
Setelah berhasil telah menyelamatkan shinwu dan yang lainnya mereka pun juga telah mengantar mereka ke rumahnya masing-masing dengan selamat.Setelah mengantarkannya mereka berdua pun pulang ke rumah nya sendiri.
Saat raijel tengah berdiri dan menikmati pemandangan di malam hari tiba-tiba frankenstein pun datang dan melaporkan sebuah informasi kepadanya.
Frankenstein"Mereka bertiga kini sudah selamat sampai dirumah.Karna khawatir,shinwu dan ikhan pun tidur di rumah yuna.Aku juga telah memastika kalau ada polisi yang berpatroli dekat rumah yuna,karena kasus penculikan yuna sudah benar-benar terjadi.
Para murid untungnya tidak apa-apa.Shinwu memang tergores,tapi itu cuman luka ringan.Kelihatannya mereka tidak berniat untuk membunuh para murid.Kalau mereka yang turun tangan sendiri,Para murid takkan bisa selamat.Tuan,meski hanya sedikit aku merasakan bahwa energi mereka tidakla normal,terasa halus tapi.."
Raijel"Kau benar.Itu karena mereka bukan bagian kaum mana pun."
Frankenstein"Apa maksud anda tuan?"
Raijel"Itu yang ku rasakan dari mereka"
Frankenstein"……………"
Mereka pun kembali terdiam dan frankenstein pun tak melanjutkan pembicaraan mereka dan terus memandangi pungung rai yang tengah berdiri memungungginya.
Seedangkan di sebuah salah satu gedung yang tinggi terdapat dua orang yang tengah duduk dan saling menggobrol untuk menghidupkan suasana.
Pria bertopi"Bagaimana lukamu?"
Pirang"Tidak tersembuhkan seperti seharusnya.Kurasa kekuatannya menghambat kekuatanku untuk menyembuhkan diri."
Pria bertopi"Siapa mereka?!"
Pirang"Aku tidak tahu,tapi ada sesuatu yang mengangguku"
Pria bertopi"Apa itu?"
Pirang"Kau bilang,tubuhmu bergerak sendiri oleh satu kata darinya bukan?"
Pria bertopi"Benar.Tubuhku bergerak mengikuti ucapannya.Seakan-akan tubuhku ini bukan milikku sendiri"
Pirang"Aku jadi berpikir kau juga punya kemampuan seperti itu,kekuatan untuk mempengaruhi pikiran orang lain."
Pria bertopi"Tidak mungkin.Maksudmu,dia bisa mengendalikan pikiranku?Mustahil,tersambung dengan pikiran orang kain saja sudah jadi beban berat.Apa yang telah ku lakukan selama ini tidak mampu untuk mempengaruhi pikiran sama sekali.
Dan itu cuman mungkin saat energi seseorang orang sedang rendah.Tapi untuk mengendalikan pikiran orang itu tidak mungkin."
Pirang"Ada cerita populer yang beredar di kalangan manusia.Di katakan vampir bisa mengendalikan pikiran dan menghipnotis pikiran manusia untuk memangsanya."
Pria bertopi"Itu hanya sebuah karangan manusia"
Pirang"Sebagian karangan itu sebetulnya nyata adanya"
Pria bertopi"Menurutku kau terlalu berlebihan menanggapi kejadian hari ini!"
Pirang"Kau juga bisa mengendalikan mereka yang darahnya kau hisab habis.Mereka lah sumber dari kemampuanmu.Tak aneh kalau mereka juga punya kemampuan yang sama."
Mendengar penuturan dari sahabatnya itu pria bertopi hanya mendengarkan dan tak lagi menanggapin perkataan temannya.
Pirang"Lebih lagi kalau memang keduanya yang di sebut 'Yang termulia' sang penguasa kaum mereka."
Pria bertopi"Haruska kita melaporkan ini?Kemunculan orang yang berkemungkinan adalah kaum termulia di daerah ini,adalah informasi yang penting"
Pirang"Tidak.Itu tidak perlu kita lakukan lagi"
Pria bertopi"Kau ini.Orang-orang di atas takkan melepaskan kita kalau mereka tahu kita tidak melaporkan info seperti ini."
Sementara di kejauhan muncul dua sosok baru lagi sama seperti mereka yang mungkin menjalankan misi sama.
"Sedang apa mereka berdua disini,tanpa melaporkan kejadian apa pun."
