Our Destiny on Paris

Our Destiny on Paris
Part XXV - Kae dan Nae



"Tapi aku sangat mendukung mereka. Wajar kae terpukau dan tergila gila, ternyata wanita itu adalah dia. Aku setuju dengan mereka" Ruyon


"Ya hyung, kita harus mendoakan yang baik untuk mereka" Soyung


"Ya" Ruyon


--di caffe


"Ah iya aku akan menginap di tempat mu ya nae" Sofie


"Oh malam ini? Oke baiklah. Pakaian mu?" Nae


"Ah tidak hanya malam ini, tapi sebulan kemudian juga, sampai kau kembali ke indonesia, tentang pakaian itu mudah. Aku akan menyuruh asisten rumah tangga ku menyiapkannya, dan menyuruh sopir mengantarnya" sofie


"Oh baiklah kalau begitu" Nae


"Bagaimana kalau kita party di atas nanti? Bukan kah kamar asistennya nae kosong? Aku yakin ruyon sudah membookingnya. Dan juga 2 kamar itu malam ini juga sudah kosong, pasti soyung dan gion sudah membooking itu, kita bisa party di lantai atas" Kae


"Benarkah? Wah itu ide yang bagus. Baiklah ayoo mari segera habiskan makanan kita lalu kembali" Daesuk


Mereka pun segera menghabiskan makanan mereka. Dan kae tetap saja bermanja dengan nae, meminta nae menyuapi kae, sebelumnya karena tau makanan nae enak jadi dia memesan kembali menu yang sama. So di depan nae ada dua piring 1 piring milik nae dan 1 piring milik kae, dan kae meminta nae menyuapi nya. Yang terakhir nae dan kae 1 sendok bersama ujungnya, dari pada ribet pikiran nae


15 menit kemudia mereka selesai memakan makananya. Dan bergegas kembali ke hotel, karena kae memang benar benar ingin pdkt dengan nae dan kebetulan nae juga lelah membawa mobil Akhirnya kae dan nae satu mobil kae membawa mobil nae. Sementara sofie,jonhyun dan daesuk 1 mobil. Awalnya nae meminta sofie yang membawa mobil, namun ia paham kesempatan. Jadi dia beralasan juga lelah, dan akhirnya kae yang mengambil kesempatan itu


Selama di mobil nae dan kae berbicara serius mengenai maksud hati kae yang sesungguhnya. Karena kae benar benar sudah sangat jatuh cinta dengan nae. Namun nae masih menggantung kae, karena tidak mungkin nae langsung memberikan hatinya kepada lelaki yang baru dikenalnya


Setelah obrolan serius, nae pun akhirnya tertidur karena kelelahan. Kae yang sadar hal itu menepikan sebentar mobil mereka dan dia berduaan dengan nae di tepian jalan paris. Hal itu cukup indah dan menenangkan, kae mengabadikan momen tersebut, melakukan selfie dengan nae yang tertidur cantik. Lalu memfoto nae secara diam diam


Sementara di mobil jonhyun, daesuk dan sofie asik menikmati lagu yang mereka putar di mobil bernyanyi bahagia. Seperti tidak ada rasa lelah diantara mereka


Setelah 1 jam perjalanan mereka akhirnya sampai di hotel. Kae dengan lembutnya membangunkan nae


"Nae bangun, udah sampai kita" kae


"Emmm" nae yang menggeliat belum bangun


"Yeobo, chagiyaa. Bangun" kae dengan nada penuh kelembutan dan tatapan dalam nya kae memandang naee 'Kyaaaaa author ngebayanginnya melted


"Ah oh, udah sampai yaa" nae


"Udah, ayok turun nae" Kae


"Mana nae kae?" Sofie "Itu" Kae


"Oh hai sofie" Nae "Nae ayok buru, pengen baring aku dikamar kamu" Sofie


"Iya iya ini turun" Nae turun dari mobil dan mereka segera bergegas masuk lift dan menuju lantai atas dimana tempat kamar mereka. Sesampainya di depan kamat


