
"Iya nae aku juga bersyukur bisa lolos disini. Padahal aku merasa insecure sama diri ku, aku pikir aku gapunya kemampuan, rupa rupanya aku bisa lolos" ine
"Sama aku juga dulu mikirnya gitu, di perusahaan lama dulu punya temen yang mereka ga asik, terlalu kasar. Ucapan ga baik juga, pokoknya mereka tu ga ngebentak ga senang, sementara mereka sendiri gamau di bentak" nae
"Beneran?" Ine
"Bener. Jadi awal awal masuk mereka emang teman aku, cuma aku batasin diri karena langsung tau sifat mereka, mereka selalu bilang orang keg anak anak tapi sebenarnya mereka sih yang anak anak. Mereka bentak bentak orang, suruh orang harus bisa ini dan itu, yah pokoknya batin banget deh, habis itu Alhamdulillah di mutasi ke perusahaan yang sama tapi tempat beda. Alhamdulillahnya disana baik baik masyaAllah, orang orangnya juga lembut lembut, kita kerja jadi semangat" nae
"Terus?" Ine
"Terus kantornya juga asik enak bagus. Temen temennya sopan sopan dan bagus bagus. Emang profesional, ketika di jam kerja semua berada di posisinya, ketika jam kerja habis. Semua nya rangkulan dan saling terimakasih karena udah bekerja keras untuk setiap harinya, endingnya jadi bekawan, gada istilah atasan dan bawahan deh. Makanya aku juga ada nerapin itu di perusahaan kita" nae
"Ah iya iya bener. Wah keren sih nae" ine
*Disisi lain sts yang sedang berkumpul
"Kae apakah ada bir?" Ruyon
"Kau baru tiba langsung ingin minum?" Kae
"Ah itu akan lebih menyenangkan" ruyon
"Tidak, aku tidak sempat membeli bir. Kalau aku ingin minum semalam aku pergi ke bar" kae
"Ah bagaimana kalau kita membelinya. Wojun hyung, soyung. Kajja kita keluar membeli minuman" ruyon
"Ah ani ani ruyon shi aku lelah dan ingin berbaring" wojun
"Ah ne, kalau begitu soyung temani aku" ruyon
"Bwo? Ah ne" soyung dengan rasa malasnya tapi dia juga ingin
Ruyon dan soyung pun pergi ke supermarket untuk membeli bir. Karena supermarket yang mereka tuju dekat dengan hotel mereka memutuskan berjalan sambil menikmati udara malam.
Tepat di dekat taman tempat nae dan yang lainnya duduk, ruyon melihat nae, namun dia hanya melihat sekilas karena bir lebih di inginkannya saat ini. Mereka terus berjalan sampai akhirnya sampai di supermarket. Lalu masuk dan membeli beberapa kunyahan juga anggur yang manis edisi tahun 90an, disana terjual bebas.
Setelah selesai berbelanja ruyon sengaja mengajak soyung untuk duduk sebentar di bangku taman. Dan bangku itu tepat berada di sekitaran atau di dekat nae. Ya ruyon mulai penasaran dengan nae
Ia penasaran karena nae begitu mempesona,cantik dan elegan lalu tertutup. Di korea ia sangat jarang menemui wanita muslim seperti nae dan ine yang menutupi dirinya dengan sempurna, di korea banyak wanita cantik. Tapi kecantikan nae melebihi cantiknya mereka. Bagaimana tidak nae sudah tertutup begitu saja masih terpancar aura kecantikannya, bagaimana bila dia tidak memakai hijabnya mungkin akan jauh lebih cantik lagi.
