
**Cinta!? Menurut gua,
Dari mata turun kehati.
Bukan dari mata tetap dipikiran.
Itu beda lagi,itu hanya sebatas mengagumi.
Bukan mencintai.
Queen**.
Bel istirahat telah tiba,
"Hay Nis, mau ikut kita ke kantin gak?"tanya Della. Yang ditanya langsung nengok ke gue dan gue anggukin.
Selama dikoridor, banyak siswa-siswi yang penasaran dengan siswi baru yang disamping Della dan seperti yang kalian tebak. Dia Aniss dengan Della dan Putri yang disamping kiri kanannya, sedangkan Lala dan Vivi disamping kiri kanannya Queen berjalan mendahului Anis,Della dan Putri. Gak paham? Pahamin sendiri ok.
"Oi, samaiin ya?"tanya Lala dan dianggukin semuanya, sedangkan Lala langsung narik Della. Setelah Della dan Lala pergi,
"Oh iya, kita belum kenalan kan?"tanya Putri.
"Ntar aja."ujar Vivi.
"Maksud lo?"tanya Putri.
"Maksud dia, ntar nunggu yang lain,"ujar Anis.
"Kok lo, bisa paham dengan maksud si dingin sih? Jangan-jangan lo mainnya sama orang kutub ya?"tanya selidiknya, yang malah bikin Queen batuk dan menjatuhkan hapenya karna kaget.
"Kenapa lo?"tanya Vivi.
"Iya. Kenapa lo? Setelah denger gue ngomong orang kutub lo langsung kaget,"tanya Putri.
"Gak apa-apa,"ujar gue.
Hening.
"Hallo gaes, lagi ngobrol apaan? Gue datang kok pada diam-diam aja, kenapa woy?"tanya Della dengan naruh pesanan mereka yang dibantu Lala.
"Iya, kenapa sih?"tanyanya kepo.
"Gak apa-apa,"ujar Putri.
"Eh iya, kita belum kenalan, nama gue Della."ujar Della.
"Dan gue,Putri,"ujar Putri.
"Gue, Vivi."ujar Vivi.
"Gue, Lala. Paling unyu disini,"ujar Lala dengan tingkat kepercayaannya yang tinggi.
"Gua Anis, salam kenal semuanya."ujar Anis.
Sedangkan gue diam dan menyimak perkenalan itu.
"Lahhh, lo gak tanya yang onoh Nis?"tanya Della yang dianggukin lainnya kecuali Della dan Queen.
"Gak..."ujarnya terpotong dan melihat gue yang gue anggukin.
"Gue tinggal di Mansion Viana,"lanjutnya.
"Eh sorry-sorry,"ucap Lala dan mereka pun melanjutkan kegiatan mereka.
"Bisa. Gue nolong dia, waktu gue nyari mangsa."ujar gue.
"Ohhhh,"ujar sobat gue yang gue bales mutar bola mata gue.
Setelahnya kita ngobrol seperti sudah kenal lama, padahal baru kenal.
Sedangkan ditempat Most Wanted Boy juga lagi membicarakan murid baru. Ucapan Bian terpotong setelah melihat Prince Ice si Alfi tanpa berkedip melihat anak baru, siapa lagi kalo bukan Anis.
"Woy! Pandang aja terus, cakep ya?"tanya Bian,secara reflek Alfi ngangguk.
"CIEEE, ALFI JATUH CINTA. PRINCE ICE AHS JATUH CINTA HAHAHA."ujar mereka bebarengan dan tertawa terbahak-bahak kecuali Alfi yang melihat mereka bingung,sedangkan mereka menjadi pusat perhatian semuanya. Terutama Anis, yang bikin salah tingkah Alfi.
"Apa iya? Gue, hanya mengagumi seorang Queen? Setelah melihat Anis, gue jadi kepikiran dia. Gue sebenarnya suka sama siapa?"ujar Alfi dalam hati. Tanpa memperdulikan sobat-sobatnya yang masih ledekin dirinya.
"Lo suka ya, sama si Anis?"tanya Yodan.
"Iya."secara reflek Alfi jawab iya.
Ternyata menyulut emosi kedua kakak beradik itu. Gimana kaga emosi, katanya dia suka sama adik kita, tiba-tiba suka sama yang lain.
"Sebenarnya, lo suka sama siapa Al?"tanya Dion.
"Gue... Gue gak tau Yon, gue gak tau suka sama siapa?"ujar Alfi.
"****! Lo **** tau gak? Lo gak bisa bedain, mana yang lo suka dan mana yang mo cuman kagumin."ujar Ano dengan emosi.
"Gue gak tau. Apa yang gue rasa No. Gue suka sama Queen, tapi, gue juga tertarik sama Anis,"ujar Alfi dengan pelan diakhir kalimat.
"Lo ****!"ujar Dion.
"Udah bang, kita pergi dari sini. Intropeksi diri lo, pilih salah satu. Jangan sampai lo menyesal dikemudian hari ataupun nyakitin Queen kita."ujar Ano dan membawa Dion pergi bersamanya.
"Benar yang diucap Ano Al, lo harus bisa bedakan mana yang lo suka dan lo kagumi. Kita gak mau, lo salah pilih dan menyesal."ujar Yodan yang dianggukin Bian dan mereka pun meninggalkan Alfi sendirian karna bel masuk juga sudah berbunyi dari tadi waktu Dion marah.
Meski Yodan sama Bian, playboy. Buaya Darat, mereka ahli tentang cinta. Namanya juga udah jadi predikat begitu, ya tahu mana yang benar-benar Alfi suka. Cuman mereka diam, melihat dan mengawasi. Bagaimana Alfi bisa memilih yang terbaik dari yang terbaik.
Bel pulang berbunyi,seperti tadi pagi. Pulang sekolah, Queen dan Bam sang Mantan kekasih jalan bareng. Wow, seperti kekasih yang romantis ya.
"Kita mau kemana?"tanya gue.
"Suatu tempat dong,"ujarnya dengan penuh misteri.
"Dih, gak usah sok misteri deh, gak cocok."ujar gue ketus.
"Ckckck, iya deh, kita mau ke taman waktu kita masih menjadi KITA."ujarnya.
"Lahhh, itu. Gue like tuh, ayoklah."ujar gue mendahuluinya dengan senyum lebar dan diikutin dengan Bam yang langsung merangkul Queen. Tanpa sengaja, ada seorang melihat itu dan mengepalkan tangannya. Seakan-akan dia cemburu, tapi buat apa? Dia tidak menyukai Queen. Tapi kenapa? Saat melihat mereka, gue rasanya panas dan rasanya emosi gue tercampur menjadi satu, meronta-ronta ingin keluar.
Sampai di parkiran, Queen dan Bam langsung menuju taman. Meskipun, Queen tahu. Ada yang melihat kebersamaannya dengan Bam, dia masih mode bodo amat, karna itu dia tidak merasakan Aura Cemburu.
Setelah berjalan lumayan jauh, akhirnya sampai juga ditaman.
"Wuahhh, gue kangen taman ini,"ujar gue dengan lari kecil.
"Gue juga kangen, waktu kita main kejar-kejaran dan melihat bintang bersama Queen,"ujar Bam pelan tapi karna Queen mode senang jadi dia tidak mempedulikan sekitarnya, tapi jangan salah. Meskipu begitu, kalo masalah Musuh, dia langsung Mode Aktif.
HAPPY READING GAESI. INI UDAH END YA, DAN TERSEDIA DALAM BENTUK E-BOOK DI GOOGLE PLAY STORE