Our Destiny on Paris

Our Destiny on Paris
Part XVII Kae dan Nae



Setelah kae selesai membersihkan dirinya ia menghempaskan dirinya ke kasur untuk rebahan sambil mengecek ponselnya. Dan melihat ternyata banyak chatt masuk di ponselnya salah satunya kabar tentang STS yang akan menyusulnya ke paris


"Baiklah, aku akan menunggu kalian disini. Aku di hotel hilton seperti biasa. Hati hati dijalan yeorobun, Saranghe" Kae


Setelah membalas pesan di grup kae mengecek pesan lainnya. Tentunya ktalk nae, dia mengecek kapan nae aktif. Dan sesuai dugaan nae tidak pernah membuka ktalknya. Karena geram, kae berinisiatif stalking nae melalui media sosial nae.


"Coba search dia di instagram deh, mungkin dia aktif disitu" kae memulai search username nae dan ketemu, tentunya kae langsung follow nae tapi ia menggunakan akun fake. Ya kae memang memiliki akun fake yang itu hanya ia,sts dan kamin yang mengetahuinya, juga cako.


Mengapa kae harus memiliki akun fake? Karena bisa dibilang kae juga termasuk orang terkenal, jadi untuk menikmati kehidupannya dan privasinya dia menggunakan fake akun untuk berlayar di instagram. Akun real kae hanya digunakan untuk bisnis dan urusan pekerjaan, sangat jarang kae untuk memposting sesuatu di akun realnya. Karena dia males untuk berurusan dengan pihak media sorotan, begitu juga dengan STS dan Kamin, masing - masing mereka memiliki fake acount, dan saling memfollow di fake akun mereka. Berbeda dengan real akun yang bahkan following saja bisa menjadi sorotan.


Saat berada di fake account mereka akan menjadi diri mereka sendiri, tentunya fake acc ini di private jadi hanya orang - orang yang memang dekat dan dikenal saja yang bisa menjadi followers mereka. Namun mereka bebas untuk follow siapapun


"Akhirnya ketemu ig nya nae, untungnya ga di private jadi bisa langsung follow" kae


Sebenarnya nae juga sama seperti kae yang memiliki fake acc dengan nama samaran, bahkan nae jarang aktif di ig real acc nya sekali sekali dia hanya membuat insta story dan itu pun di layout atau dibikin video pendek seluruh rangkuman kegiatan satu hari yang dilakukannya, setelah itu bahkan nae tidak perduli siapa yang melihatnya. Artinya ketika sudah selesai upload maka nae langsung berpindah ke akun fake acc nya, jadi siapapun yang follow, like,komen dan melihat insta storynya dia sama sekali tidak tau dan peduli. Dia lebih suka menjadi dirinya sendiri di fake acc nya


Bedanya fake acc nae tidak ada yang follow. Bahkan cesyop tidak di bolehkan nae untuk follow akun tersebut, nae hanya mengabarkan kepada mereka kalau ia punya fake acc yang itu emang untuk dia dan dunia nya saja. Tapi tidak memberitahukan apa nama akun fakenya. Jadi di fake acc nya nae benar benar bersama dunia nya


"Wah dia semalam buat insta story di dinner party, tapi hanya itu saja isi insta story nya" kae lanjut melihat insta story dan stalking postingan nae


"Keren sekali. Semua postingannya cukup berbobot, sepertinya aku memang tidak salah untuk menyukainya. Dia benar - benar tipeku, dia memenangkan hati ku" Kae


"Hyung, kau sudah bangun? Aku sudah segar namun aku lapar. Haruskah kita pergi ke bawah untuk sarapan?" Cako


"Ah baiklah. Kajja" Kae. Mereka pergi ke restoran dan sarapan disana. Sepanjang jalan dan sampai di restoran kae menerawang untuk mencari nae. Namun kenyataannya nae tidak turun untuk sarapan, dia hanya melihat An disana duduk sendirian


"Wah apakah dia tidak turun sarapan?" Kae


"Nee hyung?" Cako


"Ah anieyo" Kae


"Dirut SG kah?" Cako


"Hehe"Kae


"Hyung, aku akan selalu membantu dan mendukung setiap keputusanmu, juga tak jarang sekarang di negara kita pasangan yang beda negara. Juga kita adalah orang yang tidak beragama. Mungkin di kita itu akan mudah, tapi aku takut di mereka" Cako


"Maksudnya?" Kae


"Ne hyung, negara mereka adalah negara yang sangat menjunjung agama ,seandainya pun ada orang yang tidak beragama itu hanya sebagian kecil. Ah aku juga sudah coba berbincang dengan asisten utama nona itu, namanya adalah An" Cako


"Lalu?" Kae yang mulai fokus mendengarkan cako bercerita tentang nae dan negaranya


"Aku ada sedikit bertanya tentang dirut mereka, dan dia mengatakan bahwa dirut mereka adalah seseorang yang sangat taat akan agama, dan sebab itu juga pun an menyukai nya. Namun tidak di pedulikan orang dirutnya, dirut mereka adalah orang yang mengerti batasan dan sangat cuek dengan orang - orang yang mencoba mendekatinya" cako


"Araseo. Aku juga merasa begitu, karena sampai sekarang dia tidak membaca ktalk ku" kae


"Benarkah?" Kae


"Ne hyung,semangatlah. Sainganmu cukup banyak, dan berhati - hatilah. Ah aku juga mendengar hyung STS akan menyusul keparis, mungkin kau bisa bertanya dan meminta saran kepada mereka nanti" Cako


"Hemm kau benar, baiklah. Mari kita lanjutkan habiskan makanan ini dan kembali kekamar. Aku masih mengantuk" kae


"Nee hyung" cako


Mereka menyantap makanan mereka dengan lahap, lalu kembali ke kamar dan tiduran.


Dikamar nae. Ine dan nae juga sarapan. Setelah selesai sarapan mereka bermain ponselnya, rebahan, curhat dan bercerita banyak, menonton drama. Pokoknya santai, tanpa memikirkan pekerjaan sampai tak terasa waktu seharian pun sudah lewat


*Jam 6 sore waktu paris


"Yeorobun, kita sudah sampai di paris, kajja turun dan mengambil bagasi, lalu ke hotel" wojun


"Ah ne hyung. Huaaaaaa" ruyon yang baru bangun dan menarik badannya


15 menit kemudian turun dari pesawat dan langsung menuju ke tempat pengambilan bagasi


"Ah aku lelah" Soyung


"Soyung shi semua kita merasakan itu" Jonhyun


"Ah hahaha ani maksud ku badan ku pegal karena tidur ku di pesawat tadi tidak terlalu enak" soyung


"Ya kami pun juga begitu" gion


"Perhatikan koper kalian" wojun


"Hyung di penerbangan ini hanya kita dan beberapa ahjushi tadi" soyung


"Ahahahahahah. Kau benar soyung" daesuk


"Ah hahaha sudah sudah koper ku sudah terlihat, aku akan mengambilnya" wojun


"Ah apakah kalian sudah memesan mobil?" Gion


"Sudah hyung,mereka sudah menunggu diluar. Cepatlah kita mengambil kopernya" Ruyon


Tak lama mereka semua pun mendapatkan koper mereka, dan segera menuju mobil lalu pergi ke hotel hilton untuk segera menemui kae


"Kae kami sudah sampai dan ini sudah di jalan. Kami akan segera ke hotel, buka lah pintu" ruyon