
Setelah cukup lama berlari dan sudah merasa jauh dari tempat yang tadi mereka pun memutuskan untuk berhenti lantaran sudah sangat lelah berlari.
Ikhan"hosh hosh kita istirahat dulu"
Yuna"I-iya dia nga mungkin kan mengejar kita sejauh ini?!"
Akhirnya mereka pun memutuskan untuk istirahat,saat ketiga temannya sedang ngos-ngosan lantaran berlari raijel hanya berdiri seperti orang yang tidak lari atau apapun dia tidak merasakan lelah sedikit pun.
Ikhan"Apa-apaan orang tadi,matanya sangat aneh sekali"
Shinwu"Iya kalian juga lihat kan matanya yang seperti laser itu?"
Ikhan"Shinwu,kau bicara apa.Pasti matanya yang haus darah itu kena pantulan cahaya".
Shinwu"Hmm"
Shinwu"Apapun itu,itu bukan laser yang muncul dari matanya,dia memang kelihatan tidak normal sedikit pun"
Ikhan"Yuna kau benar tidak kenapa-kenapa kan?"
Yuna"Iya,aku tidak terluka sesikit pun.Terima kasih ikhan sudah mengkhawatirkan aku"
Ikhan"Aku tidak melakukan apapun shinwu mendengar suara teriakanmu dan dia langsung bertindak segera"
Yuna"Shinwu terima kasih banyak sudah menolongku tadi.Kalau kamu nga datang,bisa-bisa aku...."
Shinwu"Sama-sama"
Saat yuna dan yang lainnya sedang mengobrol raijel hanya diam dan melihat mereka saja,tiba-tiba yuna melihat kearah raijel.
Yuna"Rai terima kasih juga yah sudah membantuku"
Shinwu & Ikhan"Rai?"
Yuna"Semua anak perempuan memanggilnya rai karna kami tidak tahu harus memanggilnya apa.Tapi kalau kamu nga suka...."
Rai"Panggil aku sesukamu"
Yuna"Baiklah,oh ya kalian sudah larut begini masih main diluar"
Shinwu"Kami habis nongkrong di warnet tadi"
Yuna"Oh,ngomong-ngomong rai kau tinggal dimana?"
Shinwu & Ikhan"Setelah di pikir-pikir...?"
Mereka semua pun terdiam lantaran tidak tahu harus mengantar kemana rai saat ini dan raijel pun baru di kota ini dan belum tahu arah jalan.
Saat semua orang diam tiba-tiba raijel teringat sesuatu
Frankenstein"Tuan,gunakan ini saat anda dalam bahaya".
Tiba-tiba raijel pun memasukan tangganya ke dalam saku baju nya dan mengambil sesuatu dan menunjukan pada teman barunya.
Semua orang bingung dengan apa yang dilakukan raijel yang dengan tiba-tiba memberikan sebuah gambar foto kepsek.
Saat shinwu dan yang lainnya melihat apa yang diberikan oleh raijel mereka pun terkejut melihat foto kepsek.
Shinwu"Ini fotonya pak kepsek kan.Kenapa bisa ada di kamu?"
Saat mereka mebalikan fotonya di situ ada sebuah tulisan 'Tolong,aku tersesat'setelah melihatnya mereka pun kembali terdiam.
Dan pada akhirnya mereka pun mengantarkan raijel pulang ke rumah pak kepsek.
Saat dirumah kepsek
Frankenstein"Bapak tidak mengira kalau di rumah bakalan ada tamu,jadi hanya ada teh saja.Jangan sungkan anggap saja sebagai rumah sendiri".
Mereka pun meminum teh yang telah disiapkan oleh kepsek sampai habis tak tersisa sedikit pun pantaran haus
Shinwu"Pak kepsek,bapak tinggal dengan anak ini?"
Frankenstein"Iya benar,bapak kenal baik dengannya jadi dia tinggal disini.Saya agak kaget melihat kalian masih bersama sampai selarut ini"
Ikhan"he he he maaf pak tadi sehabis pulang sekolah kami mengajak rai untuk ikut nongkrong di warnet"
Frankenstein"Rai?"
Ikhan"Oh ya semua murid perempuan memanggilnya rai jadi kami pun ikut-ikutan memanggilnya dengan rai juga"
Yuna"Dan rai pun setuju"
Frankenstein melihat kearah raijel yang hanya meminum teh nya dengan khidmat tanpa merasa terganggu dengan mereka yang menggobrol.
Frankenstein"Ternyata begitu"
Ikhan"Pak tadi yuna tidak ikut nongkrong dengan kami di warnet.Kami bertemu yuna saat dia dalam bahaya"
Frankenstein"Dalam bahaya?"
Ikhan"Iya pak,saat kami sedang dalam perjalanan pulang tiba-tiba kami mendengar suara jeritan perempuan dan kami pun berlari kearah suara itu dan mendapati yuna yang sedang di culik oleh seseorang pak"
Ikhan"Untungnya shinwu sampai dengan cepat disana dan langsung menyerang dan akhirnya yuna pun berhasil kami selamatkan"
Frankenstein"Wah wah dalam waktu dekat orang itu pasti akan kesulitan berjalan,Shinwu masuk ke sekolah kita dengan keahlian dalam bidang olahraga nya dan banyak sekali sekolah yang mengingginkannya.Shinwu itu berbakat dibidang olahraga,jadi...."
Ikhan"Itu juga yang kami pikirkan pak,tapi orang itu kembali berdiri setelah mendapatkan tendangan dari shinwu seolah-olah dia tak pernah merasakan apa pun"
Frankenstein"Mungkin tadi shinwu tidak menendangnya dengan keras tadi"
Shinwu"Tidak pak tadi aku menendangnyya dengan sangat keras sekali dan aku pun juga dapat merasakan tendanganku tadi dari kakiku.Tapi dia langsung bisa berdiri seperti tidak terjadi apa-apa"
Frankenstein"Dia berdiri seperti tidak terkena apa-apa?soal Taekwondo atau Hapkido,Shinwu sudah tak ada lawan sepantarannya.."
Ikhan"Mata dan gigi orang itu seperti mata dan gigi binatang buas,wajahnya begitu pucat seperti orang yang sakit parah dan dia sangat kurus dan begitu menyeramkan..."
Shinwu"Ikhan benar pak,mata orang itu seperti sinar laser"
Yuna"Shinwu tak usah bicara ngawur"
Ikhan"Untungnya yuna selamat dan kami pun berlar menjauh setelah shinwu berhasil merobohkannya"
Frankenstein (Bagaimana kalau...)
Shinwu"Pak"
Frankenstein"Ya shinwu?"
Shinwu"Bapak sebaiknya memberikan uang jajan pada rai untuk makan siang kalian kan tinggal serumah"
Frankenstein"Ah makan siang?Ma-makan siang apa?"
Shinwu"Waktu pertama dia masuk sekolah lebih awal selesai kan? tapi hari itu aku yang mentraktir dia makan"
Frankensrein pun terkejut setenggah mati setelah mendengar ucapan shinwu yang menyuruhnya memberikan uang jajan pada raijel.
Shinwu"Aku sedang bokek soalnya"
Frankenstein hanya terdiam lantaran begitu terkejut mendengar penuturan dari shinwu dia juga berkeringat dingin dan berdiri pun dengan keadaan yang gemetaran .
Frankenstein"A-apa yang telah aku lakukan..?
Frankenstei memerhatikan raijel yang sedang duduk meminum teh dengan wajah tegang dan di penuhi oleh keringat.