Otaku Vs Most Wanted

Otaku Vs Most Wanted
Koper



happy readings


..


Deira merasa ada yang mengelus pipi nya, dan itu semakin membuat nya nyaman, ia lalu refleks untuk memeluk tangan itu, lalu tiba tiba elusan di pipi nya berubah menjadi cubitan yang sanggup untuk membangun kan putri tidur itu.


"Au au au... hey sakitt ta-" ucapan nya berhenti setelah melihat siapa yang mencubit nya, dia adalah william, suami deira saat ini, deira langsung saja mendengus "heuh.. ngapain kau?" Ucap nya sinis di sertai dengan mata nya yang menyipit.


"Tentu saja untuk Membangunkan istri kecil ku yang malas ini.." jawab nya dengan senyum yang menawan.


'Eh anjerrr die senyum dongg!!, omaygat ganteng beut suami siape ni? Suami gw lah.. awokawokawok..' william memang jarang sekali tersenyum, bahkan dalam seminggu, rekor terbanyak orang" melihat william tersenyum adalah 2 kali.. yap, hanya dua kali..


"Koper?" Hilang sudah senyum tulus nan menawan tadi, dan sekarang di gantikan dengan nada kalimat yang singkat, padat, dan jelas.


"Ouh iya, lupa ngeberesin.. hehehe" ucap deira dengan malu malu, sungguh ia kelupaan untuk membereskan koper nya, padahal dia mencoba untuk mengingat nasihat mama nya.


Terlihat william menghelas nafas, lalu ia kembali melihat deira "mandi"


"Eh, oh i-iya.. " deira terlihat agak gugup, langsung saja ia bangun dari tempat tidur lalu bergegas ke kamar mandi.


..


Setelah deira mandi, ia keluar hanya menggunakan handuk saja, saking terburu buru nya tadi.


"Hey.. sedang apa kau di lemari ku?" Tanya deira dengan sedikit mengintip karna terhalang tubuh william .


William hanya diam, sampai ia menunjukan sesuatu yang membuat mata deira hampir keluar.


'apakah dia tidak tahu malu? Perbuatan nya sungguh memalukan' batin deira dengan pipi yang merona.


Deira hanya diam terpaku melihat william yang sudah selesai memasukan baju deira ke dalam koper nya, lalu william berdiri dan mulai berjalan ke arah nya.


"Heyy, apa kau menggoda ku?" Ucap william dengan senyum smirk nya dan lalu jalan nya yang semakin mendekat ke arah deira, "hah? Te-tentu saja tidak!!" deira refleks mundur saat william mendekat, lalu yang akhir nya punggung deira menyentuh dengan dinding.


William semakin mendekat, kedua tangan nya mengunci seakan akan agar deira tak bisa kabur dari jangkauan nya.


'Cup' william mencium deira, bola mata deira hampir saja keluar, tubuh nya tidak bereaksi, dia terpaku seakan shock dengan ciuman yang william berikan.


William terus saja menciium Deira, Deira yang terkejut segera mengembalikan kesadaran nya, ia lalu berusaha untuk melepaskan ciuman itu, ia memukul mukul dada bidang william yang semakin merapatkan tubuh mereka "will, lepaskan.."


lalu ciuman itu perlahan menurun, hingga... tok tok tok "DEIRAAA, WILLIAM.. CEPAT TURUN KE BAWAH, SARAPAN DULU SEBELUM KALIAN BERANGKAT!" mama deira berteriak dari luar pintu, lalu setelahnya terdengar langkah kaki yang menjauh, ya.. seperti nya mama deira sudah pergi dari pintu kamar deira.


William sudah tidak memegangi tangan deira lagi, ia dengan cepat melepasnya dan segera mengelus pelan kepala nya.


"lanjut kapan-kapan saja, pakai baju mu lalu kita turun bersama."


"SIAPA YANG INGIN MELANJUTKAN NYA?!!"


__________________


next yok~