Our Destiny on Paris

Our Destiny on Paris
Part XXVII - Kae dan Nae



"Ah engga ada kae semuanya udah selesai ku masak. Tinggal di bawa keluar aja" Nae


"Oh oke aku bantuin ya" Kae


"Iya makasih banyak ya" Nae sambil tersenyum *wah kae udah dapat asupan vitamin S pagi pagi dari nae, S (Senyum) - Author


"Widiih, calon suami yang baik bantuin istri ya" Sofie yang baru saja keluar kamar mandi


"Iya dong, buruan dah, bantuin bini ku juga haha" Kae berlalu sambil membawa makanan untuk di letakkan diluar dan makan bersama


"Dih PD banget" Sofie


Nae keluar "Oh iya kae, di kamar kamu ada piring kan? Tolong keluarin ya. Kamar aku piringnya udah di pakai untuk tempat makanan semua" Nae


"Oke" Kae yang langsung menuruti perintah nae


Nae yang di senggol oleh sofie "Duhh sweet banget pasangan yang 1 ini" Sofie


"Ih apaan sih sofie, gada tau" Nae


"Alah alah, akui aja kali. Bener kan aku bilang dia tertarik sama kamu" Sofie


"Ah engga ah, biasa aja" Nae


"Emang nae ni ya ga percaya banget deh, udah sejelas itu juga si kae tetap aja" Sofie


"Yakan kita gatau fi. Manatau dia cuma penasaran sama aku, habis penasarannya udah deh di tinggal. Cowo jaman sekarang mah ga bisa di percaya" Nae


"Ya ampun nae haha, sebegitu ga percaya nya ya sama cowo" Sofie


"Ahahah iya, soalnya cowo cowo yang bener tu cuma ada di Drakor,komik dan novel, di real life mah bohongan semua" Nae


"Iyasih" Sofie


"Ah udah yukk ah, kita makan. Dah lapar" Nae


"Okeh" Sofie


"Wahhh makanannya kelihatan enak. Terimakasih banyak nae" Daesuk


"Ya, ini mengunggah selera, terimakasih banyak nae" Soyung


"Ah aku segan mengatakannya karena kami belum berkenalan secara langsung, tapi dari tampilan dan aromanya ini sungguh terlihat sangat enak. Terimakasih nae" Wojun


"Ah ya hyung, aku lupa mengenalkan nae kepada kalian secara langsung. Nae perkenalkan ini wojun hyung dia adalah yang paling tua diantara kami, lalu ini gion hyung, ini ruyon dan ini soyung" Kae


"Ah hai nae, aku gion" Gion


"Yahh kae bukannya sudah terlambat? Tapi tak apa, aku wojun" Wojun


"Aku soyung, diantara semua aku paling muda" Soyung


"Hallo, aku ruyon" Ruyon


"Oh iya, aku nae senang berkenalan sama kalian. Ayooo mari dimakan aja langsung semua nya" Nae


"Tentu tentuu" Ruyon


Dan mereka pun makan bersama dengan lahap masakan nae


"Wah benar benar ini sangat enak, aku ketagihan" Jonhyun


"Yaa, benar. Kau benar jonhyun. Ini beneran enak. Noona nae memang hebat" Soyung


"Makan lah makanan kalian kenapa begitu berisik" Kae


"Hahaha. Terimakasih semuanya, kapan kapan aku akan memasaknya untuk kalian lagi" Nae


"Jinjja? Wahhh dhebakk dhebakk. Aku senang, gomawo naee" Daesuk


"Ha?" Nae


"Ah dia mengatakan, benarkah? Hebat dia senang dan berterimakasih kepadamu" kae


"Oh begitu. Ah tak perlu beterimakasih, santai saja" Nae


"No! No! Ini luar biasa jadi harus berterimakasih" Daesuk


"Hahaha oke oke terserah kalian saja" Nae


"Siap makanan kita mau kemana?" Soyung


"Gimana kalau ke disneyland paris?" Wojun


"Ah hyung, kau sudah tua. Ingatlah umur" Gion


"Yaaa, memang nya kenapa, itukan tempat wisata disini" Wojun


"Bagaimana kalau ke Museum Lovre?" Jonhyun


"Bagaimana kalau kita jelajahi semuanya?" Sofie


"Ah ya, aku setuju. Hahahaha" Nae


"Baiklah siap makan kita akan pergi ke disneyland paris terlebih dahulu" Wojun


"Ah hyung, hemm. Baiklah baikk" Ruyon. Mereka semua pasrah dengan keputusan wojun *Hahahaha


Setelah 15 menit mereka makan dan menghabiskan masakan nae, tentunya mereka membantu nae membereskan tempat,piring piring dan bekas makanan mereka


"Kami luan ya guys masuk kamar beres beres. Maklumlah cewe ribet" Sofie


"Oke, ini kami aja yang beresin, aman itu" Daesuk


"Oke thankyou" Sofie


Setiap hari selama sebulan di paris mereka bersenang senang, nae memasak makanan untuk mereka. Lalu mereka pergi ke tempat wisata, dan setiap malam selalu saja ada kerjaan yang mereka lakukan. Mereka benar benar menikmatinya setiap harinya


1 bulan kemudian


"Wah ga terasa udah sebulan ternyata kita bersenang senang disini. Kita harus kembali ke negara kita masing masing" Jonhyun


