
Shinwu lari terlebih dahulu untuk menyerang vampir itu duluan dan langsung melayangkan berbagai macam pukulan kearahnya dan dia pun tidak menghindar atau pun melawan balik shinwu.
Saat shinwu memutar tubuhnya dan melayangkan tendangan kakinya ke arah su vampir itu dan beruntungnya tendangan dari shinwu mengenainya tanpa melakukan perlawanan sedikit pun.
Shinwu"pwuahahahah.Kau lihat sehebat itulah aku"
Ikhan"Shinwu! kamu memang yang paling hebat!"
Saat mereka merayakan kemenangan shinwu mereka tidak menyadari kalau vampir itu kembali berdiri.
Yuna"Shi-shinwu"
Shinwu pun membalikkan badannya dan mendapatin orang itu sudah berdiri dan memandang marah ke arahnya.
Shinwu"(Setiap seranganku tadi kena telak.Tapi dia bangun dan seakan-akan tidak merasakan apa-apa.Jadi kau nga mau di kalahkan dengan mudah ya?"
Shinwu pun tersenyum cengir dan melemaskan otot tangannya dan kembali berlari untuk melayangkan pukulan kearah wajahnya dan memukul perutnya dengan sangat kuat dan berniat membantingnya ketanah.
Tiba-tiba orang itu memegang tangan shinwu dengan kencang saat shinwu ingin membantingnya.Saat shinwu berusaha menarik tangannya dan kembali melayangkan pukulan padanya.
Tapi orang itu tidak melepas tangan shinwu dan membalas serangan shinwu yang membuat wajahnya tergores dan mengeluarkan darah segar.
Shinwu"(Dia seharusnya tumbang terkena serangan ke pelipis,Tapi dia membalas seranganku dan membuat seranganku gagal,Dia ini monster atau apasih?!)."
Di depan pintu masuk gudang yang baru saja di bangun terdapat dua orang yang sedang berdiri dan memandangi gudang itu dengan tatapan tajam.
Kembali ke shinwu yang tengah berusaha agar bisa melepaskan diri dari cengkraman vampir itu.
Shinwu"(Dia tidak terpengaruh dengan serangan biasa.Biar ku coba kunci dia supaya tidak bisa bergerak.)"
Shinwu pun memutar tubuhnya menjadi di belakang tubuh si vampir dan kembali memegangi tangan si vampir hingga terdengar suara patah tulang.
Kretak
Tiba-tiba si vampir itu berhasil bebas dari kuncian shinwu dan menarik keatas dan melemparnya ke depan dengan sangat keras dan menambrak dinding.
Yuna"Shinwu!!"
Shinwu"Sial"
Shinwu pun berdiri dan memegangi tangannya yang sakit lantaran di lepar dengan sangat keras.
Shinwu"(Bagaimana bisa dia melakukannya dengan posisi itu?! Dia kuat sekali,sialan!Seakan dia nga perduli tangannya kesakitan.) Hei tuan,memang tanganmu nga sakit?"
Pirang"Ternyata dia jauh lebih hebat dari bayanganku"
Gemuk"Aku tertarik sekali untuk membawanya.Aku ingin lihat,bagaimana dia akan berubah"
Pirang"Yah itu bukan ide yang buruk juga"
Tiba-tiba mereka berdua merasakan ada aura yang terpancar dari arah pintu masuk gudang yang begitu kuat berwarna ungu kehitaman.Dan mereka pun saling memandang dan memutuskan untuk menemui orang yang dengan sengaja melepaskan auranya.
"Ada yang melepaskan energinya dan terasa terbuka sekali.Siapa yang mengirimkan energi sebesar ini?"
Gemuk"Lumayan.Dia sedang menantang kita?"
Pirang"Kalau begitu sebaiknya kita pergi menemui dia"
Mereka pun pergi meninggalkan shinwu yang tengah berhadapan dengan si vampir itu dan pergi menuju aura yang terpancar itu.
Pirang"Auranya ada disekitar sini"
Tiba-tiba dari arah samping muncul frankenstein yang tengah berdiri.
