
Siang harinya pada saat jam pulang sekolah shinwu dan yang lainnya sedang jalan pulang bersama setelah selesai dari ruang kepsek.
Ikhan "Aduh,leherku terasa sakit sekali"
Shinwu"Seharusnya kau bersyukur cuman d!i kunci kepala.Kau menuduhku sebagai pembunuhnya memangnya kau ini detektif?"
Ikhan"Tapi kan kau bisa pelan-pelan padaku tidak usah menguncir kepalaku dengan keras-keras!"
Yuna"Terima kasih ya teman-teman sudah merepotkan kalian untuk mengantarku pulang"
Ikhan"Kan rumah kita searah"
Shinwu"Iya rumah pak kepsek juga searah dengan kita,jadi rai pulangnya bisa barengan kita.kan rai?"
Sedangkan orang yang di tanya hanya diam dan mengangguk saja tanpa mau menjawab pertanyaan dari shinwu.
Ikhan"Kau betul berpikir kalau orang itu adalah pembunuhnya?"
Shinwu"Nga mungkin lah"
Shinwu"Melihat sekolah yang memperbolehkan kita pulang lebih awal,ku rasa ada sesuatu yang tidak beres".
Ikhan"Itu kan kasus pembunuhan dan sekolah kita tidak seperti sekolah-sekolah yang lainnya dan pak kepsek kita juga. Aku yakin pak kepsek memulangkan kita dengan cepat ini demi kebaikan kita"
Yuna"Kan itu kasus pembunuhan kan wajar kita di pulangkan dengan cepat.Apalagi sekolah kita dekat dengan kejadian perkara"
Yuna"Kalau memang orang yang kemarin adalah pembunuhnya..."
Yuna pun berhenti untuk melanjutkan kata-katanya dan kembali mengingat kejadian kemarin yang hampir membuatnya terbunuh kalau tidak ada shinwu dan yang lainnya yang menolongnya.
Shinwu,Ikhan & Rai hanya memandangi Yuna yang terlihat khawatir dan takut lantaran kejadian kemarin yang di alami oleh nya.
Yuna"Bisa saja kan korbannya kemarin bukan orang yang meninggal itu,tapi melainkan adalah.."
Ikhan"Ayo lah yuna.Tidak mungkin kan bahwa orang itu sebagai pelakunya?kau kemarin kan juga melihatnya dia itu bukan apa-apa bagi shinwu"
Shinwu"Betul,kau tenang saja kami akan terus mengantarmu pulang sampai pelakunya tertangkap.Jadi kau jangan khawatir terus"
Ikhan"Itu ide yang bagus,kita berdua sama-sama mengenal shinwu.Kau ingatkan shinwu juga lah yang sering menjaga kita dari kecil dari orang-orang yang berniat jahat"
Yuna"I-iya itu memang betul.Tapi kalau memang benar orang yang kemarin yang membunuhnya ?!"
Ikhan"Jangan khawatir toh yang menendangnya kan shinwu jadi kalau dia dendam dengan kita iyu urusannya dia dan shinwu"
Shinwu"Kau benar saat ini aku lah yang paling dalam keadaan bahaya. Eh ikhan memangnya harus begitu!!!"
Ikhan"Aku juga akan kecipratan bahaya oleh mu kan kamu yang menherangnya pakai tong sampah kemarin.Tapi itu jauh lebih baik dari pada yuna dalam bahaya"
Shinwu"Betul,yuna tidak boleh ada dalam keadaan yang membahayakan!!"
Yuna pun hanya tersenyum melihat teman-temannya yang terus melindunginya dan dia juga merasa bersyukur memiliki teman yang begitu perduli padanya.
Yuna"Terima kasih semua"
Shinwu"Oke mari kita ke warnet semuanya!!"
Ikhan"Shinwu ko kamu dengan mudah nya melupakan keadaan kita yang dalam bahaya"
Shinwu" Ini kan masih pagi dan kita main sejam mungkin tidak bahaya kan?!"
Ikhan"Aku jadi kehabisan kata-kata"
Shinwu"Aku akan mengajari kalian berdua cara main gamen akan aku buat kalian menjadi pro dalam bermain gamen"
Ikhan"Hee shinwu sadar diri lah.Jangan sampai anak-anak yang lain meledek kau mainnya payah.Dan pada akhirnya malah berantem"
Shinwu"…………"
Rai"………"
Di sebuah gedung yang tinggi ada dua orang misterius itu yang sedang duduk dan memerhatikan keadaan sekitar.
Pirang"Apa-apaan?Tidak ada petunjuk sedikit pun mengenai peti mati yang kita cari"
Gemuk"Kita tidak cocok mendapatkan tugas pengejaran seperti ini.Kalau vampir itu makan semua orang di gedung,dan pada saat itu juga kita akan mendapatkan petunjuk.Mau seperti itu saja?"
Pirang"Lupakanlah kita tak perlu melakukan itu.Kita akan mendapatkan perintah lain,sementara kita terus disini."
Saat si pirang sedang memerhatikan sekitar dan tanpa sengaja dia menemukan sesuatu.
Pirang"Sementara itu.Aku mungkin menemukan sesuatu yang jauh lebih menarik"
Gemuk"Apa itu?"
Pirang"Itu.Seragam yang orang-orang kenakan itu terasa familiar kan?"
Gemuk"Itu seragam yang sama dengan bocah tempo hari.kik kik kik kik kik"
Pirang"Mungkin si bodoh yang bersembunyi dalam got itu,sudah memberikan kita mainan"
Di dalam sebuah terowongan atau got di bawah jalan,tempat yang gelap dan sembab terdapat seorang laki-laki yang tenggah bersembunyi tuk menghindari matahari.
