
happy readings
.
.
.
"jadi tuh rumus dari jangkauan adalah J\= x' max - x'min, ngerti kan?" william bertanya pada Deira tetapi hanya sunyi, tak ada jawaban sama sekali dari Deira..
william pun melirik Deira yang bersender di dada bidang nya. "huh, dasar!! baru di ajarin sedikit saja sudah tertidur.." william pikir Deira hanya bersandar biasa saja ternyata Deira malah tertidur. william mendengus dan langsung melihat jam di dinding.
'Ternyata sudah jam 11 malam pantas saja dia tertidur dengan lelap' william tidak langsung bangun dari tepat duduk nya.. dia memeluk perut Deira terlebih dahulu dan menenggelamkan kepala nya di ceruk leher Deira selama beberapa menit sebelum akhir nya dia menggendong nya...
.
william pun akhir nya memutuskan untuk menggendong Deira.. tapi william menggendong Deira seperti koala yang menempel pada induk nya. awal nya william agak kesulitan bergerak karena takut membangunkan Deira.
"mm..." tiba tiba saja Deira memeluk leher william dengan kencang dan menumpukan kepala nya di pundak william, awal nya william kira Deira terbangun, tetapi seperti nya Deira hanya sedikit mengigau.. "bikin kaget saja.." setelah itu william berjalan dan menidurkan Deira di kasur.
..
05:30
keesokan paginya
'Tetttttt, Tettttt ' alarm berbunyi dengan kencang sehingga hampir memenuhi ruangan dengan suara nya..
Deira kemudian tersadar, ada sebuah tangan yang sedang memeluk perut nya.. Deira bahkan bangun dari tempat tidur nya pun susah karena tangan itu memeluk nya dengan sangat erat.
Deira sudah tahu tangan yang memeluk perut nya tadi adalah tangan william "dasar Sinting!" Deira berucap pelan, kemudian dia mencubit tangan william dan mengempaskan tangan william dari perut nya.. kejam sekali bukan?
"Auu!!!" william mengeluh dan terbangun dari tidur nya, dia melihat Deira yang mengempaskan tangan nya tadi.
' pletakk ' william bangun dan mengeplak kepala Deira, Deira sontak kaget menerima pukulan yang tiba tiba dari william.
" Apa apaan lu!! pala gw tuh di fitrain! awas lu gw balesss!" Deira ingin membalas dan memukul kepala william namun sayang nya tangan nya bahkan tidak sampai ke kepala william dan malah salah sasaran mengenai dada william.
'brukkkk' karena dorongan dari tangan Deira yang lumayan kencang, tubuh william dan Deira terjatuh di kasur secara bersamaa, william di bawah sedang kan Deira berada diatas nya.
awal nya william kaget karena tiba tiba saja Deira menyerang nya lalu kemudian wiliam langsung merubah wajah shock nya menjadi dingin kembali "saya baru tau ternyata kamu sangat agresif.." william memandang datar Deira yang berada diatasnya..
muka Deira melongo, ia masih shock dengan keadaan nya saat ini.. lalu tiba tiba saja muka nya memerah seperti kepiting rebuss "A- apaansihh" Deira tidak beranjak, dia malah terpesona dengan ketampanan william, walaupun muka nya datar seperti triplek namun Deira tidak berbohong, wajah william sungguh tampan, tidak heran jika banyak yang mengejar laki laki itu.
"mau sampai kapan kamu seperti ini? saya mau pergi sekolah, kalau kamu ingin melanjutkan, sehabis pulang sekolah saja. " setelah william berbicara seperti itu dia membalikan tubuh nya dan Deira yang berada di bawah nya sekarang.
"atau kita bolos saja dan lanjut kan sekarang?" william mengecup bibir Deira sebentar. "muka mu merah" william mengecup kembali bibir Deira. dia terus saja menggoda Deira! sedangkan Deira? dia hanya membeku di tepat, muka nya bahkan mengalahkan merah nya kepiting rebus.
"A- AP-ARGHHHHHH!!!!!!!" Deira berteriak dengan keras dan mendorong dada william sehingga william menjauh dari tubuh nya.. setelah itu Deira berlari ke kamar mandi.
' BRAKKK ' Deira menutup pintu kamar mandi dengan sangat kencang, dia bersender di pintu nya dengan muka memerah kemudian Deira berteriakk "ka- kauu.. MESUMMMMMM!!!" lalu william terkekeh mendengar teriakan Deira yang sangat kencang dari balik pintu kamar mandi.