Tiba-tiba salah seorang dari mereka berdua melemparkan sabatang rokok yang di hisab habis sebelumnya.
"Mereka sungguh menyebalkan"
Keesokan harinya saat shinwu baru saja terbangun dari tidurnya dan mendapati yuna dan ikhan sedang menggobrol.
Ikhan"Ibumu sudah pergi berkerja?"
Yuna"Iya"
Shinwu"Sepertinya saat kita datang rame-rame kesini kemaren,beliau kaget yah?"
Yuna"Awalnya ibuku kaget saat kamu bilang mau nginap disini,tapi beliau langsung ingat saat dia masih muda dulu.Jadi dia suka kok"
Shinwu"Ya dari dulu sampai sekarang,aku dan ikhan sering bergantian menginap,tapi tidak dengan yuna kan?"
Ikhan"Itu karena kita dulu masing kecil"
Yuna"Makasih ya sudah tidak menceritakan apapun pada ibuku.Menurutku dia seharusnya di beritahu,tapi dia pasti akan sangat khawatir."
Melihat ekspresi yuna yang bergitu tertekan dan ketakutan ikhan dan shinwu pun berusaha untuk menghiburnya agar dapat melupan kejadian kemarin.
Shinwu"Tapi bukankah ini asyik?kita nga harus kesekolah.Kita dapat izin untuk bolos sekolah"
Yuna"Tadi pak kepsek langsung menelfon ibuku"
Shinwu"Tapi ini membosankan juga.Kira-kira apa yang dilakukan rai saat ini?"
Yuna"Dia pasti sedang istirahat"
Shinwu"Kita telpon rai saja bagaimana?Kita bertiga saja bosan apalagi dia yang sendirian"
Ikhan"Aku tak punya nomor teleponnya rai.Tapi tunggu,memangnya dia punya ponsel?"
Yuna"Ah aku nga tahu"
Shinwu"Selalu ada jalan"
Shinwu pun menelpon ke nomor kepsek dan menanyakan mengenai keberadaan rai.
Shinwu"Pak kami main kerumah rai yah.Selamat pagi pak."Klik
Frankenstein"(Dia ucapkan apa yang dia mau,lalu dia menutup teleponnya…………?"
Guru park"Apa ada yang tidak beres pak?"
Shinwu tidak tahu kalau saat dia menelpon frankenstein sedang ada di ruang rapat bersama para guru yang lainnya.Dan karna kelakuan shinwu dan yang lainnya yang menutup sambungan telpon secara sepihak yang membuat frankenstein merasa jengkel lantaran dia berpikir telah terjadi sesuatu yang membahayakan padanya.
Oke mari kita pindah ke tempat lain.Saat dua orang yang frankenstein lawan sedang duduk di atap sebuah gedung tiba-tiba dari arah belakang ada sebuah suara yang menginstrupsikan meteka yang membuat mereka terkejut.
Saat membalikkan badan mereka kearah sumber suara mereka kembali terkejut lantaran mengenalnya.
"Ketemu juga"
Dua orang.Satu laki-laki dan satu perempuan datang menghampiri mereka berdua.
"Kalian duduk-duduk disini dengan tenang ya?Kalau begitu aku minta maaf,sudah menganggu waktu luang kalian."
"…………"
Pirang "Kenapa kalian berdua ada di sini?"
"Jadi kami datang jauh-jauh kesini karena kalian berdua,yang tampaknya sedang santai-santai?"
"M21,M24"
Ting Tong Ting Tong
Terdengar suara bel rumah yang terus berbunyi pertanda ada tamu dan tiba-tiba di layar monitor sambing pintu terpampanglah wahah shinwu dan yang lainnya yang sedang menyuruh untuk di bukakan pintu.
Sedangkan orang di balik pintu tidak tahu cara membukanya bagaimana dan hanya berdiri diam memandangi pintu dan layar monitor.
Shinwu"Rai buka pintunya ini kami!Kami datang khusus untuk kamu!"
Rai"…………………"
Shinwu"Rai?kau ngapain cepat buka pintunya!"
Rai"……………"
M21"Apa yang kalian lakukan disini?"
"Kenapa kami ada disini?itu karena mereka yang dikirim untuk menyelidiki peti mati yang hilang tidak melakukan apapun,Jadi mereka harus melakukan sesuatu.Jadi mereka memutuska untuk mengirim kami karena kami sedang ada didekat sini.
M21 kenapa kami harus membereskan urusanmu?"