Ruyon melihat nae terus menerus, dia semakin menunjukkan ketertarikannya. Ia melihat nae yang bercerita dengan ine, tertawanya nae yang anggun, cara duduknya yang sopan, ine dan nae yang duduk memiliki jarak dan batas dengan an. Sungguh sangat menjaga diri sekali, dan ruyon langsung berpikir "dia sangat menjaga dirinya, lelaki mana yang beruntung yang mendapatkan diri nya yang begitu terjaga itu, bahkan secuil dari kulitnya tidak terlihat, yang terlihat hanya wajah dan telapak tangannya yang begitu cantik itu" Ruyon
"Nee hyung?" Soyung
"Ya aku melihatnya, itukan yang tadi di lobi parkiran" Soyung
"Ah iya kau benar juga. Artinya dia satu hotel dengan kita" ruyon
"Sepertinya begitu, memangnya kenapa?" Soyung
"Aku mungkin sedikit penasaran dengan nya" ruyon
"Penasaran?" Soyung
"Ya, dia begitu cantik dan mempesona. Kecantikannya di tutupi olehnya, hanya terlihat telapak tangan dan wajahnya, aku berpikir mungkin dia hanya akan menunjukkan kecantikan yang sebenarnya ada pada dirinya itu kepada suaminya kelak. Bukankah suaminya sangat beruntung?" Ruyon
"Ah iya benar juga, dia memang sangat cantik dan mempesona" soyung
"Juga kau bisa melihatnya soyung, cara duduknya begitu sopan. Dan bicaranya pun begitu menyenangkan" ruyon
"Aku berpikir dia adalah muslim, dan aku mendengar saat itu sewaktu aku ada pekerjaan di qatar, di agama mereka memang sangat di ajarkan yang namanya Akhlak sama seperti atitude begitu. Juga katanya di mereka memiliki batasan batasan tertentu begitu, jadi bila wanita dan laki laki bertemu atau berteman maka itu ada batasan" Soyung
"Aku merasa itu adalah suatu hal yang keren. Mereka bisa berteman baik tapi tetap pada batasannya. Dan ucapan mereka juga sangat sopan. Sungguh itu luar biasa" ruyon
"Eh balik yukk. Udah larut ni" Nae
"Yukk, aku juga udah ngantuk. Kita jalan aja gimana? Lagian deket juga dari hotel, pak an bawa aja mobilnya duluan. Kami jalan aja" ine
"Jangan ah bahaya, kalau kalian pengen jalan aku temenin sampai hotel ntar urusan mobil aku bisa balik lagi" an
"Ga ngerepotin pak?" Ine
"Engga, udah ayok" an. Nae ine dan an pun berdiri untuk bergegas kembali ke hotel, hal itu di sadari oleh ruyon. Saat nae berjalan menuju hotel ruyon dan soyung pun mengikuti mereka, namun ruyon memberikan jarak. Agar nae tidak curiga
Sesampainya di hotel. Ruyon menyadari kalau ternyata kamar mereka 1 lantai, dan kamarnya depan depanan. Hal itu membuat ruyon semakin senang.
Setelah nae dan ine sampai kamar, mereka membersihkan diri mereka lebih dulu sebelum beristirahat. Setelah beberes baru mereka istirahat
Nae dan ine pun tidur, untuk mengistirahatkan tubuh mereka. Berbeda dengan sts, ruyon dan soyung telah sampai dikamar kae. Dan mereka party di dalamnya dengan minuman dan beberapa cemilan yang tadi ruyon belikan
Model kamar di lantai tempat kae berada adalah President Suite dimana itu adalah kamar termewah di hotel, jadi apapun yang mereka lakukan di dalam tidak akan kedengaran keluar. Akses pelayanan untuk ke lantai president suite juga tidak sembarang orang yang bisa naik, dan masuk
President suite berada di lantai paling atas hotel yaitu lantai 10, dan di lantai 10 itu hanya ada 7 kamar. 3 kamar sudah di booking hanya untuk sts. 2 kamar lagi kamar nae dan an. Tersisa 2 lagi dan kamar tersebut di tempati oleh orang besar lainnya yang memiliki pekerjaan di paris juga sama seperti nae tapi biasa mereka menginap hanya 5 sampai 7 hari. Keunggulan president suite adalah privasi yang selalu terjaga. Mereka yang berada di president suite biasanya tidak perduli dengan urusan orang sekitar. Untuk itulah kenyamaan di kamar jenis ini selalu dalam tingkat yang terbaik