Our Destiny on Paris

Our Destiny on Paris
Part XX Kae dan Nae



Sts party dengan bahagia dalam kamar kae. Sambil mereka melakukan pembicaraan


"Yeorobun apa rencana kita kedepan disini?" Kae


"Aku ingin mengunjungi museum yang ada disini, mari kita pergi bersama sama" jonhyun


"Ah baiklah, itu akan terwujud" kae


"Kae, bagaimana kau dengan wanita muslim itu" Daesuk


"Ntahlah hyung aku tidak tau" Kae dengan wajahnya yang sedikit kecewa. Dan party mereka berhenti, ya saatnya mendengarkan cerita kae


"Waktu itu aku mencoba mengajaknya untuk berjalan jalan, aku berjanji padanya, namun karena aku telat bangun dia pergi meninggalkan ku, bahkan ketika di acara pameran kami juga tidak berjumpa. Ah tidak aku melihatnya tapi dia seperti tidak menyadarinya, dia sangat cuek dan dingin" kae


"Jinjja?" Daesuk


"Ya hyung, jadinya aku chatt dia melalui ktalk, tapi bahkan sampai sekarang dia tidak membalasnya. Jangankan membalas, membuka ktalknya saja tidak pernah di lakukannya. Coba lah lihat ini" kae mengambil ponselnya dan menunjukkan last seen nae. Ternyata nae ada online sore hari tadi, saat nae sedang bermalas malasan dia ngasal, dan terbuka ktalk, dan disitu juga dia tidak membaca siapapun yang chatt. Dia hanya sekedar buka lalu langsung keluar, bisa di bilang nae ga sengaja pencet app nya


"Ah dia online tadi" Daesuk


"Benarkah?" Kae, kae langsung buru buru melihat dan ternyata benar. Kekecewaan kae semakin bertambah, dia langsung berpikir kalau nae memang benar benar marah dan sudah malas meladeni kae lagi


"Ah aku merasa sakit hati, dia benar benar marah padaku, bahkan aku belum memulai apakah harus langsung berakhir?" Kae


"Salah paham gimana hyung?" Kae


"Ya mungkin dia hanya terpencet app ktalk itu, atau begini saja bukankah besok adalah penutupan? Maka pergilah dan temui dia. Ajak dia mengobrol dan jelaskan padanya, kali ini kau harus memberanikan diri" Jonhyun


"Aku tidak yakin aku bisa hyung, aku sedikit takut dan malu. Aku takut jika dia akan menghindar, dan aku malu untuk bertemu dengannya" Kae


"Kau harus mencobanya dulu baru kau tau, aku yakin dia akan mengerti setelah kau menjelaskannya" wojun


"Yaa wojun hyung benar. Cobalah besok, dan mari kita lanjutkan pestanya. Berharap semoga kae mendapatkan apa yang diinginkannya besok hari dan seterusnya" ruyon mengangkat gelas yang isinya anggur bermaksud untuk cheers


"Cheers. Semoga semua rencana kae terwujud" Sts. Mereka berpesta sampai jam 2 pagi lalu tertidur, ada yang tidur di kasur, sofa, dan lantai ruang tamu. Mereka mabuk sampai tertidur dan tak sadarkan diri


*pagi menjelang jam 7 waktu paris


Cako bangun lebih awal dari pada sts yang semalam pesta. Dalam kamar itu hanya cako yang tidak mabuk, jadi begitu pagi hari dia sudah segar bugar. Cako langsung membangunkan kae untuk bersiap menuju acara penutupan pameran. Seperti yang diketahui, kae sangat susah untuk bangun jadi ketika ingin membangunkannya maka diperlukan usaha keras dan memakan waktu


Setelah beberapa menit cako berusaha membangunkan kae, akhirnya kae pun terbangun. Cako sadar bahwa jam sarapan di restoran sudah habis, karena entah mengapa sejak 2 hari yang lalu hotel begitu ramai, dan makanan di restoran tersebut begitu cepat habisnya. Jadi karena menyadari hal itu cako langsung memesan makanan pesan anter agar bosnya tidak kelaperan


Biasanya cako hanya memesan 2 porsi makanan. Kali ini bertambah menjadi 8 porsi, karena tentunya anggota sts akan sarapan juga walaupun sarapan mereka di jam 11 siang. Tapi daripada mereka akan menyusahkan pekerjaan nya ia lebih baik langsung membelikan saja untuk mereka semua gumam batin cako.