Si wanita"Sampai sini kami mendengarkan hal-hal yang menarik.Jasad yang darahnya habis hampir tak tersisa,dan satu kasus mistetiu lain yang terjadi tepat setelah...."
"Hei M24 kamu yang memangsa dia kan?kamu tak boleh memangsa apapun cuman karena kamu lapar.Kalian juga tak lakukan apapun yang diperintahkan pada kalian,malah kalian buat kekacauan."
Si wanita"Kalian kan tahu orang-orang diatas tak suka terjadi keributan apapun"
M24"Kami berhasil menangkap orang yang mengambil peti mati itu.Tapi kami tak berhasil menemukan petinya,jadi..."
"Eh kamu bilang apa?kamu menghisab darahnya untuk menemukan peti mati itu?"
M24"(Sial aku keeceplosan)"
M24 atau lebih tepatnya pria bertubuh besar dan memakai topi itu pun gelagapan lantaran sudah di ketahui dan memandang kearah M21 untuk mendapatkan solusi.
"M24,apa hubungannya itu dengan tindakan mu memangsa karena kamu lapar?memangnya kamu bisa dapat informasi setelah meminum datahnya hah?"
M24"………………"
Tiba-tiba M21 pun berbicara untuk membatu M24 yang terpojokkan.
M21"Kami cuman ingin menggunakannya untuk menemukan peti mati itu.Kalau dia pergi mencarinya,anak buahnya mungkin akan muncuk,dia terhitung pun sudah tamat jadi kami merasa itu bukan masalah."
"Cih kamu kira itu rencana yang bagus?Meski begitu untuk ini kalian takkan bisa berkelit untuk disalahkan"
Si wanita pun merasa heran saat melihat luka dari lengan M21.
Si wanita"M21 luka apa itu yang ada di lenganmu?"
M21"Saat berusaha mencari peti mati,kami bertarung dengan orang-orang yang tidak di kenal."
Si wanita"Ada info tentang mereka?"
M21"Sejauh ini belum ada yang jelas.Saat itu kami di serang oleh 10 orang dan mereka semua amat terlatih"
Mendendar M21mengarang cerita M24 pun menyeringai dan ikut menimpalinya agar mereka semakin percaya dengan cerita mereka
"Jadi seperti dugaan kita pihak lain pun muncul.Tapi mereka mengirimkan unit yang dihancurkan oleh barang belum jadi seperti kalian,meski tahu mereka kita bisa telusuri organisasi seperti apa itu mereka tak sulit untuk kita hadapin.Kita bisa bersihkan mereka dengan mudah."
Mendengar perkataan mereka yang menghina kinerjanyaa dengan M21 dia pun langsung mengepalkan tangannya lantaran marah tapi untuknya M21 melihatnya dan memegangi pungungnya sembari untuk menenangkannya.
M21"Tenanglah"
Mendengar perkataan M21 yang menyuruhnya untuk tenang dia pun berusaha untuk mengendalikan emosinya.
Tiba-tiba ponsel frankenstein pun kembali berdering lantaran ada panggilan masuk dan dia pun mengangkatnya.
Polisi kim"Pak kepala sekolah sudah lama kita tak berbicara.Saya kim dari kantor polisi ooo.Seorang tetangga bapak melaporkan adanya gerombolan mencurigakan disekitar rumah anda.Kami sudah menggirimkan mobil patroli dan menahan mereka semua.Tapi tersangka bersikeras mengenal anda dan berkata mereka bukan pencuri."
Melihat wajah tak senang dari kepsek kembali guru park pun bertanya.
Guru park"Pak,anda kelihatan tak sehat tiap kali mengangkat telepon.Apakah semuanya baik-baik saja?"
Polisi kim"Mohon jangan terkejut.Ternyata mereka adalah murid-murid anda dan tentu saja hari ini bukan hari jadi sekolah.Kami pikir ini adalah perampokan terencana oleh murid-murid yang berupaya mendobrak masuk rumah kepseknya."
Sedangkan frankenstein hanya dian dan mendengarkan tanpa mau menyahuti perkataan dari polisi kim.
Frankenstein"……………"
Polisi kim"Oh satu lagi,begitu tetanggan anda yang menelpon kami itu tahu bahwa itu rumah kepsek SMA YE RAN,dan dia ingin tahu apakah akan dapat hadiah atas perbuatannya.Apakah memang ada hadiahnya pak?"
