NOBLESSE

NOBLESSE
07



Malam harinya


Pirang"Di mana dia"


Gemuk" Dia sedang makan tidak jauh dari sini.Sepertinya kali ini mendapatkan buruannya,ku rasa bocah yang kita lihat tadi bukan bocah biasa"


Pirang "Proses rusaknya tubuh dia cman sedikit dan aku tidak tahu akan berapa lama lagi dia mampu untuk bertahan"


Gemuk"Dia tidak akan bisa tuk bertahan lebih lama lagi dia akan mati bila terus gagal mendapatkan mangsanya,atau...dia sendiri yang akan di buru. Akhirnya pun juga jelas 'Kapan-nya' itu yang lebih penting


Gemuk"Bukankah kita harus melaporkan soal yang peti mati pada yang lebih berwenang"


Pirang "..........''


Pirang "Menyebalkan,tapi kita memang harus melapirkannya.Aku benci melapor jauh lebih awal kalau akhirnya harus kembali lagi"


Pirang"Apa pun perintah mereka kita harus tinggal lebih lama pagi di sini.Toh,kita tak pernah selalu menuruti perintah mereka dan yang perlu kita lakukan hanyalah perita saja pada bagian terakhir".


Gemuk"Benar,bisa juga kau berpikir begitu"


Setelah membicarakan soal kembali atau melanjutkan misi mereka.Mereka lebih memilih untuk tidak melaporkan soal peti mati yang telah hilang pada atasannya dan memilih untuk tetap tinggal di tempat itu untuk sementara waktu.


Di sebuah ruangan yang luas terdapat aquarium ikan yeng begitu cantik dan besar dan di dalam ruangan itu terdapat dua orang yang sedang menggobrol,Siapa lagi kalau bukan Raijel & Frankenstein yang membicarakan perihal peristiwa yang menimpa yuna beberapa jam yang lalu.


Frankenstein"Tuan,aku telah memastikan mereka pulang dengan selamat.Ada sesuatu dari cerita mereka yang membuatku risau. Orang yang menyerang yuna..apa dia..seorang vampir?"


Frankenstein"Dari cerita mereka tak bisa untuk menjelaskan semuanya.Tapi..kita tak bisa memahami apa pun atas situasi anda saat ini aku jadi risau"


Frankenstein"Satu hal yang berubah semenjak anda tertidur yaitu perjanjian antar satu dengan yang lainnya.Awalnya seperti yang tuan ketahui.Kaum manusia membuat perjanjian seoalah serangan demi keselamatan dan kepentingan mereka.Namu kita semuanya telah berubah setelah mereka memiliki kekuatan sendiri.Sekarang kaum vampir telah di larang untuk menyerang manusia dan para vampir harus berada dalam bayangan".


Frankenstein"Itu sebabnya keberadaan kaum vampir tidak bisa di ketahui oleh manusia biasa tidak seperti di zaman dulu.Tapi bila mereka melanggar perjanjian dengan manusia yang membuat keadaan mereka mudah tersingkap".


Raijel"Aku tidak tahu"


Frankenstein"Tuan,anda tahu betul mengenai vampir.Terutama tentang keinginan tak terkendali mereka"


Rai"Aku bisa merasakan kemarahan dan rasa lapar yang kuat yang tidak bisa ku bandingkan dengan rasa yang ku ketahui sebelumnya"


Frankenstein"............."


(Tuan tentu bisa mengenali jika orang itu adalah vampir.Tapi beliau juga tidak bisa menyanggahnya.Sudah pasti bahwa ada sesuatu yag telah terjadi sebelumnya.Tuan kemungkinan akan terlibat jadi lebih baik aku mencaritahunya terlebih dahulu)


Frankenstein terus sibuk dengan pikiran nya sendiri sedangkan raijel tenggah membaca sebuah modul yang diberika frankenstein untuknya di baca.


Tiba-tiba rai pun bersuara yang membuat frankenstein terkejut dari lamunanya


Rai"Dia membelikanku makanan"


Frankenstein"A-aku minta maaf tuan seharusnya aku harus menyiapkan makanan untuk anda"


Rai"Untuk pertama kalinya aku mencoba makanan manusia dan aku menyukainya"


Frankenstein"Sungguh?aku senang tuan menyukainya"


Rai"Aku juga suka tempat yang kau sebut'Sekolah' ini".


Frankenstein"ah..baiklah tuan"


Rai"Rai"


Frankenstein"Maaf tuan?"


Rai"Mulai saat ini nama ku adalah rai"


Frankenstein"……………"


Raijel pun memberitahukan kepada frankenstein mengenai namanya dan beberapa hal yang membuaynya tertatik belakangan ini.


Frankenstein"Jika boleh tahu apa yang tuan makan,pasti makanan itu begitu istimewa"


Rai"Ramyeon"


Frankenstein"Apa!!!Ra-ramyeon?! Ampuni hamba tuan!!"


Frankenstein kembali terkejut mendengar apa yang telah di makan oleh tuanya beberapa hari terakhir ini.