"Emm. Rasanya berat ingin berpisah, aku pasti rindu masakan nuna" Soyung


"Yang dipikiran soyung hanyalah makan saja haha" Daesuk


"Kae kau tidak akan menangis kan?" Sofie


"Emm? Ah tidak haha aku hanya sedih saja" Kae


"Uwu wu kaeyong kesayangan kami akan berpisah dengan gadis pujaannya (dalam bahasa korea)" Daesuk sambil memeluk kae


"Hahaha, lucu sekali" Gion


"Nae kami akan sangat merindukan mu, sering seringlah datang ke korea" Ruyon


"Em. Tenang, aku akan mengatur jadwal ke korea bersama sofie, benarkan?" Nae


"Hahaha ya terserah mu nae. Tapi benar aku pasti akan merindukan kebersamaan kita, kapan kapan aku akan datang ke indonesia, kau harus menyambut ku nae" Sofie


"Ah baiklah, datang lah ke indonesia aku akan menyambut kamu dan kalian semua" Nae


"Kalau begitu mari kita bersiap dan kebandara bersama sama dan kembali kenegara kita, nanti kita akan terlambat" Gion


"Emm ayo" Nae


Mereka pun pergi ke bandara bersama sama. Karena ini adalah hari pertemuan terakhir nae dan kae di paris, jadi nae dan kae semobil, ya di mobil itu hanya mereka berdua. Seperti biasanya


Kali ini kae pun tetap mengungkapkan perasaannya dan ngomong serius dengan nae. Karena kae benar benar sudah jatuh hati kepada nae


"Nae gimana kalau kita gausah temenan?" Kae


"Em maksudnya?" Nae


"Iya, kita dating?" Kae


"Ah kae, bukankah hal itu terlalu sulit? Tembok diantara kita terlalu besar" Nae


"Aku akan mengikuti kamu" Kae


"Kae?" Nae "Ya" Kae


"Ah tidak kae, aku tidak ingin hal itu. Aku tidak ingin kamu memeluk agamaku karena diriku, aku ingin itu berasal dari dirimu sendiri" Nae


"Nae, aku sudah memikirkannya dengan matang, dan juga aku memang jatuh cinta dengan agamamu, aku melihat ketenangan, juga kedamaian" Kae


Nae memasang wajah yang tidak tau bagaimana menjawab pernyataan kae


"Iya, maafkan aku. Selama ini aku mencari tau tentang agamamu, juga setiap pagi kamu yang selalu membaca kitabmu aku mendengarnya, dan merasa tenang, ketika kamu sholat aku juga merasa damai saat melihatnya. Aku belum pernah merasa senang, bahagia dan tenang seperti itu sebelumnya, selama ini aku selalu mencari jati diriku, tapi akhirnya bertemu dengan kamu. Aku menemukannya, keluasan dan kelapangan hati, aku mendapatkan itu" Kae


"Ah kae, aku tidak tau bagaimana menjawabnya, mungkin kita karena masih bersama saat ini, mungkin saja ketika kamu kembali ke korea kamu akan berubah pikiran" Nae. Setelah nae mengatakan itu, mereka sampai di parkiran bandara


"Kita sudah sampai" Ucap kae sambil berpikir apa yang dikatakan nae


"Ohya" nae yang langsung keluar mobil dan kebagasi mengambil semua barang barangnya. Lalu berjalan meninggalkan kae, kebetulan sts dan sofie sudah sampai duluan dan sudah berada di dalam bandara. Nae langsung menemui sofie


"Udah semua nae?" Sofie


"Udah" Nae "Yakin kan gada yang ketinggalan?" Sofie "Iya sofie haha" Nae


"Ohyaudah kalau gitu buru cekin biar jangan telat" Sofie "Oke" Nae


Saat nae akan cek in dan berpamitan dengan sofie juga sts


"Guys duluan ya, udah di panggilin nomor tiket aku" Nae


"Oke nae, hati hati ya. Kabarin kalau udah sampai Indonesia" Daesuk


"Oke, thankyou untuk semuanya dan waktunya ya. See u again" Nae sambil menyapa semua dan memeluk sofie


"Iya hati hati ya" Gion dan sofie


Ketika nae akan cekin, kae mendekati nae dan berbisik "Tunggu aku ya, kita pasti bakalan sama sama kok. Honey. Hati hati dijalan ya, kabarin aku" Kae, dan nae terkejut mendengar bisikan kae yang dimana raut wajah kae yang tersenyum namun serius dengan perkatannya


"Uhukk uhukk, emm" Nae yang terbatuk mendengarnya


"Aku duluan ya semuanya. Dadah" Nae yang sudah cekin dan masuk gateway lalu langsung menuju pesawat


"Ma, nae berangkat balik ke indonesia ya, ini bentar lagi takeoff" Nae ngechatt mama nya


"Iya hati hati ya sayang, di tunggu. Ntar kalau udah sampai kabarin ya" Mama


"Iya ma" Nae


"Ine aku otw Indonesia" Nae chatt ine


"Iya hati hati ya buk dirut" Ine


"Guys aku otw Indonesia" Nae chatt di grup cesyop


"Cepat banget balik, kirain mau nambah liburan" Daemi


"Di tunggu oleh olehnya" Moon


"Di tunggu oleh olehnya (2)"Arin


"Hahaha okeokee" Nae


Setelah itu nae langsung mematikan ponselnya, dan pesawat takeoff. Selama di perjalanan nae mendengarkan musik sampai tertidur