NOBLESSE

NOBLESSE
04



Malam harinya


"Mustahil!! A-apa yang terjadi?! Aku meninggalkannya tepat disini.."


"......."


"Aku serius.Beberapa hari yang lalu masih disini..."


"Tak ada yang boleh tahu soal ini"


"Berikan aku waktu,dan aku akan.."


"Bolehkah dia ku makan?"


"A-apa?!Kumohon!Biarkan aku hidup jangan lakukan itu"


"Terserah kau"


Khrrrr


Kraaakk


"Kita punya masalah.Aku kira ini akan pindah,Karena kita sudah menyembunyikan peti matinya.Tapi ini malah jadi menyusahkan kita.Peti matinya terlihat istimewa sebaiknya aku tetap disini dan mulai menggalinya".


"Haruska aku membereskan ini semua ?"


"Tidak,biarkan saja para petinggi takkan suka kalau masalahnya menjadi ramai"


Dua orang misterius sedang mendiskusikan mengenai peti mati yang telah menghilang dari apartement yang kosong tersebut,Sedangkan ada satu orang yang bertugas untuk mencari dan menyembunyikan peti mati itu.


Dan ke dua orang misterius itu kelihatannya bukan seperti manusia pada umumnya,yang satu bertubuh kecil dan tinggi ia memiliki bekas luka di bibirnya sedangkan yang satunya lagi memiliki tubuh yang gemuk .


Mereka memiliki mata yang berwarna merah dan menggeluarkan sinar layaknya laser serta memiliki gigi yang runcing layaknya vampir.


Salah dari dua orang misterius atau yang memiliki tubuh yang lebih berisi mengigit orang yang telah menyembunyikan peti mati menjadi seperti mayat yang tak memiliki darah ditubuhnya lagi.


"kik kik kik jadi kita biarkan saja"


Saat disekolah:


Ting tong ting tong


Bel pertanda jam istirahat dan semua murid sibuk dengan membereskan semua alat-alat tulis mereka dan ada juga yang sedang menggobrol bersama dan ada juga yang keluar dan menuju kantin untuk mengisi perut.


Shinwu"Oh sudah waktunya jam makan siang"Sambil mengguap lantaran ia tertidur selama jam pelajaran berjalan


Shinwu"Hei anak baru,sekarang kan sudah jam makan siang dan kenapa kau tidak ke kantin untuk makan?"


Shinwu bertanya kepada raijel anak pindahan dan raijel hanya melihat shinwu tanpa berbicara sedikit pun.


"Kau nggak makan?dan kau juga tidak membawa makanan?"


Dalam hati shinwu (Dia tidak membawa apapun sama sekali?sungguh")


Shinwu"Kau juga tidak membawa uang jajan?nga bawa tas,buku,uang.Kau ini lebih parah dariku ternyata paling ngga aku membawa tas dan uang jajan"


Shinwu"Ayok ikut aku ke kantin kita pergi makan biar aku yang mentraktirmu"


Shinwu mengajak raijel untuk pergi kekantin pantaran dia kasihan pada murid baru yang tidak bawa uang sepersen pun dan tiba-tiba anak yang berkacamata memanggil namanya dengar suara yang lantang.


Ikhan"Shinwu Han!Tunggu!!"


Shinwu pun terkejut mendengar namanya di panggil dan secara otomatis memberhentikan langkah kakinya dan membalikkan badan sambil melihat ikhan anak berkacamata yang memanggilnya barusan.


Ikhan"Aku juga ikut!"


Shinwu"Jangan bilang kau juga tidak membawa uang jajanmu?!"


Ikhan"Do-dompetku ketinggalan dirumah jadi aku tidak membawa uang sepersen pun"


Shinwu"Ya sudah ayok biar sekalian ku traktir kalian berdua".


Mereka bertiga pun berjalan keluar kelas menuju kekanti tanpa menunda-nunda lagi


Kantin


Saat mereka masuk terlihat kantin yang begitu luas dan semua kursi sudah terisi oleh siswa siswi yang datang untuk makan.


Saat mereka jalan masuk ke dalam kantin banyak orang yang melihat kearah mereka bertiga sambil membicarakan mereka atau lebih tepatnya raijel.


Dan saat di stand makanan shinwun pun mencari menu makanan setelah memutuskan untuk makan apa dia pun berteriak ke pemiliki stand untuk memesan.


Shinwu"Bibi!!Minta mie Ramyeon nya tiga porsinya yang banyak yah"


Setelah memesan makanan mereka bertiga pun pergi mencari meja yang kosong,dan semua murid perempuan masih terus melihat kearah mereka dan terus membicarakannya.


Setelah menunggu 15 menit mie ramyeonya pun jadi dan sang bibi pemilik makanan memanggil nama shinwu dengan ikut berteriak agar menggambil makanannya.