Keesokan paginya di sekolah setelah bel berbunyi


Ting Tong Ting Tong


Dalam sebuah ruangan terdapat banyak murid yang telah duduk di bangkunya masing-masing dan terus saling menggobrol satu sama lain yang menyebabkan kelas menjadi begitu ramai dan tak terkecuali pun oleh shinwu dkk di bangku paling belakang.


Shinwu"Sudah bel pelajaran dan kenapa gurunya belum juga datang?"


Setelah shinwu bertanya seperti itu pada teman-temannya tiba-tiba terdengar sebuah suara dari pengeras suara atau lebih tepatnya pengumuman.


Ngiiiiiing


"Pengumuman pengumuman untuk semua murid SMA YE RAN ada laporan bahwa telah terjadi sebuah insiden buruk yang telah terjadi dekat sekolah kita.Mulai hari ini semua murid dihimbau agar setelah pulang sekolah di harapkan untuk segera pulang ke rumah masing-masing.Mohon agar jangan berpergian ketempat yang jauh dan pulanglah secara berkelompok"


"Selanjutnya wali kelas akan memberitahkan lebih lanjut di setiap kelas masing-masing,Sekian dan terima kasih"


Shinwu"Apa yang terjadi?"


Tiba-tiba guru pun masuk


Guru park"Oke,anak-anak dengarkan bapak.Seperti yang telah kalian dengar tadi disekitar sekolah kita telah terjadi sebuah insiden buruk.Polisi telah meminta bantuan pihak sekolah untuk memastikan semua murid pulang kerumah demi menghindari bahaya di kemudian hari"


Tiba-tiba shinwu pun menganggkat tangan dan bertanya soal insiden apa yang baru terjadi di dekat sekolah.


Shinwu"Pak,memangnya ada insiden apa?"


Guru park"Katanya ada pembunuhan"


Saat pak guru park membetitahukan mengenai insiden kemaren pun kembali semua murid terkejut dan ribut sendiri


Guru park"Mereka belum mendapatkan info mwngenai siapa pelaku pembunuhan.Pengumuman mengatakan,itu bukanlah pembunuhan biasa.Mungkin ini memang sulit,tapi upayakan untuk segera pulang demi keselamatan kalian meski harus bolos ekskul"


Murid"Baik pak"


Guru park"Untuk Shinwu Han,Ikhan Wu,Yuna Seo dan Cadi....?"


Guru park pun lupa saat ingin menyebutkan nama lengkap rai dan membuka buku absen untuk melihat namanya


Guru park"(Namanya terlalu kepanjangan dan tidak cukup di kotak nama) Cadis Etrama Di Raijel,Kalian berempat diminta untuk ke ruang kepsek segera"


Shinwu"Untuk apa pak?"


Guru park "Saya tidak tanya kenpa tadi apakah kalian membuat onar?"


Shinwu"Nga pernah pak!!"


Guru park "Ya terserah kaliah lah kalau begitu"


Beberapa saat kemudian mereka pun telah tiba di ruangan kepsek


Tok Tok Tok Tok


Shinwu"Tadi bapak meminta kami datang?"


Kepsek"Oh kalian,ayo silahkan masuk"


Shinwu,Ikhan & Yuna"Selamat pagi pak"


Kepsek"Silahkan duduk"


Kepsek"Seperti yang kalian dengar tadi telah terjadi sebuah insiden.."


Shinwu"Pembunuhan"


Kepsek" Benar orang yang kalian ceritakan semalam,bisa jadi tersangkanya.Jadi kalian harus berekstra hati-hati.Ini sebab bapak meminta kalian untuk kesini"


Shinwu,Ikhan & Yuna"Baik pak"


Kepsek"Kemaren tidak ada yang terluka kan?mungkin,kalian bisah periksa luka di tubuh kalian yang tidak kalian sadari sebelumnya "


Ikhan"Kemaren kita sudah bertemu dan bapak masih saja mengkhawatirkan kami.Kami sama sekali tidak terluka"


Shinwu"Aku baik-baik saja"


Yuna"Aku juga"


Kepsek"Bagus bapak jadi lega"


Frankenstein (Aku sudah memeriksanya kemaren,tapi tidak ada bekas luka yang berhubungan dengan "itu",mereka takkan bisa berlaku norma seperti ini)


Ikhan"Pak,saya kepikiran sesuatu.Saya rasa saya harus membetitahukannya kepada bapak"


Frankenstein "(Bagaimana kalau..) Ikhan silahkan cetitakan apa pun juga"


Ikhan"Soal pembunuhan itu..."


Mereka semua dengan perasaan was was melihat kearah ikhan yang akan bercerita


Ikhan"Apakah...ada kemungkinan senjata pembunuhannya adalah tong sampah?"


Semua orang pun terdiam mendengar penuturan dari Ikhan yang tak masuk akal.


Ikhan"Shinwu menyerang orang itu dengan tong sampah dan aku melihatnya sendiri.Itu pasti sakit sekali"


Shinqu"Pak tong sampah anda ada dimana?"


Ikhan"Shi-shinwu?"


Kepsek"Ada di bawah mejah saja"


Ikhan"Pa-pak?!"


Ikhan pun ketakutan lantaran shinwu terus menakut-nakutinya.