
Didalam kamar, ada seseorang gadis yang masih asyik dengan tidurnya. Ya dia Viana yang masih asyik dengan tidurnya. Menulikan telinganya karna dari tadi handphone nya berbunyi..
Kringg..... Kringggg... !!!!
Brakkk!! Jam beker gue ancur karna gur banting mana baru beli lagi huh udah lahh ntar beli lagi.
"Ya. Halloo.... " ucap gue dengan mata menutup karna gue masih ngantuk banget baru tidur jam lima pagi dan terbangun karna telvon sia*lan ini.
"Hallo, Queen, kamu sekarang pulang tanpa penolakan dan kamu take off jam 9," ucap Daddy gue.
"Iya Dad." ucap gue malas
"Yaudah kamu beres beres aja pesawat pribady kita udah datang dari tadi. " ucap Daddy.
"OK Dad." ucap gue yang langsung gue matiin telvondnya Karna gue gasuka bertele-tele.
Setelah gue mandi dan tidak lupa beres-beresnya gue turun untuk ke meja makan.
"Selamat pagi Opa, Oma." ucap gue sambil menyium pipi mereka satu persatu.
"Selamat pagi juga Queen, " ucap mereka.
"Kamu sudah diberitahukan oleh Daddy mu kalo kamu hari ini harus pulang ke Indonesia, " ucap Opa setelah sarapan.
"Udah, yaudah Opa Queen mau keatas dulu ngambil koper Queen. Bentar lagi Queen berangkat karna pesawatnya take off jam 9. " ucap gue.
Tanpa nunggu jawaban dari mereka gua
e langsung pergi ke kamar gue karna jamnya sudah jam 8:30. Sesampainya di bawah gue langsung naik mobil dan jangan lupa gue diantar oleh Opa dan Oma. Mana mungkin mereka tidak mengantar Queen kesayangannya.
Sesampainya di bandara
"Queen, hati-hati ya. Jangan lupaiin Opa dan Oma OK! Jaga dirimu baik - baik ya disana jangan nyusahin Daddy dan Mommy mu, " ucap Oma dengan sedih dan sambil memeluk gue.
skipppppppp.....
Welcome indonesia
Akhirnya sampe juga di indonesia, duh sapa yang jemput gua lagi mana capek lagi. Tiba-tiba dari belakang ada yang menutup mata gue, gue langsung putar balik ternyata yang nutup mata gue ternyata Abang kembaran gue.
"Gue juga kangen elu Princes," ucapnya sambil balas pelukan gue juga.
Setelah itu gue dan Abang luknat gue pulang kerumah dann...
"Hallu epribadeh, Queen yang cantik jelita came back mana red karpetnya woy" ucap gue lebih tepatnya teriak.
"Woy! anak kamp*ret. Lo pulang bukannya ngucapin salam malah baca uud dasar lo." ucap dari seseorang yang muncul dari atas eh salah dari arah tangga siapa lagi kalo bukan kak Ion.
"Waaaa... kak Dion gue kangen elu," ucap gue sambil lari ke arah kak Ion dan pelukan dah ala adik kaka.
"Gua juga Queen, kangen lo." ucapnya sambil balas peluk.
"Yaa dah yang lagi peluk pelukan gak ngajak-ngajak," ucap bang Ano sambil nyeret koper.
Saat gue tengok dams muka Bang Ano cemberut yang gue balas dengan mengedikan bahu.
"Bang Mom and Dad mana ya..?"ย Tanya gue kemereka berdua.
"Lagi ada urusan bisnis Queen.." ucap ka Ion.
"Oh yaudah, Queen mau ke atas mau istirahat gausah bangunin Queen ya Queen capek by all" ucap gua sambil mencium pipi mereka berdua dan mereka mencium pipi gua juga.
Setelah sampe ke atas, ternyata kamar gue gak ada yang berubah. Akhirnya gua bisa tiduran di kasur gue yang nyaman uah kangennya ๐
Lebay lo kata outhor
Biarin terserah gua dong ucap ana
Ye elo ngegas mulu kata outhor
apa lo berani ama gua heh ucap gua sambil menyeringai kecil.
Ampun-ampun kagak dah pissโ
Ok next abaikan yang diatas ๐
Setelah selesai gue beresin gue juga udah mandi wangi waktunya ke alam mimpi.