Otaku Vs Most Wanted

Otaku Vs Most Wanted
Pertanyaan



happy readings


"WILL!!! TURUNIN GW WOIIII!!!!" Deira berteriak dan terus meronta ronta karena william yang tidak mau melepaskan gendongan nya itu. apalagi selain di kantin, banyak siswa yang melihat mereka di sepanjang lorong yang di lewati, Deira bahkan sudah pasrah dengan nasib nya, dia seakan ingin mati saja.


..


mereka sampai di rooftop sekolah "Will... turunin gue will..." Suara Deira bergetar ingin menangis, ia sudah tidak memukul dan meronta ronta lagi.. dia sudah pasrah.. niat nya dia ingin merahasiakan nya.. tapi sekarang nasi sudah menjadi bubur.


William menurunkan Deira dari gendongan nya secara perlahan, mereka saling berhadapan.. namun Deira menutupi wajah nya dengan tangan..


"hiks hiks.. jahattt.. gue benci lu william sidqi alviano!!.. hiks" Deira terisak, ia mendorong dada william hingga membuat william mundur satu langkah. namun william tetap mendekat, william membuka tangan yang menutupi wajah Deira hingga terlihat lah hidung yang memerah karena tangisan nya itu.


"jangan menangis lagi.. saya minta maaf" william mengusap air mata Deira yang menuruni pipi nya.. lalu william memeluk Deira dengan lembut, namun Deira masih saja mencoba melepaskan pelukan william dengan memukul mukul dan mendorong dada william.


"lepasin!! hikss, jangan deket deket gue!! gue benci lu!!" Deira kembali mendorong william dengan lebih kencang, namun dorongan itu masih belum sanggup melepaskan pelukan william pada Deira..


"kamu hanya milik saya, dan saya hanya milik kamu!" william menenggelamkan wajah nya di ceruk leher Deira.. Deira sudah tidak sesegukan, dia tidak bereaksi dengan perlakuan william, dia hanya diam.


"gue gak mau!! gw benci lu!!" Deira masih kesal dengan perlakuan william, dia masih belum mau memaafkan william begitu saja.


william melepas kan pelukan nya dari Deira, dia memegang tangan Deira untuk mengikuti jalan nya. mereka berjalan ke arah dinding di samping rooftop, william duduk bersila dan bersender di dinding, sedangkan Deira masih berdiri dan menatap malas william didepan nya yang sedang duduk.


"ngapain sih!!? lepasin!!" Deira terus mendorong tubuh william namun seperti nya laki laki itu malah semakin merapatkan tubuh nya hingga akhir nya Deira pasrah, karena kekuatan otot nya sungguh tidak sebanding, william sering nge gym dan berolahraga saat libur di pagi hari.. sedangkan Deira bahkan saat pagi di hari libur, masih berpelukan dengan guling dan masih menempel dengan kasur kesayangan nya.


"mau ngapain?" Deira bertanya saat william membalikan tubuh Deira sehingga Deira duduk membelakangi william.


"mau peluk" kalimat nya sungguh indah, tapi pengucapan nya terlalu datar.. itu tidak romantis sama sekali. william memeluk Deira dari belakang dia menenggelamkan kepala di ceruk leher Deira.


awal nya Deira keberatan dan ingin melepaskan pelukan william, apalagi Deira kegelian saat william mulai mengecup leher nya. namun apa pun yang Deira lakukan tidak ada guna nya, william tetap memaksa memeluk nya.


"tadi kenapa tiba tiba nyamperin trus gendong gue?" Deira memulai pembicaraan, dia sudah tenang dan mulai menerima keadaan.


"kangen" william melepaskan pelukan nya dari perut Deira, lalu dia mulai memainkan rambut Deira yang tergerai, seperti menguncir nya, mengkepang nya, bahkan membuat sanggul rambut.


"serius sedikit dong!! jawab pertanyaan nya yang bener!" Deira mulai merasa agak kesal karena jawaban yang diberikan william sungguh tidak memuaskan diri nya sama sekali.


_________________________


-end