak sama yang lainnya yang bikin kita jadi dilihatin.


"Sae lu." balasnya dengan cuek.


"Woeyy!" teriak seseorang yang bikin kita kaget dan kek kenal..


"***** lo." ucap Della


"Bangs*t." ucap gua


"Hahaha komuk. Kalian lucu ****." ucapnya dengan tertawa.Eh ternyata Riana sahabat gua udah balik.


"Eh,elo. Ri," ucap kita bertiga.


"Hah elo udah balik kapan?  Kok kagak bilang-bilang sih." teriak si Della karna dia yang paling care dan sifatnya 11 12 lah.


"Hoho kangen gua ya lo, tadi pagi dan langsung sekolah karna gua tau si Queen bakal sekolah kesini," ucapnya sambil makan mie ayam milik Della.


"Oh gitu. Gimana berhasil? lo gak luka kan," ucap gua yang dianggukin yang lain.


"Kagak kok, tapi sempat sih gagal tapi.....sukur udah diperbaiki." ucapnya yang sempat digantung yang bikin kita semua tegang.


Selesai makan mereka bercanda bergurau dan kangen-kangenan,terutama sifat dingin yang ada di Vivi dan gua bakal hilang kecuali sama orang baru.


Drdrdrdrdt... (suara hp ya)


"Woy! Hp sapa dah yang getar perasaan dari tadi, sapa tau ada yang penting eh " kata si Della.


"Noh punya si Queen, malah didiemin aja," ucap Vivi.


Seketika yang dari tadi gua melamun langsung tersentak karna pundak gua ditepuk kenceng banget ama si Lala. "Dasar sepupu lucknut."umpat gua. Yang gua tanggapin dengan alis yang keangkat sebelah yang artinya "Apa" serentak mereka langsung nunjuk hp gua, ternyata oh ternyata, hp gua bergetar dari tadi.


"Sekolah." jawab gua


"Dari Dark Devil boss. Ok boss," katanya yang langsung gua tutup yang jadi kebiasaan gua yang suka nutup telvon tanpa jawab lagi.


"Kenapa Na? ada masalah kah?" tanya si Vivi, yang gak biasahnya langsung kepo yang di anggukin oleh semuanya.


"Iya. Ada yang ngajak kita tawuran dan ada misi buat gua dan lo Vi." Jawab gua sambil minum jus alpukat gua dan mikirin tuh misi apa lagi yang akan gua selesain, udah pusing capek mana hidup banyak beban dan banyak yang nyari gua lagi duh. pusing pala b4bi.


"Woy! melamun aja lo, yang nantangin sapa? Ditanya sama della malah diem aja kesambet apa lo?" cerocos Riana yang di tanya malah mengendihkan bahu dan karna ditatap dengan tatapan tajam mau tak mau harus gua jawab.


"Oke-oke. Yang nantangin Dark Devil." jawab gua dengan santai kek dipantai.


" Wah-wah, apa lagi yang mereka mau gak kapok juga mereka selalu kalah sama kita" jawabnya. Viana menyeringai mendengar jawaban dari si Lala.


"Karna, mereka ingin mengetahui siapa kita dengan begitu mereka bisa menghancurkan kita," jawab gua.


"Betul tuh." kata Della. Yang dianggukin semuanya kecuali Ana.


btw kalo kata2 nya kurang atau masih typo harap maklum ya . penullis amatir soallnya 😄