
Chapter 8 [Peperangan]
--- The key is code ---
Setelah melewati misi berhahaya dan benda asing yang ada di tangan kanan Angga, kini orang-orang yang mengikuti misi berhahaya itu kembali di panggil di tirai putih, lalu dina pun memulai pembicaraannya.
"Neisya apa maksudnya setengah dari anggota yang ikut di misi itu di sandera, kenapa kau tidak bilang padaku?"tanya Angga.
"Kupikir kau sudah tau jadi aku diam saja"ucap neisya.
"Ini pasti salahku waktu itu aku pingsan kenapa aku yang di selamatkan?"tanya Angga.
"Ini bukan salahmu tanpa adanya kau di misi itupun ini tetap akan terjadi, dan bila kau masih merasa bersalah ikutlah kami untuk menyelamatkan rekan kita yang di tangkap, dan juga bila kau dibiarkan di sana kita tak akan bisa mendapatkan informasi soal setengah bagian benda asing di tubuhmu, lalu kita harus bisa mengetahui bagian di pergelangan tangan kananmu yang tidak bisa kami data ataupun buka"ucap neisya.
Setelah mendengar apa yang dikatakan neisya membuat Angga berubah dan ingin bertanggung jawab dengan tertangkapnya rekan team maupun bencana ini.
--- The key is code ---
Perbincangan itu pun selesai, dan rencana penyelamatannya akan dimulai besok pagi, Angga pun pergi ke tirai birunya untuk tidur.
Sesampainya di tirai biru, Angga langsung memasuki tirai, membuka sweternya dan menaruhnya di samping, sepertinya teman tidurnya sudah tidur duluan, dia pun langsung berbaring di atas selimutnya.
"Hah tangan alien, apa sebenarnya ivis itu dan aku ini apa?"ucap Angga.
Dia pun menutup matanya secara perlahan dan tertidur lelap.
--- The key is code, tempat Ivis ---
Robot yang lebih dari 6000 atau 7000, dan seseorang yang berjalan di keramaian para robot dan hendak menuju penciptanya ivis.
"Bagaimana perkembangannya apa kau sudah mendapatkannya?"ucap ivis.
"Ya aku sudah mendapatkannya dan saat ini dia masih ada di sana"ucap seseorang menghadap ivis.
"Begitu rupanya kau memang ciptaanku yang paling berguna"ucap ivis.
--- The key is code ---
Di keramaian banyak orang dengan anggota yang sangat banyak kami mempertaruhkan nyawa kami untuk menyelamatkan teman kami yang ditangkap dan menyelamatkan dunia ini .
Lebih dari 4000 atau 5000 orang yang ada di lapangan besar ini, disini kami berbaris seperti kerumunan orang yang siap menghadapi kematian.
"Dengar!!, misi ini adalah misi untuk menyelamatkan umat manusia karena itu aku butuh kekuatan kalian, dan bagi siapa yang tidak ingin mempertaruhkan nyawanya silahkan pergi aku tidak melarangnya!!"ucap dina.
Kupikir ini akan sangat menegangkan dan sangat seru sekali, yah pasti tidak akan jauh berbeda dari game perang yang kumainkan, batin Angga.
"Ayo semuanya kita kalahkan para robot jelek itu!!!"ucap dina.
Para manusia di sini sangat banyak, dan mereka terbagi menjadi 5 team, team A akan menaiki pesawat yang akan diturunkan dengan parasut dan menyerang lewat atas, sisanya akan menembak di pesawat.
Dan team B akan memakai jalur pertambangan untuk menyusup lewat bawah dan menyelamatkan teman-teman kita.
Lalu team C akan menyerang di garis depan. Team D adalah team medis mereka akan mendukung di belakang.
Dan Team E akan menembak benteng ivis dengan missile lewat armada lautannya.
Serius pokoknya ini pasti akan sangat seru dan aku ada di Team A, batin Angga.
--- The key is code ---
"Team A bagaimana keadaan di atas?"tanya Dina.
"Semua baik-baik saja tidak ada gangguan"ucap pemimpin team A.
"Team B?"tanya Dina.
"Baik.."ucap pemimpin team B.
"C, D, Dan E...?"tanya Dina.
"Baik"team C
"Baik sekali" team D
"Suasananya biasa saja" Team E
--- Team A ---
"Baiklah apa kalian siap seluruh pesawat ada sekitar 904, bukan hanya kalian yang turun, tapi kalian mungkin akan tertembak oleh robot jadi bersiaplah"ucap seseorang.
Angga sangat gugup dan sangat ketakutan tapi dia berusaha memikirkan situasi ini seperti game perang.
"Baiklah aku sudah siap"ucap Angga.
[Bersambung........]