Bibi"Shinwu makanmu sudah jadi"


Shinwu"Oke"


Saat shinwu baru tiba dan meletakkan makanannya diatas meja tiba-tiba ikhan dengan cepat mengambil porsinya sendiri dan itu membuat shinwu terkejut dan menatapnya dengan kesal sedangkan orang yang ditatap bodo amat dan memakan makanannya dengan lahap kantaran sudah lapar.


Shinwu"ini mie ramyeon untuk mu"


Shinwu memberikan seporsi mie ramyeon untuk raijel yang berada di depannya.


Shinwu"Kau belum pernah memakannya kan?kau cobain dulu ini enak sekali kau pasti akan suka"


Setelah raijel menerima makanannya dan hanya memandanginya lalu dia pun beralih menatap shinwu dan ikhan dan dia terkejut melihat sumpit yang di pegang oleh shinwu,dia menggira sumpit itu adalah alah pasung untuk kaum vampir.


Raijel"Kau kira aku akan tetjebak..?"


Shinwu"cepat makan saja"


Ikhan"Apa karena kau belum pernah makan ini"


Raijel menggambil sumpit dia memegangnya dengan tidak benar sehingga membuat sumpit itu terus bergoyang-goyang


Shinwu"Kau harus makan menggunakan ini,ini namanya kimchi paling enak dimakan dengan ramyeon"Sambik menjulurkan kimchi kearah raijel


Saat raijel telah berhasil menguasai sumpitnya dia pun menggambil sepotong mie dan mencicipi rasanya dan sekali lagi dia terkejut dengan rasanya.


Dan dia menginggat bahwa bawang putih digunakan untuk menghukum vampir yang pembangkang setelah mencicipinya dia pun berujar


Raijel"Racun"


Saat dia melihat kearah ikhan dan shinwu dengan lahap memakan mie nya dia pun berniat memakannya juga dan saat dia melihat kearah mie ramyeonnya dia pun kembali terkejut lantaran isinya bertambah


Raijel"Isinya bertambah"


Shinwu"Dasar bodoh mie nya bukan bertambah tapi kengembang lantaran sudah cukup lama kau diamkan"


Ikhan"Ayo cepat dimakan"


Malam harinya terlihat dua orang misterius itu sedanh berdiri mwmandangi tempat sekitar diatas gedung yang tinggi


Pirang"Untuk menemukan peti mati itu ternyata jauh lebih sulit"


Gemuk"Seharusnya tadi kita introgasi dulu pria tadi dari pada dia kita makan".


Pirang"Dia tak tahu apapun,jadi makanan untukmu itulah satu-satunya hal yang paling berguna untuk nya"


Gemuk"Aku setuju hahaha"


Pirang"Ini bisa menyenangkan.Aku sebenarnya tidak puas saat di beri tugas yang sederhana saja"


Gemuk"Menurutmu,siapa mwreka?"


Pirang"Siapapun mereka kita tak usah perdulikan mereka,kita lakukan seperti biasanya kita bunuh mereka semua jika menjadi penghalang bagi kita"


Gemuk".............."


Gemuk"Bagaimana dengan pria yang aku makan tadi"


Pirang"Aku dari tadi merasakan sesuatu dari tadi.Kurasa dia telah kembali sadar.Sudah 21 jam setelah dia tergigit jadi dia harus bergerak cepat untuk mendapatkan mangsa untuknya sendiri"


nguuuung


Mereka berdiri di gedung yang begitu tinggi sambil memandangi orang yang berlalu lalang


Pirang"Dia punya 3 jam sebelum tubuhnya benar-benar rusak"


Gemuk"Menurutmu apakah dia akan mendapatkan makanan dalam waktu 3 jam?"


Pirang"Dia takkan mati kelaparan,kau lihat tempat ini?cukup tenang baginya untuk mendapatkan makanan"


Di jalan ada tiga orang siswa perempuan yang baru pulang sekolah dan mereka pun berpisah di pertigaan jalan lantaran jalan pulang merela tak searah.


"Dahhh,sampai besok di sekolahnya"


"Daah juga yuna"


Setelah berpisah dengan teman-temannya anak yang bernama yuna itu pun melanjutkan perjalanan pulang menuju ke arah rumahnya sendirian.


Saat dia melewati tempat yang sepi dan agak gelap tiba-tiba dia melihat orang dari kejauhandan dia pun mendekati orang tersebut.


Yuna"Pak?bapak kenapa?"


Dia terus mendekatinya dan memanggilnya tapi orang itu tak menggubrisnya sedikit pun


Yuna"Hei...?"


Dia pun terus berjalan mendekatinya dan saat dia semakin dekat dan saat orang itu membalikkan badannya,yuna pun terkejut lantatan melihat mata orang itu bersinar layaknya laser.


Saat orang itu berdiri dan melihat kearah yuna sambil membuka mulutnya lebar-lebar dan memperlihatkan taring tajamnya yang membuat yuna ketakukan setenggah mati.


Yuna"Ahhhhhhhhhhhhhh"


Yuna pun berterian dengan sekencang-kencangnya