Queen Devill

Queen Devill
Siapa Penghianat?



*Hanya Orang ****


Yang tidak tau


Apa itu kebenaran!


"Queen**


Setelah obralan kita selesai. Semua sobat-sobat gue maupun abang gue pulang kerumah masing-masing.


Beda lagi dengan keadaan "Dia" yang langsung dikasih omongan sama orang tuanya.


"Kapan Lo akan membunuh dia?"tanya ibunya.


"Aku, gak bisa. Dia sahabat aku mom,"ujarnya.


"Bodoh! Anak sialan! Lo bunuh dia, apa orang yang lo sayangi gue bunuh!"teriaknya yang bikin anaknya menangis.


Mungkin diluar dia terlihat beda saat dirumah. Tapi sesungguhnya, semua orang mempunyai topeng. Gak ada yang hidup Real tanpa beban. Gak ada, kalo ada coba tunjukan siapa orangnya?


"Baik mom, aku akan melakukannya."


Beda dengan orang itu. Beda lagi dengan Queen.


Dia dengan santainya, menikmati adegan itu dengan makan kripik singkong dan minum jus stroberry. Nikmat mana yang kau dustakan coba.


"Gue gak akan biarin lo menghancurkan kehidupan gue. Tunggu saja sayang,"ujar Queen dengan seringaiannya.


"Oi! Queen, ngapain lo?"tanya bang Ano yang tiba-tiba nongol di kamar gue. Untung saja, laptop gue udah gue tutup. Jadi, dia gak tau, apa yang akan terjadi dikemudian hari.


"Gak apa-apa bang, abang gak tidur?"tanya balik Queen.


"Iya, ini juga mau tidur. Kamu tidur ya sayang,"ujar bang Ano, nyium gue dan langsung kembali ke kamarnya.


Kapan semua berakhir rembulan malam, mending gue tidur ajalah.


Paginya, gue bangun dengan muka yang lebih fress dan segar. Biasah baru mandi.


"Pagi all,"ujar gue.


"Pagi Queen,"balas mereka serempak.


"Sayang, kemarin kemana?"tanya mom.


"Ketiduran di tempat Dua L mom."ujar gue. Lebih benarnya, gue tepar dan tidur di Mansion kita.


"Oh, besok-besok ngabarin ya Queen,"ujar mom.


"Siap mom."


Selesai makan. Gue, abang gue go school buat nuntut ilmu. Padahal enggak. Sampai sana juga bolos.


Sampai disekolah.


"Woy! Queen!"teriak seorang anak murid.


"Baru ya bang?"tanya gue ke bang Ion dan bang Ano.


"Gak tau,"ujar mereka bareng.


Sesampainya tuh murid, tak tahunya, itu Bambam. Mantan gue.


"Queen, kemana aja. Baru kelihatan?"tanya Bam.


"Siapa ya?"tanya balik gue.


Sedangkan abang-abang gue mulai cekikikan.


"Etdahh. Lo kagak kenal gue Queen? Teganya kau,"jawabnya dengan dramatis yang bikin gue pengen muntah.


"Gak usah lebay lo!"ujar gue.


"Asiapp Queen,"ujarnya dengan cengengesan.


"Ntar main yok,"ajaknya.


"Sama siapa?"tanya bang Ano.


"Boleh,"ujar bang Dion.


"Gak ada ye, yang ngajak kalian berdua. Gue ngajak My Queen gue," ujar Bam.


"Gak boleh!"ujar mereka tegas.


"Mau kemana?"tanya gue.


"Queen,,"ucap bang Ano.


"Please bang, gue juga butuh refreshing. Lo tau kan? Gue pusing dari kemarin. Banyak masalah yang datang ke gue. Kalo bisa,langsung gue bunuh orang itu."ujar gue di akhiri dengan batin gue. Masa iya gue ngucap begitu, yang ada mereka kejang-kejang.


"Baiklah,"ujarnya.


