
happy readings
.
.
Setelah william turun menuruni tangga, william melihat Deira yang sedang membawa piring yang berisi perkedel lalu di taru nya di meja makan...
"ngapain lu diem aje di tangga? bukan nye cepetan!!, makanan nya keburu dingin!" ucap Deira menengok ke arah william, setelah itu Deira berjalan dan duduk di kursi lalu Deira mulai mengambil nasi untuk di makan.
William pun tak hanya diam, dia ikut duduk. william menatap cuek Deira yang terburu buru mengambil nasi seperti orang yang tidak makan 1 abad, yah.. karna mungkin dia sudah kelaparan.
"Makan apa?" william bertanya sambil mengambil nasi setelah Deira meletakkan sendok nasi.
"gak liat? buta atau gimana si lu? bisa liat kan? ini nih.. liat kan? ini yang gw tunjuk.. nama nya perkedel.. nah yang ini telor ceplok, nah terus yang ini nasi.. truss yan- "
"Cerewett!!" william menatap dingin ke arah Deira yang hanya cengengesan, ia tidak marah tapi hanya sedikit kesal karena Deira mengatainya buta dll.
"lagian udah tau pake nanya " setelah Deira membalas perkataan william, Deira memonyong kan bibir nya dan memalingkan wajah nya dari william, itu adalah kebiasaan nya sejak SMP, jika dia sedang di omelin, atau sedang kesal dengan seseorang dan Deira akan bertingkah seperti itu..
"kamu mau saya cium?" william bertanya hal yang memalukan tetapi muka nya tetap saja datar, hal ini yang harus Deira ketahui, seperti nya william sering berbicara tanpa dosa..
"DASAR MESUMMM!!!" muka Deira memerah menahan malu karena perkataan william yang memalukan, wajah nya yang memerah tampak membuat wajah Deira semakin cantik saja.
setelah itu terjadi keheningan di antara mereka, tidak ada yang membuka percakapan dan mereka mulai sibuk dengan makanan yang mereka makan.
..
"gue berasa bgt jadi babu, awas aje ntar gw gak mau masak lagi!!!" Deira jengkel karena di tinggal sendirian oleh william, sungguh kejam suami nya itu.. meninggalkan istri cantik nya ini sendirian.
.
.
Deira telah selesai mencuci piring nya, dia menaiki tangga dan berjalan ke arah kamar nya, lalu di membuka pintu kamar nya, Deira melihat william yang sedang duduk di meja belajar nya dan mencoret coret dengan tangan nya seperti seseorang yang lihai, 'dasarr!! rajin bgtt herann ' Deira berucap dalam hati, dia berjalan ke arah meja nya william dengan santai.
"lagi ngapain?" Deira bertanya dengan wajah polos nya sambil melirik lirik apa yang di kerjakan william, Deira tidak sengaja melihat wiliam yang menggunakan kaca mata belajar nya. 'astaga!! ganteng banget ya allah... nikmat tuhan manakah yang gw dustain??' bahkan sekarang Deira lebih fokus melihat wajah william yang tampan dari pada buku yang membosankan itu.
"belajar" william hanya melirik sebentar dan mulai melanjutkan belajar nya lagi.. ia acuh tak acuh dengan keberadaan Deira yang tidak bisa diam untuk tidak melirik wajah nya.
"udah tau!! maksud nya ngapain belajar?? kalo ada PR kan bisa ngerjain di sekolah... hahahahaha" Deira tertawa, sedangkan william terlihat menatap sinis Deira karena ucapan nya itu.
"cihhh!! otak dangkal!" william mendecih dan agak memundurkan diri nya hingga membuat kursi bagian depan yang di duduki ny memiliki sedikit ruang.
'puk puk puk ' william menepuk nepuk seperti mengajak Deira untuk duduk di depan nya..
"hah? ngapain?? gak mau!! ogahhh" Deira menggelengkan kepala nya dan menatap sinis william, lalu dia membalikan badan nya, tetapi sebelum badan nya berbalik william lebih dulu mengambil tangan Deira dan menarik nya hingga membuat Deira terjatuh di pangkuan nya.
Deira membulat kan matanya, dia diam membeku, saking shock nya Deira tidak bisa berucap apapun. 'hei hei sedang apa aku? sedang dimana? ' seperti nya Deira akan gila, wajah nya memerah menahan malu..
"Diam lah, biar saya ajari kamu.." Ucapan william sontak membuat Deira kaget dan merinding, urghh sepertinya Deira tidak akan bisa fokus jika gaya duduk nya seperti ini!! bahkan punggung nya bersentuhan dengan perut william dan nafas william sangat terasa di leher dan telinga nya..