
Secara kebetulan disekitar tempat itu ada shinwu,ikhan dan raijel mereka juga sedang jalan pulang habis dari warnet main gamen.
Shinwu"Bah,kenapa aku nga bisa menang sekali pun?"
Ikhan"Kau ini lucu,apakah kau pikir kau bisa menang dariku!"
Shinwu"Terserah kau lah"
Ikhan"Raijel nanti kamu main juga ya"
Shinwu"Kok kamu kuat si duduk menonton kami yang main gamen berjam-jam pula,aku bisa ko ajarin kamu untuk main gamen"
Ikhan"Yang serius?kau yang suka emosian begitu?!"
Tiba-tiba terdengar suara teriakan seseorang dari arah lain dan itu membuat mereka yang sedang asyik menggobrok langsung terkejut.
"Ahhhhhhhhhhh"
Ikhan"Su-suara apa itu tadi?!"
Saat ikhan bertanya dan melihat kearah samping dan dia tidak mendapati shinwu
Sedangkan shinwu sedang berlari dengan cepat kearah suara tadi lantaran dia merasa familiar dengan suara teriakan itu.
Shinwu"Suara itu ....Yuna!!!"
Saat shinwu sampai dilokasi dia mendapati yuna yang sedang di tarik oleh seorang laki-laki.Shinwu pun langsung bergegas untuk menyelamatkan yuna dari orang itu
Shinwu"Sialan kau!!"
Shinwu terus berlari kearah yuna dan seorang laki-laki yang berniat jahat kepada yuna dan langsung menendangnya dengan keras dari arah samping.
Braaakhhh
Terdengar suara seperti benda jatuh saat orang tersebut menabrak dinding dibelakangnya.
Drap drap drap drap
Ikhan"Yuna!Kau tidak kenapa-kenapa kan?"
Yuna"Iya"
Ikhan pun membantu Yuna untuk berdiri dan shinwu menatap yuna dengan tatapan khawatir, saat ikhan melihat melihat tatapan shinwu untuk yuna ikhan pun kembali menenangkan shinwu.
Ikhan"Shinwu kau tenanglah,sekarang yuna sudah baik-baik saja"
Shinwu"Oke,hati-hati"
Saat shinwu dan ikhan sibuk membantu yuna raijel hanya berdiri diam tanpa suara memerhatikan laki-laki yang berniat jahat terhadap yuna.
Shinwu"Dia itu siapa?Aku yakin tadi aku memukulnya dengan sangat keras"
Tiba-tiba orang yang di pukul oleh shinwu kembali berdiri dan menatap tajam kearah mereka yang membuat mereka terkejut melihatnya.
Saat ikhan melihat mata orang itu dia berteriak lantaran takut melihat warna mata orang itu.
Ikhan"Apakah dia akan menembakkan sinar laser dengan matanya?!"
Yuna"Shinwu aku rasa ini tidak benar"
Orang yang menangkap yuna itu layaknya seperti bukan manusia,tubuh yang kurus,tinggi,pucat,memiliki mata merah layaknya laser.Orang itu bak seorang vampir yang haus darah.
Yuna"Aku setuju dengan Ikhan"
Shinwu pun juga merasakan hal yang sama dengan Ikhan dan yuna dia merasakan keanehan pada orang itu jelas-jelas tadi ia menendang orang itu dengan sangat keras menggunakan kekuatan penuhnya dan sekarang orang itu bersiri seakan-akan dia tidak merasakan apapun saat ditendang oleh shinwu.
Spontan shinwu melihat kearah samping dan mendapati tong sampah yang penuh dan juga berat dan dia pun menggambilnya dan mengangkatnya untuk di lemparkan kearah orang itu.
Setelah melemparkan tong sampah itu kearahnya dia pun langsung kabur dan menarik tangan yuna agar ikut lari dengannya.
Shinwu"Kabur"
Saat semua orang sudah lari raijel hanya berdiri dan terus memandangi orang itu tanpa ekspresi apapun diwajahnya.
Saat shinwu menoleh kearah belakang dia mendapati raijel yang sedang berdiri diam ditempatnya dan dia pun kembali untuk menjemput raijel.
Shinwu"Kau ngapain masih berdiri saja di sini?ayo cepat kita lari keburu dia bangun nanti"
Saat shinwu menarik raijel untuk ikut kabur dia tidak bergerak sedikit pun dan itu membuat shinwu kesal.
Shinwu"Ya tuhan ayok cepat kita kabur!"
Ikhan"Eh kita tinggalkan saja dia disana bersama orang itu?"
Yuna"Ma-maaf"
Shinwu"Semuanya diam dan cepat lari!"
Tiba-tiba orang aneh itu pun terbangun dan melihat kearah tempat shinwu dan teman-temannya berdiri tadi sudah tidak ada orang lagi.
Dan dua orang misterius itu pun kembali muncul dari dalam kegelapan dan menghampiri orang aneh itu
"Menarik"
Pirang"Kami datang untuk berjaga-jaga saja,tapi kami tidak mengira akan melihat sesuatu hal yang menarik disini".
pirang"Meski dia lemah karna sebelumnya dia belum makan apapun sejak dia terbangun,anak itu tetap saja luar biasa.Aku tidak menyangka dia bisa dengan mudahnya mengalahkanmu"
Gemuk"Orang ini benar-benar tidak berguna"
Pirang"Apa boleh buat,kelihatannya gerakan anak tadi bukan gerakan yang sembarangan"
Gemuk"Ya tetap saja,dia telah dikalahkan oleh bocah kecil itu tadi"
Gemuk"Sepertinya begundal tetaplah begungdal,dia telah melepaskan kesempatan emas"
Dua orang misterius itu terus menerus menggata-ngatai dia pecundang dan itu membuatnya marah dan menginggat kembali wajah shinwu dan temannya.
Saat si pirang tanpa sengaja melihatnya yang sedang menggertakan giginya karna marah tidak bisa mendapatkan mangsa gara-gara shinwu.
Pirang"Tas sekolah?berarti anak itu masih sekolah?"
Gemuk"Pergi periksa tas itu kau harus tahu orang yang telah mengalahkanmu"
Orang aneh itu pun berjalan dan terus mendekati tas milik shinwu yang ketinggalan tadi saat menyelamatkan yuna.
Orang aneh itu pun mengambil tas milik shinwu dan mengeluarkan semua isi tas tersebut dan dia mendapati sebuah buku berjudul 'jurus membentuk tubuh' dan buku tentang olah raga lainnya.
Ketiga orang itu pun hanya terdiam dan tidak mengeluarkan kata apapun setelah melihat semua isi tas yang berisikan buku olahraga