
Kae dan Nae
Sementara itu ine, nae dan kae juga sudah selesai bersiap. Mereka keluar bersamaan dan berada di lift yang sama lagi. Kae merasa canggung karena di dalam lift dia lelaki sendirian disitu. Berbeda dengan nae yang dingin dan sibuk dengan ponsel nya dan melihat lihat video yang ada di IG nya. Karena canggung kae mengeluarkan ponselnya dan melakukan chatt dengan STS
*melakukan selca di dalam lift dan mengirimnya
"Aku sangat tampan" kae
"Wah kau sangat tampan seperti biasanya, kau akan pergi ke pameran?" Daesuk
"Iya hyung, ah yeorobun. Aku bertemu wanita cantik disini" kae. Ghibah pun di mulai
"Jinja? Benar tebakan ku kan. Lalu apa kau tergugah?" Daesuk
"Sepertinya iya. Tapi ini sulit" kae
"Lakukan. Minta langsung nomornya" ruyon
"Hyung, dekati. Ah sebentar lagi aku akan memiliki nuna" soyung
"Kau bisa melakukannya Kaeyong shii" Wojun
"Ah ini terlalu cepat, aku baru bertemu dia" kae
"JAGALAH HARGA DIRIMU" Gion
"Kaeyong shi apakah dia juga ke pameran seni?" Jonhyun
"Iya hyung, dia adalah dirut dari perusahaan Sowen Group Indonesia" Kae
"Ah indonesia? Negara asing?" Wonjun
"Nee hyung" kae
"Ah aku pernah ke indonesia melakukan dinas luar negeri di Jakarta pusat" Wonjun
Karna asik chattingan kae tidak sadar kalau ternyata mereka sudah sampai di lobi
"Ah yeorobun aku sudah di lobi akan berangkat ke pameran nanti akan ku ceritakan dan meminta saran dari kalian" kae
"Ah baiklah. Hati-hati dan sukses pekerjaanmu, bawalah pulang nuna ku kemari nanti" soyung
Kae menyimpan ponselnya dan mereka pun keluar lift lalu menuju mobil masing masing untuk berangkat ke pameran seni ...
-- Orang tua--
"Ma nae otw ke pameran. Doain ya ntar ada pidato juga nae nya" nae
"Iya sayang, didoain. Semangat yaa, hati-hati" mama
"Baikk maa *emot cium" nae pun tak mengobrol lama karena di indonesia pukul 3 pagi
-- Cesyop *mereka yang tidak ada tidurnya dan online terus hihi--
"Ges doain aku ke pameran ni ntar ada pidato doain yee" nae
"Wiihh keren bett kawan akoh" Daemi
"Stylish mu ga pernah salah emang nae" Arin
"Bagi inspirasi!!" Qamon
"Doain woii. Malah bahas style" daemi
"Cakep soalnya" Arin
"Inspirasi berdasarkan otak sendiri gais. Kalau yang gada inspirasinya tau sendiri kan berarti gada apanya ahaha" Nae
"Wahhh wahhh qamon ga sih? Wkwkwk" Arin
"Ih jahat wkwk" daemi
"Broo?" Qamon
"Wkwkw canda mon, ntar nae balik kita grebek dia untuk story dan bagi inspirasi" Arin
"Aman. Naee dah ngilang kegnya. Anak itu kebiasaan dia yang buka percakapan chatt dia yang ilang" Qamon
"Iya wkwk" daemi
"Sibuk ges biasalah" Arin. Nae emang orang nya kurang suka untuk interaksi melalui ponsel, ia lebih senang komunikasi face to face. Ponsel hanya digunakan untuk kepentingan dikala sangat penting atau gabut. Kalau untuk mengobrol dia lebih suka secara langsung, bukan secara telpon atau chatt.
*akhirnya setelah beberapa lama di perjalanan nae sampai di perusahaan Vatari Company (Vataco) perusahaan yang menyelenggarakan pameran seni tersebut. Setiap tamu yang datang akan di sambut dengan ramah dan baik. Termasuk nae dan kae