
Happy Readings
..
"Pasti abis itu ibu nya nathan sembuh truss Nathan di jemput ayah nya kan? truss masalah nya apaan dong?"
"Salah!"
William menghela nafas nya dengan berat. ia menatap Deira yang melihat kan wajah penasaran dan menunggu nya kembali menceritakan kehidupan teman kecil nya.
"Selama 1 tahun Nathan tidak di jemput, bahkan di jenguk pun tidak pernah.."
**
"Ini sudah 1 tahun tante.. kapan ayah akan menjemput Nathan?!"
"Apa ibu baik baik saja?! Apa mereka melupakan Nathan?!"
Nathan kecil yang merindukan keluarga nya hanya bisa menangis diam diam di kamar nya, tapi sekarang bahkan sudah 1 tahun, Nathan kecil sudah tidak bisa bersabar lagi untuk menunggu..
"Pasti ayah Nathan akan menjemput Nathan nanti.. bersabarlah sedikit lagi nak.." Laras menatap sendu Nathan.. dia masih kecil untuk mengalami hal yang berat seperti ini..
"TIDAK!! Nathan mau pulang!! jika Tante dan paman tidak mau mengantar Nathan, biar nathan sendiri saja yang pulang ke rumah!!"
Nathan bergegas pergi ke arah pintu , melangkah kan kaki nya yang kecil untuk keluar dari kediaman Alviano.
"Tunggu Nak!!" Reynand mengejar Nathan untuk menghentikan nya agar tidak keluar dari kediaman nya.
"Apalagi paman?! ah!!.. Nathan lupa berterima kasih karena sudah merawat Nathan dengan sangat baik.."
Nathan mebungkukan badan nya pada tuan dan nyonya alviano, lalu dia tersenyum dan menatap william yang hanya diam memperhatikan.
"Terima kasih juga william yang sudah menjadi teman Nathan!"
William yang mendengar ucapan Nathan agak sedikit terkejut, lalu William menatap wajah kedua orang tua nya.
"Ibu.. jika Nathan ingin pulang ke rumah nya mengapa tidak kita antarkan saja?"
"Ah.. itu.." Laras tampak bingung harus menjawab bagaimana pertanyaan dari anak nya..
"Baiklah, kita antarkan saja honey..."
..
"Lalu.. saat kami pergi mengantarkan Nathan ke rumah nya.... "
tiba tiba saja William berhenti menceritakan cerita nya, menatap kosong Deira yang menaikan sebelah alis nya.
"Abis itu apa? jangan di gantung dong will!!"
"......"
William diam, dia seperti bingung antara harus menceritakan nya atau tidak..
"gw gak bakal bilang siapa siapa, bahkan itu sahabat gw! gw janji!!" Deira menggenggam tangan william, berusaha meyakin kan nya..
"setelah itu.."
**
Reynand memencet bel yang ada di dekat pintu kediaman davinno.
'ting nong...'
'ting nong...'
'ting nong...'
Sudah 3 kali Reynand memencet bell dan tidak ada orang yang menjawab nya sama sekali..
"honey, apa kita pulang saja ke rumah?" Laras merasa cemas, ntah kenapa dia merasakan hal yang kurang mengenakan saat ini.
"Tapi Nathan akan tetap disini.. Nathan ingin bertemu ayah dan ibu!!.."
Keteguhan hati Nathan yang ingin melihat ayah dan ibu nya sangat besar, rindu akan senyum manis dan pujian yang di dapat nya dari keluarga nya.
"Sebaik nya kita menunggu di sini selama beberapa waktu, siapa tau jika tuan davinno sedang pergi?" Tuan alviano mulai berbicara, dia berusaha menenangkan suasana nya agar tidak terjadi keributan.
"kenapa kita tidak mendobrak nya saja?!" William memberikan usulan nya, dan tentu saja itu mendapatkan pelototan dari kedua orang tua nya.
1 jam kemudian.
"Nathan setuju dengan usulan william! bisa kah paman mendobrak pintu nya?"
"tidak! itu sungguh tidak sopan! jangan dengarkan usulan apapun dari william, dia itu tidak benar!"
'bukkk'
"tidak benar dari mana?!! dia juga adalah anak ku! seenak nya saja kau menyebut nya tidak benar"
"h-honey?! aku hanya bercanda tadi.."
Reynand menatap tajam putra nya yang sedang memasang wajah tanpa bersalah nya. semenjak putra nya lahir, dia selalu di madu kasih oleh istri nya.
"jangan menatap nya seperti itu!! dia anak ku.. mau apa kau?!!"
nyonya alviano itu memasang wajah seperti ingin menerkam suami nya itu, tentu saja, anak kesayangan nya adalah yang paling penting.
"ah.. baiklah, baiklah!! akan ku dobrak!"
________________________________
vote dan komen ya..
dan jangan lupa jaga kesehatan kalian..
#salam hangat author 😚