"Kae kami masuk dulu ya" Nae


"Iya" kae yang lembut menjawab nae


Nae membuka kamarnya, lalu masuk dan diikuti oleh sofie


Sofie begitu masuk sudah langsung menuju kamar dan menghempaskan dirinya dikasur. "Ah capek banget"


"Iyaya, aku bersih bersih dulu ya" Nae


Nae pun bersih bersih, dan mengenakan setelan baju tidur santai tapi tetap cantik di badan nae


"Paansih, lebay kamu" Nae


"Engga nae, beneran. Kamu pake jilbab aja cantik, apalagi buka jilbab gini, gila sih ganyangka"Sofie


"Hem" Nae


"Nae btw diagama kamu boleh emang cet rambut begitu?" Sofie


"Oh ini ada beberapa imam yang berbeda pendapaf sofie" Nae


"Imam?" Sofie. "Iya,keg apa ya bilangnya, ulama gitu, apa ya kalau dikalian aku juga gatau haha. Keg orang yang memiliki ilmu agama yang udah tinggi banget gitu deh, keg diatas pendeta" Nae


"Oh di katholik romo atau pastor gitu ya?" Sofie


"Iya sih kegnya" Nae


"Ohiyaya paham sekarang" Sofie


"Iya sofie, di Indonesia tu kebanyakan menganut Mahzab Imam Syafii nah kalau berdasarkan Imam Syafii, ngecet rambut warna apapun selain hitam itu di perbolehkan. Tapi ada juga ulama yang bilang hukumnya cet rambut hitam itu makruh jatuhnya, bukan haram. Begitu" Nae


"Oh jadi boleh ya cet rambut selain warna hitam?" Sofie


"Boleh" Nae. "Ohiyadeh, jujur aku kira islam tu ketat banget loh, tapi ngelihat kamu kegnya engga ya" Sofie


"Heheh ya begitu deh. Alhamdulillah" Nae


"Jujur, aku pikir islam tu cuma sholat sholat gitu setiap saat, tapi pas ketemu kamu. Sholat nya ternyata bisa di apa sih tadi kamu bilang yang di ringkas?" Sofie


"Jamak" Nae


"Ha iya jamak. Rasanya kok wah enak ya, karena selama ini aku pikir islam tu, sholat setiap jam. Terus gaboleh keluar kesana kemari, ga boleh cobain ini itu, rasanya keg ih ngeri banget. Tapi pas lihat kamu, loh kok engga begitu ya" Sofie


"Agama dan ibadah itu kan buat kita untuk tenang,nyaman, dan damai sofie. Dan dengan agama kita memiliki akhlak dan atitude yang baik, semuanya boleh kok asal ada batasan dan ga melanggat syariatnya" Nae


"Iya ya nae. Aku jadi terbuka wawasannya. Makasih banyak ya nae, jujur sih lihat kamu tenang banget emang rasanya, aman dan damai banget. Senang bisa kenal kamu" Sofie


"Aku juga senang kenal kamu tau haha" Nae


"Ohiya aku ambil baju dulu kebawah supir aku dah ngaterin baju ni" Sofie


"Okey" nae. Sofie keluar lalu tak sengaja ketemu kae,


"Eh kae, mau ngapain? Lah kamar kalian kok pada di buka?" Sofie


"Tapi kita mau party, ni baru mau panggil kalian" Kae


"Oh gitu bentar deh, aku belum bersih bersih juga lagian" Sofie


"Nae udah selesai?" Kae


"Udah sih kalau dia, eh jangan masuk kamu. Dia ga pake jilbab, ga boleh" Sofie


"Elah, iyadah. Ntar panggil doi ya" kae


"Iya,yaudah ini aku mau kebawah dulu ambil baju dah" Sofie


"Hem" Kae