
happy readings
..
William menarik tangan Deira untuk mengikuti nya, langkah kaki nya yang cepat membuat Deira tidak bisa mengimbangi nya, apalagi tangan Deira di tarik membuat kaki Deira rasanya seperti di seret seret.
"Woii onta jantan!! pelan pelan dong jalan nya!!" Deira berteriak sedangkan william hanya melirik Deira tanpa membalas walau hanya dengan gumaman saja.
William menggendong Deira secara tiba tiba "HAH?? WILLIAMl!!! lepasin gw kamprettt untung sepi nih koridor! kalo sampe ada orang yang liat, gue bunuhhh lu WILLL!!"
william tersenyum melihat Deira yang sedang marah marah "coba saja"
"Heh!! dasar lu ya.. lepasin gw WOIII!!!" Deira memberontak mencoba melepaskan tangan william dari badan nya, pasal nya dia di gendong seperti karung beras, apakah tidak ada gaya yang lebih romantis? mana mungkin william melakukan itu!.
"hey!! kau seharus nya memperlakukan dia dengan lebih lembut, lagi pula kau itu lelaki dan dia adalah perempuan, kekuatan mu tentu saja lebih besar dari nya, jangan memaksa nya seperti itu.!" Seorang lelaki yang sedang bersender di balik koridor itu melihat william yang sedang menggendong Deira.
william menatap sinis lelaki itu " gak usah ikut campur!!" lalu william menurunkan Deira yang terus meronta ronta di gendongan nya.
lelaki itu berjalan mendekati Deira dan william. "oh hallo nona cantik! bagaimana bisa kau memiliki pacar yang kasar seperti ini?" dia tersenyum dan menatap Deira dengan wajah tampan nya itu.
"D-dia bukan pacar gue!!" Deira membalas pertanyaan lelaki tampan itu '*ucapan gue bener lah.. d*ia emang bukan pacar gue!! tapi suami sah gw!'
William yang mendengar nya langsung menatap tajam Deira. "bohong!! dia pacar saya!!" William mengelak dari pernyataan Deira tadi.
"ehhhhh? jadi siapa yang bener nih??" lelaki itu tersenyum lebar hingga membuat mata nya menjadi sipit. "tapi tentu saja nona cantik ini lah yang harus lebih di percaya" lanjut nya.
"whatever!" William menarik tangan Deira agar cepat meinggalkan lelaki aneh tadi.
'srettt' lelaki itu juga memegang tangan Deira, dia menghentikan william yang sedang menarik tangan Deira.
"ouh iya nona cantik.. perkenalkan nama saya zeno Abian?" Zeno tersenyum manis, membuat wajah nya semakin tampan untuk di lihat.
"senang berkenalan dengan mu Deira" zeno memberikan tangan nya pada Deira, bertanda ingin menjabat tangan sebagai tanda perkenalan... William yang melihat nya semakin memanas.
"ah iya sen-"
"sampai sini saja perkenalan nya Orang Asing!! " william menatap sinis dan menekan kan kalimat terakhir nya pada zeno.
"e-eh tapi will-" sebelum Deira menyelesaikan kalimat nya, william lebih dulu menggendong nya ala bridal style.
"ah.. sampai jumpa lagi Deira.." Zeno tersenyum dan melambaikan tangan nya pada Deira yang sedang di gendong oleh william.
..
"Will!!!" Deira menatap tajam william.
"apa?" william hanya membalas singkat dan lebih fokus berjalan melewati tiap tiap lorong dan koridor.
"yang kayak tadi tuh gak sopan!" Deira mengembungkan kedua pipi nya yang terlihat bulat seperti ikan buntal.
william hanya melirik nya dan membuat Deira semakin kesal! "jangan acuhin ucapan gue will, jawab dong, emang nya gak punya mulut apa?!!"
"saya gak suka kamu kayak tadi!!" Deira terkejut mendengar pernyataan william.. ia kemudian tersenyum kemenangan.
"ciee cemburu.." Deira tertawa dan menusuk nusuk pipi william dengan jari nya. "ututututuuu.. suami aghu cemburu.. sini peyuk, sini peyukkkk!!"
________________________________
nextt? 🤓