
happy readings
jangan lupa untuk like dan komen ya..
..
"Nanti ke bandara bareng?!" William menatap Deira yang sedang memasang wajah marah nya.. bibir nya maju dan pipi nya yang mengembung bulat seperti ikan buntal.
Deira memalingkan wajah nya dari william tanpa menjawab atau pun mengiyakan pertanyaan dari william, dia berencana untuk mogok bicara pada william karena masalah tadi pagi.
William yang melihat nya hanya diam dan memperhatikan gerak gerik Deira.
hingga beberapa saat akhir nya Deira berbalik dan kembali menatap wajah william.. kali ini dia memanyunkan bibir nya dan mengerutkan alis nya seolah olah sedang marah besar dan murka kepada orang di depan nya ini.
William tersenyum kecil melihat prilaku Deira, kemudian tiba tiba william mencubit dan menarik pipi Deira hingga membuat nya merah.
Deira melotot dan melihat William dengan tajam seolah olah ingin menerkam wajah tanpa ekspresi yang tengah mencubit pipi nya itu.
Deira menghempaskan tangan william dari wajah nya, kemudian dia berbalik dan berjalan untuk kembali ke kelas. *mereka sedang berada di lorong dekat gudang, awal nya Deira di suruh oleh bu retno untuk mengambil bingkai pahlawan di gudang, namun william ntah dari mana muncul dan mengagetkan Deira yang tengah mengunci pintu gudang sekolah itu.
William mengembuskan nafas nya melihat Deira yang pergi berjalan meninggalkan nya.
"sretttttttt" Deira yang tengah berjalan tiba tiba di tarik mundur kebelakang, William memeluk nya dan meletakkan dagu nya di pundak Deira, sedangkan Deira yang merasakan nafas william di leher nya bergidik ngeri, dan bulu kuduk nya berdiri semua..
"maaf kalo saya bikin kamu marah" William menenggelamkan kepala nya di ceruk leher Deira.
Deira yang mendengar nya terkejuttt 'gw kira dia bakal ngibarin bendera peperangan sama gue! tapi sekarang kok dia malah minta maaf sih? ah gk seru!!'
"Sebentar.." William kembali menenggelamkan kepala nya di leher Deira, menghirup wangi tubuh seorang gadis yang telah menjadi istri nya itu.
"tadi gak mandi ya?" William bertanya pada Deira namun dia masih menciumi wangi tubuh dari Deira.
"eh! kok tau?" Deira penasaran bagaimana seorang william tau bahwa diri nya yang tadi pagi belum mandi dan hanya menggosok gigi nya, pasal nya teman teman nya saja tidak tau jika dia belum mandi.
"bau asem" Deira yang mendengar nya sontak mendorong kepala william menjauhi tubuh nya.
Deira mengendus ngendus tubuh nya, namun dia tidak merasa jika dia bau asem seperti apa yang william bilang.
"terus ngapain masih di cium cium!!!??" Deira merasa tidak terima jika tubuh nya di cap bau asem oleh william, padahal dia sudah memakai parfum yang cukup banyak agar tubuh nya tidak di bilang bau asem seperti sekarang.
"karna saya suka bau kamu" William kembali menarik tangan Deira hingga membuat Deira jatuh ke dalam pelukan william.
'cup' William mengecup bibir Deira, hal itu sontak membuat pipi Deira kembali memerah.
"Hah?" Deira melongo sebentar "NGAPAIN SIH LUUUUU!!!!" kemudian Deira mendorong dan berlari menjauhi william, sedangkan william tersenyum melihat Deira berlari sambil menutupi wajah nya yang memerah itu.
____________________________
Next -> 🤓
author magerrrrrrrr TvT