Frankenstein"Pilihla.Kalian pilih mati disini atau pilih diam-diam pergi dari sini"
(Kami di bokong dia bisa saja menyerang kami tanpa bicara lebih dulu.Ini sebuah peringatan siapa yang punya energi luar biasa ini?!)
Pirang"Siapa kau?"
Raizel"Kamu tak berhak untuk menanyakan apa pun!"
(Dua makhluk yang bisa sekuat ini menekan kami,di tempat seperti ini?Kami pasti kalah)
Tiba-tiba mereka berdua pun menghilang dan berlari dengan kecepatan yang diluar nalar manusia menyerang frankenstein dan raizel.Orang yang akan menyerang frankenstein tiba-tiba merubah tangannya dan muncullah cakar-cakar yang sangat tajam.
Saat dia melayangkan ujung tangannya yang tajam kearahnya melihat itu frankenstein pun menghindar dengan mudah .
Kita pindeh ke tempat lain saat pria bertopi itu melayangkan kepalan tangannya yang besar dan berniat menyerang raizel.
"Mati kau"
Raizel pun terkena pukulan dari pria bertopi itu pun dan terjadi ledekan yang sangat besar menimbulkan debu bertebangan di area sekitar mereka bertarung.
Pirang"Ke ke ke,kena pukulan orang sekuat temanku,tamanmu itu sudah mati sekarang.Ini lebih muda dari bayanganku."
(Orang ini hebat,Tapi kami berdua bisah mengalahkannya)
Pirang"Jadi bagaimana?Ayolah,kami lebih banyak satu orang"
Tiba-tiba saat mata si pirang melihat kearah temannya dan terkejut melihat pukulan tangan dari temannya dengan mudah di tahan dengan menggunakan satu tangan saja .
"Mustahil!Bagaimana mungkin?."
Saat dia melihat mata raizel yang berwarna merah darah tiba-tiba dia pun merasakan sebuah tekanan yang sangat kuat.
Rai"Berlutut"
Brugh
Tiba-tiba pria bertopi itu pun langsung berlutut
Pirang"(Apa yang terjadi)"
Frankenstein"Kau sedang melihat kemana?!"
Arrrgh
Frankenstein"Lancang sekali kamu melepas pandanganmu dariku.Itu namanya penghinaan."
Di kedua tangannya terdapat luka goresan yang memancang berwarna hitam di kedua lengannya sedangkan pria bertopi itu pun juga sedang berlutut lantaran merasakan tekanan yang begitu kuat menekannya untuk berlutut.
Gemuk"(Krgh dia cuman mengucapkan satu kata,bagaimana mungkin ini terjadi?Mereka berasal dari mana?."
Mereka terus saling berhadapan satu sama lain
Pirang"(Kuat sekali!selama ini mereka bersembunyi dimana?dia dulu salah satu anggotanya.)"
Tiba-tiba frankenstein mengangkat salah satu tangannya yang membuat lawanya berkeringat dingin.
(Keparat!Apakah ini akhir dari riwayatku?)
Saat frankenstein ingin melayangkan serangannya tiba-tiba raizel menghentikannya dan mengajaknya untuk mencari anak-anak tersebut.
Raizel"Hentikan!Kita kembali."
Frankenstein"Tuan?"
Raizel pun berjalan meninggalkan frankenstein dengan yang lainnya.
Frankenstein"(Titah tuanku adalah hal mutlak.Beliau pasti punya pertimbangan) Kamu tahu harus bagaimana kalau tak mau mati disini."
Pirang"Cih aku tahu,kami tak punya pilihan.(Apa?Dia betul-betul melepaskan kami?siapa kedua orang ini?!Argghh ini artinya,mereka bisa membunuh kami kapan pun mereka mau?)
Tak bisa ku percaya!Kalian berdua pergi sambil meninggalkan kata-kata seperti itu."
Frankenstein"Kalau masing ingin memastikannya,silahkan coba sekali lagi."
Whrrrrr
Tiba-tiba dalam tubuh frankenstein muncul aura hitan keunguan yang sangat kuat yang terpancar keluar dari tubuhnya yang membuat kedua orang itu merasakan tekanan kuat sampai tidak bisa menggerakkan tubuhnya sedikit pun.