"Abang ke kelas dulu ya, belajar yang bener Twins,"ujar bang Ion.


Kita melanjutkan perjalanan kita, sampai di kelas. Ternyata semua anak sudah ada di kelas, waktu kita masuk langsung,


"Selamat kembali Queen!'teriak mereka semua.


"Thanks gaes, btw, selamat kembali buat apaan?"tanya gue.


"Yaa, karna lo udah kembali dan baikan."ujar salah satu cewek di kelas gue.


"Kita kangen lo Queen,"ujar Lala dengan lari dan mau meluk gue, tapi sayang,malah meluk si Bam dan tertawalah semua anak kelas.


"Lo apa-apaan sih. Gue kan mau meluk sepupu gue,"ujarnya dengan melepas pelukan Bam.


"Anget La, lagi ya,"ujarnya.


"Gak ada ya, lagi-lagi."ujar Lala ketus.


"Etdah. Padahal mau juga tapi gengsi."ucap Bam.


"Udahh. Gas aja Bam, sebelum si Bian maju."ujar Yodan.


"Woy! Kok bawa-bawa gue sih."ucap ketusnya.


"Ngaku lo! Lo suka kan, sama si Lala?"tanya Yodan.


"Kagak woy!"jawabnya ngegas.


"Udah-udah, si Lala buat gue aja ok."ujar Bam.


"Ogah gue ma lo,amit-amit."ujar Lala.


"YANG ADA AMIN-AMIN!"ujar sekelas kompak dan tertawa lah mereka semua dengan omongan mereka sendiri.


"Woy! Ada guru, diem semuanya."ujar ketua kelas.


Tok.tok.


"Assalamualaikum anak-anak,"ucap bu Tia.


"Waalaikum salam ibu-ibu,"jawab sekelas dan tertawa terbahal-bahak.


"Ok-ok, tenang semuanya. Ibu bawakan teman buat kalian, masuk nis,"ujar Bu Tia.


Setelah anak baru masuk, semua anak sekelas langsung,


"*Cantik oi."


"Iya cantik, tapi lebih cantikan Queen,"


"Iya benar, meskipun Queen gak senyum tapi cantikan Queen,"


"Minta no Wa nya dong*,"


Begitulah bisik-bisik tetangganya.


"Silahkan perkenalkan nama mu,"ujar Bu Tia.


"Hallo semuanya, perkenalkan nama aku, Annisa Sabila Amir. Panggil aja Anis,"ujarnya dan jangan lupakan senyuman manisnya yang bikin anak laki-laki meleleh dan gue rasa juga Alfi dari tadi natap dia. Bukannya gue cemburu ye. Gue gak cemburu, tapi syukur kalo Alfi mau suka sama Annis. Soallnya lalo gue, gue gak bakal suka sama Alfi.


"Ada yang mau tanya?"tanya Bu Tia.


"Saya bu,"acung salah satu siswa.


"Ya. Kamu Fin, mau tanya apa?"ujar Bu Tia.


"Alamat kamu mana cantik?"tanyanya.


Annis langsung melihat gue dan gue bales dengan gelengan.


"Di kota A,"ujarnya.


"Ada lagi?" tanya Bu Tia.


"Saya bu."ujar siswa.


"Ya,apa?"ujar Bu Tia.


"Panggil aku sayang ya cantik, boleh gak? Minta Wa kamu,"ujarnya.


HUUUUUUUUUU


Bukannya dapat jawaban, malah diketawaiin semua anak di kelas.


"Sudah-sudah. Kamu silahkan duduk di meja yang kosong, selamat pagi."ujar Bu tia dan pergi.


Btw, yang kosong itu sebelah Alfi. So otomatis dia, duduk di sono.


"Permisi,"ujar Annis.


Alfi tetep cuek, gak merdulikan si Annis.


Btw, gue gak ngajak ngobrol Annis karna gue gak mau SKSD, jadi gue diem aja. Cukup ntar waktu istirahat.