Only For You

Only For You
Chapter 9



"Apa yang kau lihat sampai senyum-senyum begitu?"


Keynan meletakkan minuman kaleng yang di bawanya, duduk di samping Zevan sembari sesekali meneguk minumannya.


"Tidak ada" jawab Zevan berbohong.


"Kita sudah berteman sejak kecil, meski kita berbeda sekolah tapi aku tahu kapan kau berkata jujur dan berbohong dan tentu saja saat ini kau sedang berbohong"


Yah, mana bisa Zevan membohongi Keynan teman masa kecilnya. Keynan selalu tahu jika Zevan membohonginya. Begitupun sebaliknya.


Keynan melirik sekilas handphone milik Zevan, terlihat seorang gadis dengan pakaian seragam dan rambutnya yang dikuncir kuda, dengan mengerucutkan bibirnya kesal. Mungkin perempuan itu sedang dibuat kesal dengan tingkah Zevan. Sangat menggemaskan.


"Jadi, siapa perempuan di handphone mu itu?"


"Ah, maksudmu ini?" Zevan memperlihatkan foto seorang gadis yang dimaksudkan Keynan.


Keynan mengangguk.


"Dia seseorang yang aku temui karena ketidaksengajaan" Zevan kembali menatap foto perempuan itu.


"Yah, terkadang Tuhan sengaja mentakdirkan seseorang bertemu dengan cintanya karena faktor ketidaksengajaan. Ah, bukan. Bukan karena kesengajaan tapi karena sudah direncanakan dan kau tahu itu artinya adalah takdir" ungkap Keynan kembali mengingat pertemuannya dengan seseorang dimasa lalunya.


Zevan menatap Keynan sesaat, sebelum kembali menatap ke langit-langit kamar milik Keynan yang sekarang menjadi fokusnya.


"Kau benar. Tidak ada yang namanya faktor ketidaksengajaan, melainkan ini semua adalah rencana Tuhan yang sudah tersusun rapih. Namanya Alexa, dia perempuan yang aku temui waktu itu ketika aku berangkat ke sekolah, aku pikir saat itu aku terlambat, segera aku melajukan motor ku dengan cepat, aku tidak sengaja mengenai kubangan air yang membuat sebagian seragamnya kotor," Zevan memberi jeda pada ucapannya. "Alexa marah terhadap ku, raut wajah kesalnya masih terekam jelas dalam ingatanku. Sejak saat itu Tuhan selalu mempunyai cara untuk mendekatkan aku dengannya." Zevan menceritakan bagaimana ia pertama kali bertemu dengan Alexa. Keynan menatap Zevan dengan sudut bibirnya yang terangkat, pertemuan Zevan dan Alexa kembali mengingatkan Keynan pada cinta pertamanya. Tak pernah sedetikpun aku melupakan mu Ve.


"Maaf, aku tidak bermaksud-" Zevan sadar ceritanya itu membuat Keynan kembali mengingat masa lalunya. Tapi Zevan sama sekali tidak bermaksud. Ia hanya ingin memberi tahu bagaimana dirinya dan Alexa dipertemukan dengan cara yang tidak biasa.


"Tidak apa-apa, aku mengerti kau hanya ingin memberitahu ku tentang cara Tuhan mempertemukan kalian. Kau tak berniat membuatku teringat tentangnya"


"Yah"


"Apa kau menyukai perempuan itu?" tanya Keynan mengalihkan pembicaraan.


"Apa maksudmu?"


"Hanya aku yang mencintainya, sedangkan aku tidak tahu apakah Alexa memiliki perasaan yang sama denganku atau tidak"


"Hei! Dengarkan aku Zevan. Mungkin saat ini Alexa belum mencintaimu, tapi bukan berarti dia tidak mencintai kau suatu saat nanti. Kau hanya perlu bersabar, menunggu takdir Tuhan. Mungkin, saat ini Tuhan tengah mempersiapkan rencana besar untuk kau dan Alexa agar cepat bersatu." Yah, seperti kisah kami berdua. Benarkan Ve.


Zevan menepuk pundak Keynan dengan senyum yang mengembang. "Kau ini seperti Bundaku"


"Sial! Aku kira kau akan menganggap ku seperti kakakmu, hahaha.." Keynan memukul lengan Zevan pelan,


Menghembuskan napasnya kasar."Hah! Aku jadi tidak bisa membayangkan, bagaimana bisa Bunda Merry melahirkan anak seperti mu"


"Sepertinya kau tidak suka aku dilahirkan dari rahim seorang Ibu yang baik dan begitu lemah lembut"


"Hahaha... Itu dia, Bunda mu itu begitu baik, ramah, dan juga lemah lembut sedangkan sifat mu berbanding terbalik dengan Bunda mu"


"Apa maksud ucapan mu itu? Apa selama ini kau tidak pernah melihat kebaikan ku?"


"Yah yah, aku tak akan menyangkal hal itu, hanya saja sifatmu itu yang terkadang seringkali membuatku jengkel"


"Aku bukan Ve, yang selalu bersikap lemah lembut terhadap mu"


"Kau benar, mungkin hanya Ve yang mempunyai sikap hangat seperti itu"


"Atau mungkin kau belum menemukan lagi seseorang yang seperti Ve"


"Maybe"


❇❇❇