
♠♠♠
Kita tidak tau akan seperti apa kedepannya,
Semoga aja yang tersemogakan terjadi
”curcol
Abang pov.
Setelah sampai di bawah gue langsung dibrondong pertanyaan banyak banget.
And see terjadi kan, sebelum dikasih pertanyaan gue angkat tangan dulu.
"Bentar bang, bentar, gue minum dulu haus gue," ucap gue dan melangkah ke dapur .
Setelah gue selesai minum, muncul dah pertanyaan-pertanyaan itu.
"No gimana keadaan Queen? Dia kenapa lagi?"Tanya Bang Ion yang dianggukin lainnya.
"Huhh, Queen cuman ketemu dia bang," ucap gue.
"Dia siapa?"Tanya Alfi.
Etdah tumben nih bocah kepo dengan urusan Queen jangan-jangan dia suka lagi pikir gua.
"Ecie Alfi mulai kepo sama kembaran Ano,"ledek Bian .
"Nah iya tuh, kenapa lo tiba-tiba kepo sama adek gue?"Tanya Bang Ion.
Karna tak ada jawaban dari Alfi, yang lain pun makin gencar buat nanya.
"Nah kenapa lo? Jawab dong, kita penasaran tau,"ucap Yodan.
"Ehm gaes, gimana caranya biar si ice ngomong yak?"Tanya gue kemereka semua kecuali Alfi.
"Aha' kita klitik aja perutnya,"Jawab Bian.
"***** lo kek bocah aja,"Jawab gue sambil ngakak.
"Tapi boleh juga,"Jawab Bang Ion dengan senyum manis yang masuk ke senyum kemenangan dan karna kita paham kita langsung klitik'in perut Alfi.
Hahahaha
Kita tertawa ampe puas .
"Ammmmpunn, eh udah ****. Gue gak kuat, "ucap Alfi tapi dengan muka flat datar.
Kan ***** kita yang ketawa tapi yang di klitikin kaga ketawa masih flat datar aje.
" Udah lah."ucap Alfi.
"Jujur lo,''ucap Bian.
Akhirnya Alfi jujur juga.
"Iye gua tertarik sama adek kalian, dia menarik dan beda."jawabnya.
Gini loh gaes. Si Alfi itu anaknya bodo amat! Kalo tertarik pun dia besoknya juga bodo amat. Nah ini dia tiba-tiba ngomong begitu siapa pun pasti kaget lah.
"Dia itu beda. Gak seperti çewek yang gua lihat di dunia dan gue juga penasaran sama dia,"ucapnya.
"Ecieeeee,"ucap kita serempak.
"Ah gue kaga nyangka, prince ice kita udah mencair ****. Kita harus party pokoknya,"ucap Yodan yang dianggukin lainnya minus Alfi.
"Gini ya Al, gue tau lo tertarik sama adek gue lebih tepatnya kembaran gue. Tapi gue gamau waktu rasa penasaran lo sewaktu-waktu tiba-tiba hilang dan lo pergi aja ninggalin adek gue Queen gue, gue gamau ya, sorry aja gue gak percaya ke lo."ucap gue.
"Bener kata Ano Al. Meski lo sobat kita. Demi kebahagian kesayang gue, gue gabisa ngasih kepercayaan buat jaga dia gabisa, karna bagi kita berdua, kebahagian Queen lebih segala-galanya bagi kita."ucap Bang Ion.
Dengan muka serius nya Bian ikutan berkomentar. "Walaupun gue banyak main-main, banyak bercanda nya, tapi kalo itu masalah adek nya si sobat kita, gue gabisa kalo diem aja.Ya meskipun lo sobat gue juga tapi ini kan si Viana yang udah gue anggap adek gue, sorry aja Al,"
"Tumben lo bijak, makan apa lo?"Tanya Yodan.
Yang langsung dapat tonyoran dari Bian.
"Perasaan ya, gue bijak salah gak bijak lebih salah. Emang ya cowok itu SERBA SALAH,"jawabnya dengan sedikit ngegas.
"ITU SIH ELO BUKAN KITA YA!"Teriak kita serempak dan kita ketawa.
"Mungkin kalian benar, tapi gue akan mastikan dulu, ini rasa apa hanya sekedar penasaran,"ucap Alfi yang dianggukin kita semua ya kecuali Alfi.
Seketika hening .
Ya hening.
Bingung .
Mau ngapain lagi .
"Gaes, gue balik ye, emak gue chat minta dianter ke salon,"ucap Bian.
Selepas Bian ucap begitu, si Yodan ikutan ngomong. "Gue juga ye, jan kangen loh lo lo pada ma gue," Yang dibales dengan pura-pura muntah.
Setelah mereka berdua keluar, dengan memakai jaketnya, si Alfi langsung berucap, "Gue balik,"
Setelah semua pada balik, gue dan Abang gue langsung ngomongin perihal Queen.
"Bang, gimana caranya biar Queen melupakan semua nya, gue takut ntar dia kambuh lagi,"ucap gue.
"Gue juga bingung, gue juga takut ntar alter dia muncul lagi. Padahal setelah lama gak muncul dan gue juga takut ntar dia jadi depresi,"jawab Bang Ion.
"Bang, apa kita bebasin Queen aja, seperti dulu, dia mau ngapain terserah dia. Yang penting masih dalam jangkauan kita,"ucap gue.
"Boleh juga. Gue gasuka lihat Queen dengan terpuruknya, mending gue lihat dia dengan sifat bar-bar dia,"ucap Bang Ion.
Tanpa mereka sadari, seseorang yang mereka bicarakan mendengarkan ucapan mereka dan dengan pelan dia juga menjawab apa yang ditakutkan oleh kedua abang nya.
Bahkan tanpa kalian sadari sosok itu sudah muncul kembali dari satu tahun yang lalu, tapi gue gak bisa ngomong ke kalian karna gue takut kalian kwatir sama gue. Bahkan juga karna kehadirannya sosok itu, yang membuat gue tahu akan kedatangan 'Dia' lagi dihidup gue. Maafkan Queen Bang.
Setelah mengucapkan itu, dia pun langsung kembali ke kamarnya.
Yapp yang mendengarkan ucapan adek kaka itu adalah Queen sendiri.