Frankenstein"Itu kalau kau masih punya nyali untuk melakukannya lagi."
Saat tengah berjalan tiba-tiba raizel memegangi kepalanya yang membuat tubuhnya terhuyung-huyung melihat itu frankenstein pun merasa terkejut dan segera memapahnya agar tidak terjatuh.
Frankenstein"Tuan!anda tak apa-apa?apa ada efek samping karna tuan tertidur terlalu lama?Atau mungkin tua terlalu banyak menggunakan tenaga,saat tuan masih belum pulih."
Raizel"Tapi.."
Frankenstein"Ya??"
Raizel"Kancingnya"
Frankenstein"Kancingnya?(Kancing-kancingnya terlepas.Tuan benci saat jasnya tidak rapih dan kancingnya terlepas pasti itu ya ng membutnya syok)."
Kembali ketempat dimana shinwu yang masih berhadapan dengan vampir itu.
Shinwu"(Dua orang itu sudah tidak ada kapan perginya?dia sama sekali tidak bergerak.Apakah karena dua orang itu menghilang?Aku tak tahu kenapa ini bisa terjadi,Tapi ini kesempatan kami.) Ikhan bawa yuna kemari"
Ikhan"Yang dua tadi sudah tidak ada.Kapan mereka pergi?"
Shinwu "Jangan cuman berdiri disana!cepat pergi!"
Ikhan"Oke"
Drap drap drap
Ikhan pun berlari kearah yuna untuk membawanya pergi terlebih dahulu.Saat ikhan sedang berlari si vampir pun ikut bergerak berniat untuk menghalangi langkah ikhan dan beruntungnya shinwu pun dengan cepat berlari menghalangi si vampir agar tidak menganggu ikhan yang akan menyelamatkan yuna.
Shinwu"Kamu mungkin mau menganggu ikhan,tapi aku tak bisa membiarkanmu"
Si vampir itu pun merasa marah lantaran di cegah oleh shinwu.
Kembali kedua orang yang menghalangi jalan raizel dengan frankenstein lebih tepatnya di tempat bertarungnya mereka tadi.
Pria berambut pirang pun berjalan menghampiri pria bertopi dengan memegangi lengannya yang terluka parah dan menanyakan apa yang terjadi pada temannya.
Pirang"Apa yang terjadi tadi padamu?"
Gemuk"Aku tidak tahu.Dia katakan sesuatu,dan tubuhku langsung terpaku."
Pirang"Apa?(Sulit di percaya,tapi itu penjelasan satu-satunya.) Puih,dari mana dua monster itu datang?Aku belum pernah dengar ada jagoan sekuat itu."
Gemuk"Berikutnya bagaimana?"
Pirang"Kita tak bisa lakukan apapun.Kita pergi,kita tak perlu mempertaruhkan nyawa kita.Aku tak tahu kenapa?Tapi kita beruntung mereka pergi begitu saja.Sebetulnya mereka bisa segera mencabut nyawa kita,dan itu sama sekali tak aneh."
Gemuk"Kau benar.Kalau begitu mari kita pergi."
Sebelum pergi nereka pun tak lupa untuk mengirimkan telepati pada si vampir dan menyuruhnya untuk pergi dari sana.
Si vampir pun tak terima bila harus kehilangan mangsanya lagi tapi si pria bertopi itu terus mengancamnya dan mau tak mau dia pun harus pergi juga dari tempat itu.
Shinwu dan yang lainnya pun melihat jika pria itu berniat pergi.
Shinwu"Dia..dia mau pergi kemana?"
Ikham"Shinwu ini memang aneh,tapi kita perlu membawa pergi yuna terlebih daluhu dari sini"
Shinwu"oke baiklah.Yuna berdirinya pelan-pelan saja,kau terluka?"
Yuna"Tidak,aku tidak terluka tapi kakiku."
Tiba-tiba terdengar suara seseorang dari arah yang berlawanan dari mereka.
Frankenstein"Kalian baik-baik saja?"
Shinwu,Ikhan & Yuna"Pak kepsek,Rai"
Frankenstein dan raizel pun merasa lega lantaran melihat anak-anak yang tidak kenapa-kenapa.