Vampur"Sialan,sinarnya..membuatku sakit"
Dia terus mengumpat dan kembali mengingat kejadia kemarin yang membuatnya kehilangan mangsa pertamanya lantara ada seorang anak laki-laki yang datang menolongnya.
Vampir"Akan aku bunuh kau!!"
Setelah tiba di warnet aura yang di keluarkan oleh rai begitu serius yang dapat membuat teman-temanya merasa cangung.
1 jam sebelumnya
Yuna"Rai kenapa kau tidak menyalakan komputemu?"
Ikhan"Oh kemarin juga rai hanya melihat kami main"
Yuna"Serius,jadi hari ini rai juga harus main"
Shinwu"Dia nga boleh jadi penonton lagi kali ini"
Ikhan"Rai,aku akan mengajarimu untuk bermain bersama kami agar kau tidak hanya menunggu kami bermain"
Ikhan pun mengajari rai cara menggunakan komputer agar dia tidak hanya duduk menunggu mereka selesai bermain.
Ikhan"Kamu sudah melihatnya kan sekarang ayo bermain"
Shinwu"Wah rai kau terlihat sangat keren"
Ikhan"Kau tekan bagian ini untuk mengerakannya,seperti ini.Setelah itu kau putarkan mouse mu dengan tangan kanan dan kau akan melihat perubahannya"
Ikhan"Tombol kiri mouse ini untuk menyerang.Saat kamu melihat musuh,langsung saja tembak saat dia berada di palang yang berwarna merah itu"
Saat ikhan dengan seriusnya mengajari rai tiba-tiba shinwu datang menghampiri mereka lalu mengajak bermain bersama.
Shinwu"Hei ayo kita bermain,aku akan mengajari rai sesi main dengan betulan satu vs satu"
Ikhan"Memangnya kau siapa?sok ngajarin orang.Rai juga nga terlalu mengerti mengenai gamen komputer,jadi dia harus diajarin terlebih dahulu agar dia mengerti"
Shinwu"Jangan terlalu khawatir.Cuman mendengarkan penjelasan itu tidak terlalu membantu sama sekali,Kamu bisa mengajarinya sambil praktek.
Di permainan mode ini,kau akan lebih jago setelah mati berkali-kali"
Ikhan"E-eh?"
Yuna" Shinwu baik-baik ya ajarin rai"
Shinwu"Tenang aku akan memberikannya pelajaran yang paling bagus"
Saat loading masuk ke dalam gamen mereka pu memulai permainannya dengan shinwu melawan rai.Saat orang yang di perankan oleh shinwu sedang mengumpat di balik tembok sambil bersembunyi melihat target yang sedang mendekat.
Saat sang target lengah dari arah belakang shinwu pun keluar dari tempat persembunyiannya dan langsung menembak target dengan membabi buta tanpa ampun.
Ikhan"Hei shinwu!! kau mengalahla sedikit pada rai!"
Kejadian itu pun terus berulang-ulang hingga beberapa kali dan target yang selalu tertembak itu adalah milik raijel.
Shinwu"Seharusnya aku melakukannya dengan satu tangan saja"
Shinwu terus mengalahkan rai dengan brutal tanpa memberikan target untuk bergerak menghindar.
Yuna"Shi-shinwu?"
Ikhan"Aiihhhh"
Shinwu"Whahahahahaha,rasakan tusukan pisau dariku"
Ikhan"Hei hentikan!"
Yuna"Shinwu masa kamu begitu pada pemain baru?!kasihan rai dia kan baru pertama kali main gamen!"
Shinwu"Aku kebablasan"
Ikhan dan yuna merasa kasihan pada rai yang terus menerus di kalah kan oleh shinwu.Dan mereka pun memikirkan sebuah cara untuk membantu rai.
Ikhan"Rai sepertinya kau harus bermain bersama yuna satu lawan satu"
Yuna"Betul,aku juga adalah pemain baru sama sepertimu"
Shinwu"Tunggu aku akan mengajari yuna dasar-dasarnya terlebih dahulu"
Kembali,rai pun kembali melawan yuna dan sama seperti sebelumnya rai pun kembali tertembak secara terus-menerus.
Ikhan"Rai dia nga pernah menembak yuna sekali pun malah dia mati dengan tragis mulu"
Tanpa mereka sadari wajah rai memerah lantaran yang di ucapkan oleh ikhan itu memang benar,dia tidak pernah melawan malah dia mati secara tragis terus.
Shinwu"Bwahahaha,rai kamu gimana?kamu sekali pun tidak pernah menembak yuna"
Ikhan & ?yuna"……………"
Shinwu"Kau ini payah sekali bahkan pada sesama pemain baru!"
Ikhan"Shinwu jangan seperti itu"
Yuna"I-iya dia nga akan langsung bisa dengan sekali main"
Shinwu"Kau lihat yuna?yuna bermain dengan bagus padahal dia juga baru pertama bermain"
Yuna"Te-terima kasih shinwu"
Shinwu"Tapi rai memang payah mainnya.Lebih susah lagi kalah berturut-turut"
Yuna"Tapi aku jadi merasa kasihan pada rai"
Shinwu"Tidak apa-apa itu kan juga kali pertamamu bermain.Bagaimana rasanya mengalahkan lawan?seru kan?"
Yuna"I-iya"
Shinwu"Hasilnya memuaskan"
Mereka terus berbisik-bisik sendiri mengenai kekalahan rai dan kemenangan yuna.Sedangkan raijel hanya terus memandangi layar monitor komputernya dengan wajah yang tersipu lantara baru pertama merasakan permainan yang di sebut gamen.