
Happy Readings
..
"awal nya, saya bertemu Nathan saat ada pesta pertemuan di hotel xx, ayah Nathan adalah rekan kerja ayah, dan saat itu saya dan nathan baru berumur 10 tahun.. "
~ flashback
"kenalkan ini putra saya, nama nya Nathaniel" Rusdy memperkenalkan anak nya dengan senyum wajah tergambar kebahagiaan yang tulus..
"ahh..!! ini anak saya william, semoga kalian dapat berteman dengan baik.."
"oh haii !! nama mu william kan? mari kita bermain ke taman" senyum manis nathan menatap william dengan mata nya yang cerah berkelip indah.
sedangkan William hanya diam tanpa merespon apapun ajakan bermain dari nathan.
"ah baiklah!! william dengan senang hati akan bermain dengan mu.."
"APA?!! IBU!! aku ingin tetap disini!"
Laras hanya tersenyum sambil mendorong punggung anak nya dengan paksa walau sang anak terus menolak.
-end
"Hah?!!APA?!! HANYA SEGITU?!!" Deira berteriak dengan kencang melambungkan protes pada sang suami yang bercerita tanpa inti nya itu..
"Ckk!! jangan berteriak.. "
"ah... baiklah, baiklah.."
setelah di marahi sedikit oleh william, Deira memanyunkan bibir nya dengan polos tanpa merasa bersalah sedikit pun..
" 2 bulan Setelah pesta pertemuan itu, ibu Nathan menderita sakit keras, ayah nya terus berjuang agar ibu nya dapat membaik"
"Nathan yang kurang di perhatikan mulai di rawat di rumah kami, ayah nathan sendiri yang menitip kan nya pada keluarga alviano yaitu ayah dan ibu" lanjut nya..
..
"A-Ayah.. Ayah mau bawa Nathan kemana?" Nathan yang masih kecil dan tidak mengetahui apapun bertanya pada sang ayah yang sedang menggandeng tangan mungil nya itu..
"ke suatu tempat.. Nanti Nathan jadi anak baik ya? jangan nakal.. tunggu lah ayah sebentar, ayah akan jemput Nathan nanti.. pasti!! Ayah janji.."
"T-Tapi.. kapan ayah akan jemput Nathan?"
"Saat ibu mu sembuh nanti.. pasti ibu mu akan sembuh, selalu doakan ibu agar cepat sembuh ya?"
Nathan hanya mengangguk menandakan mengerti pada ucapan sang ayah.
tak terasa, bulir air mata Rusdy turun.. buliran itu turun melewati pipi dan menembus bulu mata.. merasa bersyukur dan bangga mendapati seorang anak yang pintar dan bijaksana.. Nathan yang dengan cepat mengerti, dan Nathan yang pintar membuat sang ayah bersyukur pada Tuhan yang maha esa.
"A-Ayah.. mengapa ayah menangis? Nathan akan selalu jadi anak yang baik.. Nathan janji!!"
Tangan kecil dan mungil itu perlahan menghapus bulir air mata sang ayah yang jatuh, menahan tangis melihat sang ayah yang begitu rapuh.
"Ayah bilang... Lelaki itu gak boleh menangis, tapi kenapa sekarang ayah menangis?! ayah tidak boleh menangis, ayah adalah panutan Nathan.. Ayah bahkan tidak menangis saat terjatuh dari sepeda.."
Rusdy tidak menjawab, ia memeluk erat satu satu nya putra dan buah hati yang di miliki nya dan orang yang sangat di cintai nya..
"Saya mohon tolong jaga anak saya, suatu hari nanti saya akan menjemput nya.. "
" dengan senang hati tuan davinno, lagi pula seperti nya william juga membutuhkan seorang teman bermain.."
dengan tangan terbuka, keluarga alviano menerima Nathan dengan sepenuh hati.. mereka mengurus nya dan merawat nya seperti anak nya sendiri..
"Sekali lagi.. terimakasih banyak "
Lipatan mata yang menghitam terlihat jelas saat tersenyum, tubuh nya yang kurus menampakan tulang selangka yang keluar.. 'tidak terurus' itu lah kata yang bisa mengungkap kan kondisi tuan davinno..
hingga punggung nya sudah tidak terlihat dari kediaman keluarga alviano, dia berjalan tanpa melihat kebelakang, membuat jalan nya sendiri menuju pilihan nya..
dia tidak tahu jika akan di terpa badai yang begitu kencang dengan tubuh nya yang kurus dan tidak terawat.. belum lagi pekerjaan nya yang menumpuk membuat pikiran dan mental nya semakin menurun...
___________________________________
ish ini tuh tadi chapter nya udah di buat.. tapi ke apus, emosi banget author !! TvT
padahal scene nya bagus bangett author udah buat sepenuh hati..
Apakah harus lanjut? :v