
Malam yang serasa mencekam dengan waktu yang semakin malam
Di sinilah aku berdiri dengan menjadi diriku sendiri
Dimana semua orang hanya mengetahui selintas bukan semua nya :
★Queen.
★★★
Malam menyapa, membuat semua orang merasakan aura yang mencekam. Tetapi itu tak membuat seorang perempuan merasa kan aura yang sangat mencekam itu. Aura dia malah melebihi malam yang bagi semua orang mencekam.
Disinilah seorang Queen berdiri. Menatap sang rembulan yang seakan menyapanya, menatap sang bintang yang menghiasi malam yang mencekam Merasakan betapa hidupnya yang semakin tidak jelas.
Harus bagaimana gue menjalani semuanya? Harus bagaimana gue membalas semua perbuatan orang yang hanya mengandalkan otak mereka, mengandalkan kekuatan mereka untuk membalas perbuatan yang belum tentu mereka lakukan di masa lampau, tapi kenapa mereka tega sama gue yang bahkan gue selalu baik dengan mereka? Gue harus bagaimana? Gue capekk gue pengen mengakhiri semuanya batin gue dengan meneteskan air mata .
Sebaiknya gue pergi dari tempat ini mencari yang harus gue musnahkan.
Mungkin gue harus melihat cewek itu, dengan keluar hati-hati, gue langsung keluar melangkah ke garansi bawah tanah khusus mobil gue dan gue menemukan mobil verrari gue yang baru gue beli, langsung aja gue ke mansion gue.
Setelah sampai,
"Heh kau! Bukakkan pintunya. Gue mau masuk."ucap gue ke penjaga.
"Lo siapa? Minta masuk. Ini bukan mansion sembarangan, pergi kau!"ucap penjaga itu.
Oh dia baru ya batin gue.
"Buka pintu nya!" ujar gue tegas dengan menatap dia tajam .
Karna ditatap sebegitu tajamnya, akhirnya dia membukakan pintu dengan saling melirik temennya. Karna gue tau tanda itu apa gue langsung nembak dia.
Dorr
Bunyi tembakan yang bikin orang di dalam mansion beramburan keluar untuk melihat kejadian .
"Queen/Nona."teriak mereka serempak kecuali cewek yang gue tolong.
"Hms,"ucap gue dengan malas.
"Dia! Pemilik mansion ini. Berani nya kalian sama Nonna kita."ujarnya tegas
"Dia? Nona kita?"tanya salah satu yang masih hidup.
"Saya masuk. Urus mereka."ucap tegas gue dan melangkah masuk ke mansion diikutin bibi dan cewek itu.
Tanpa mendengarkan pembicaraan mereka, gue memilih duduk di taman dan menyuruh bibi buat manggil cewek itu.
"Permisi Nona, terimakasih Nona, karna telah menolong saya dari ******** itu. Apa yang bisa saya lakukan Nona? Untuk membalas kebaikan Anda?"tanyanya setelah sampai didepan gue.
"Nama lo sapa?"tanya gue.
"Nama saya Annisa Sabila Amir Nona,"jawabnya dengan menunduk.
Mungkin merasa takut karna aura gue kali ya?
"Gue menolong lo, karna lo pantas ditolong dari mereka. Sekarang lo tinggal disini, gue tau semuanya tentang lo."jawab gue dan langsung pergi.
Terus kenapa? dia tanya nama ke gue? guman Anis yang merasa bingung dengan penolongnya.
Karna gue ngetes lo. Lo jujur apa gak ke gue. Meski, gue tau kalo lo gak bakal bohong karna firasat dan pembacaan gue ga salah jawab gue dengan pelan.
••••••
Sampai di kamar gue, gue merenung kan kejadian semuanya. Berawal dari dia pembohong, berawal dari dia mengucapkan janji-janji manisnya, tapi... Semua bullshit. Gue benci lo Jk! Kenapa? Harus gue yang merasakannya, merasakan penderitaan ini. Kenapa gak orang lain? Kenapa? Apa yang harus gue lakukan, guecapek.
"*Stop lo nangisin dia Queen,"ujar Cute Girl.
"Tapi... Aku kangen dengannya, aku udah terlanjur jatuh karnanya. Aku lemah,"ucap ku.
Emang kadang gue kalo bicara sama alter ego gue kadang pake gue lo, kadang juga pake aku kamu. Seperti sekarang.
"Benar, apa kata Cute Girl Queen. Lo gak pantas disakitin, apa harus salah satu diantara kita bunuh dia?"tanya Dark girl.
Ya! Dia Alter Ego Queen juga. Tapi ga terlalu kejam kok, santai, ceria, lucu, tapi kalo udah marah sama aja. Namanya juga Alter Ego, sebaik apapun itu Alter Ego tetap kejam.
"Jangan kalian bunuh Jk! Jk milik gue! Arghhh!"teriak gue dengan nenarik rambut gue.
Seperti orang gila kan? Ya! Jika itu menyangkut Jk. Gue akan seperti itu, karna itupun Alter Ego gue yang 1 muncul . Masih rahasia ya.
"******* kalian! Gue kan udah bicaraiin ini sama kalian, jangan bahas yang aneh-aneh tentang Jk. Kalian lihat sendiri akibat ucapan kalian."ucap sosok itu dengan kasar .
Dia gak suka, kalo Queen nya sedih, menderita, apa lagi frustasi kek gini. Dia gak bisa tenang. Ingin rasanya membunuh Alter Ego Queen, tapi mana bisa? Kalo bisa, mereka semua akan mati*.
#btw kalo kalian tanya? kok gak kaya awal sih? lebih bagusan ini dalam kepenulisan. well ini sudah direvisi.
dan btw, kalian mau NEXT atau mau STOP disini aja? udah End loh dan udah jadi E-BOOK. Sok mangga teman-teman pada beli.
langsung komen dan Dm ya. ok. jika gak ketemu dengan E-booknya gue bagi Link ·.