Our Destiny on Paris

Our Destiny on Paris
Part VI



_Nae


Diwaktu yang sama jam 6 sore saat pulang kerja


"Ah akhirnya pekerjaan hari ini selesai, aku harus bersiap untuk pulang" nae pun merapikan barang - barangnya dan bergegas untuk balik kerumah


"Pulang nae? Buru- buru amat" Tanya ine kepada nae


"Iya ni ne, capek seharian kerja"


"Yailah, eh kawan aku dulu yokk ke mall"


"Ngapain oii?"


"Carik cogan, ya carik bajulah, kamu tiba - tiba ajak dinas luar negeri. Aku manaada baju"


"Baju mu udah 5 lemari woi, bisa-bisanya bilang gada"


"Haha, baju yang dilemari pada ga cocok nae untuk di pake ke paris. Ayokklah kawani ya, sekalian aku nebeng sama kamu, ga bawa mobil soalnya"


"Hemmm, yaudah - yaudah tapi jam 9 kita balik ya, aku capek banget dah gitu mau discuss juga bareng mama ayah aku"


"Oke aman. Gas nikan. Aaaa thankyou mae, tenang aku yang bawa mobil deh" ine langsung merebut kunci mobil yang ada di tangan nae dan langsung pergi keparkiran dan segera mengemudi. Mereka pun pergi ke mall


*tiba di mall dan memilih baju


"Nae cakep ga?" Ine


"Cakep, beli terus"


"Oke. Kamu ga ambil?"


"Ini lagi nyarik nyarik, aku pengen keg swetear gitu aja sih. Sama celana higwast kegnya lucu"


"Oh itu aku tau ditoko mana, ntar kita mampir kesitu, aku bayar ini dulu ya"


"Oke"


*merekapun pindah ke toko lain untuk membeli barang yang di cari oleh nae dan setelah ketemu nae langsung membayarnya. Ya nae bukan orang yang modelan repot, ketika dia ingin memakai apapun juga bakalan cocok untuknya jadi dia bisa asal pilih pakaian.


*9 malam


"Eh udah yukk, dah jam 9 nih. Ntar mak ayah aku nyariin lagian tadi belum bilang juga" Nae


"Ohiya okedeh yukk, lagian udah dapat semua"


_Kae


"Ah kae, rumah mu sangat nyaman dan tenang, jadi kami menyukainya" Daesuk


"Aku akan menjual nya kepada kalian, belilah ketika mampu hahaha" Kae


"Kae, aku ingin mengatakan sesuatu" Ruyon


"Ho! Apa itu? Mengapa kau tiba-tiba menjadi serius?" Gion


"Ah engga, ini. Alasan aku juga semalam mengajak kae untuk minum sebenarnya aku bertemu dengan Daira" Ruyon


"Waeee? Daira?" Wonjun, Jonhyun, Daesuk, Soyung yang terkejut. Sementara gion tidak perduli dan kae biasa saja


"Ya! kenapa kalian yang terkejut bukannya kae" Ruyon


"Ah tidak, daira mantannya kae pada saat di SMA kan?" Jonhyun


"Iya hyung" Ruyon


"Bagaimana kau bisa bertemu dengannya?" Wonjun


"Waktu itu aku sedang ke supermarket, aku melihat dia berbelanja, ya dia semakin cantik. Tapi aku tidak tau sepertinya dia diantar dengan mobil aku pikir mungkin itu pacar barunya" Ruyon


"Lalu?" Soyung


"Setelah selesai berbelanja mobil itu balik lagi dan aku melihat memang benar sepertinya itu pacar nya yang menjemputnya" ruyon


"Ya! Kau menjadi penguntit ruyon?" Daesuk


"Engga hyung, cuma kebetulan. Setelah itu aku langsung chatt kae dan mengajaknya untuk minum tujuan sebenarnya untuk mengatakan itu, tapi setelah itu aku putus dengan yoera, terakhir aku yang menggalau" Ruyon


"Wah sungguh ironi" Gion


"Sebenarnya aku tidak peduli. Karena memang selama berpacaran aku juga tidak menyukainya, ah pernah sekali terlintas rasa suka tapi setelah itu hal itu menghilang begitu saja" Kae


"Jinja!?" Daesuk


"Iya hyung, aku berkencan dengan daira karena di tolak oleh Jun Jhyun, pada saat itu daira mengetahui situasi ku dan menghibur ku. Ah ini sudah cerita lama sekali bahkan aku sudah tidak memikirkannya lagi" kae


"Sudahlah kalau begitu, tidak perlu diingat lagi. Saatnya menuju yang kedepan. Ah iya aku berharap di paris nanti kau akan menemukan wanita cantik yang mengguncangkan hati mu" Daesuk


"Ya aku pikir juga begitu, semoga kau menemukan yang terbaik nanti kae" Jonhyun