Frankenstein"……………"
Frankenstein terus diam dan hanya mendengarkan sampai sambungan telepon pun terputus.
Di tempat lain lebih tepatnya di rumah kepsek shinwu dan yang lainnya akhirnya bisa masuk ke dalam rumah.
Shinwu"Aduh kuncian pak kepala polisi terasa masih sakit saja.Rai kok bisa sih kamu nga tahu cara membuka pintu?memangnya kamu selama ini tinggal dimana?"
Ikhan"Shinwu benar kamu sekarang sudah tinggak disini dan itu kan merupakan hal yang sangat serius"
Shinwu"Yang penting masalahnya sudah selesai.Jadi...Ikhan kamu sudah siap?"
Ikhan"Oke siap"
Brukkkkk
Tiba-tiba ikhan langsung mengeluarkan sebuah tas besar yang berisikan 4 buah leptop dengan segala peralatan untuk main gamen.
Ikhan"Rai kami bawakan ini khusus untukmu!Polisi tadi makin curiga gara-gara barang ini"
Rai hanya memandangi benda-benda yang ada di atas meja dengan tatapan bingung.
Ikhan"Ingat gamen yang waktu itu?main dengan leptop memang lebih sulit,tapu ini lebih dari cukup untuk kita senang-senang.Rai hari ini juga kamu harus lebih hati-hati"
Tiba-tiba rai pun berdiri yang membuat ikhan dan yang lainnya terkejut lantaran dia langsung berdiri dengan tiba-tiba setelah ikhan menyelesaikan ucapannya.Saat rai berdiri dan memandang kearah shinwu dan yang lainnya dia pun tersenyum miring.
Shinwu"Ya ampun!dia tersenyum?"
Ikhan"S-sepertinya.Rai kamu sudah berlatihkan?!"
Ikhan pun kembali terkejut dan langsung berdiri dengan menunjuk kearah rai yang tengah berdiri.
Shinwu"Wahh sungguh?bagus! ayo segera siapkan dan mari kita lihat seberapa besar kemajuannya."
Ikhan"Yuna,hati-hati yah"
Mendapati perkataan seperti itu dari ikhan yuna pun menanggapinya dengan tersenyum saja.
Sedangkan di tempat lain khususnya di atas gedung yang tadi masih berdiri 4 orang yang berbeda tapi dengan misi yang sama yaitu mencari peti mati yang telah menghilang.
"Informasimu itu tak ada nilainya!haruskah aku mendapatkannya sendiri?kami akan lihat-lihat di daerah sekitar sini."
Dua orang baru datang itu pun langsung bergegas pergi meninggalkan tempat itu.Sebelum mereka benar-benar jauh salah satu diantaranya pun kembali bertanya
"M24 dimana orang yang sudah kau hisab?"
M24"Nga tahu.Dia ku perintahkan untuk tak lagi buat masalah.Jadi dia mungkin ada di pusat darah rumah sakit atau merangkak-rangkak di tempat yang gelap."
"Hmm sebentar lagi gelap,dia pasti akan keluar"
Mereka pun langsung menghilang dari tempat itu dan meninggalkan M24 dan M21.
M21"Dimana dia sebenarnya?"
M24"Seperti yang ku ucapkan tadi.Mereka akan langsung tahu kalau aku berbohong.Aku memutuskan hubunganku dengannya sebelum mereka datang,jadi mereka tak akan bisa melacak keberadaan si vampir itu juga akan lebih sulit untuk mengendalikannya."
M21"Kita tak bisa apa-apa soal itu,kita tak boleh memperlihatkan kekuatan mereka.Mereka tak perlu tahu makhkuk tak sempurna seperti kita juga telah memiliki kekuatan.Kekuatan ini cuman efek samping,tapi....?"
Saat frankenstein pulang dia melihat rumah yang begitu gelap dan tak seperti memiliki kehidupan
Frankenstein"Aku pulang.Eh?Kenapa lampunya dimatikan."
Saat frankenstein berjalan masuk dan ingin menyalakan saklar lampu tiba-tiba dia melihat raijel yang tenggah berdiri dengan aura yang begitu suram.
Frankenstein"Tuan,anda ada di rumah?ku kira kau pergi bersama anak-anak.Maafkan saya,saya terlambat karena mengurus beberapa hal."
Frankenstein"Tuan? (Apa itu?Energi kegelapan apa itu?begitu luar biasa!!Apa yang terjadi sampai-sampai dia kelihatan begitu sedih?)"