
Chapter 11 [Sang monster]
"Ada apa ini kenapa bergetar?"tanya Mikc.
"Aku juga tidak tau"ucap zeno.
Saat ini hanya 3 monster yang sudah diketahui tempatnya bersembunyi, satu disegel oleh dewa iN, sisanya masih misterius, tapi walaupun para dewa sudah tau, mereka tidak berani untuk mengganggu para monster itu, tapi itu selama mereka tidak membuat kekacauan di seluruh dunia.
Karena itu saking kuatnya para monster itu sampai membuat pengetahuan tentang monster hanya sedikit.
Perlahan-lahan getaran menjadi besar, Mikc dibuat terjatuh, lalu di sebelah barat lubang di perut monster terdapat air berwarna hijau yang mengalir dengan sangat cepat, zeno berfikir bahwa monster ini sedang buang air kecil.
"Lari Mikc cepat!!"teriak zeno.
Mereka langsung berlari sekuat tenaga melewati lubang-lubang, masalahnya setiap lubang juga mengeluarkan cairan warna hijau.
Dan Tanpa pandang arah zeno berlari tanpa tau apa yang dilewatinya, dan berusaha menyelamatkan diri, dan menuju Lynia.
Lalu di depan mereka terdapat sebuah cahaya berwarna hijau dan mereka pun segera menuju cahaya itu.
Setelah menuju cahaya itu zeno melihat sebuah jurang yang di bawahnya terdapat cairan hijau yang sangat banyak, lalu Mikc tidak bisa menghentikan kakinya dengan lendir di bawahnya, lalu menabrak zeno.
Semua Cairan hijau itu menuju ke tempat ini, jadi ini pusatnya, kurasa cairan itu sudah selesai, batin zeno sambil berpegangan di atas lubang dengan satu tangan, dan satu tangan lagi untuk menahan Mikc jatuh.
"Kau memang beban Mikc, tapi aku sangat membutuhkanmu untuk nanti"ucap zeno.
"Maaf deh kalau aku beban, Eh tunggu dulu bagaimana dengan Lynia?"tanya Mikc dengan wajah cemberut.
"Dia sepertinya baik-baik saja aku masih dapat merasakan nyawanya"ucap zeno.
Zeno langsung mengangkat Mikc ke atas dengan ayunan tangan, dan zeno segera menyusul.
Lalu mereka pun melanjutkan perjalanan untuk mencari Lynia agar mereka bisa secepatnya keluar.
Setelah getaran itu selesai, Aku masih dapat merasakan nyawanya Lynia ada di sekitar sini, tapi kenapa dia tidak bergerak, apa dia takut?, Batin zeno.
"Apa kita sudah dekat?"tanya Mikc.
"Ya sebentar lagi kita sampai pada Lynia, aneh juga karena aku menyelamatkan iblis"ucap zeno.
"Jangan bilang begitu dong"ucap Mikc.
Sekitar 5 langkah lagi mereka akan sampai pada Lynia, di Balik lubang.
Setelah melewati lubang dan sampai di tujuan mereka berdua melihat Lynia sedang duduk di bawah, dan menutupi wajahnya dengan tangan, sambil menangis pelan, sepertinya cairan hijau itu tidak datang ke sini.
"Hey, kau bisa bangun sekarang, cepatlah aku tidak suka ada orang menangis di depanku"ucap zeno.
Mikc langsung memukul pundak zeno dan berkata "kejam sekali kau apa kau tidak bisa lembut sedikit"ucap Mikc.
"Kalian sudah datang"ucap Lynia.
Dia menangis dan berkata, sambil memandangi kami berdua, itu membuat wajahnya semakin menawan, bagi Mikc itu sungguh pemandangan langka, tapi bagi zeno, dia sudah melihat banyak wajah seperti itu berkali-kali saat dia belum dibunuh para dewa.
contohnya dewa riel, vegazana, lian, 3 dewa wanita inilah yang terus menggoda zeno, dan itu saat zeno masih belum menjadi dewa dan hanya berumur 10 tahun.
Ah aku benci masa lalu, batin zeno.
--- Zeno ---
"Baiklah karena kita sudah berkumpul, sekarang ada sesuatu yang harus ku katakan yaitu cara keluar dari sini, dan itu hanya satu, yaitu kita harus membuatnya memuntahkan kita bertiga"ucap zeno.
"Lalu caranya bagaimana?"tanya Mikc.
Mikc terlihat bingung, dan Lynia sepertinya sudah lumayan mengerti.
Iblis memang pintar, atau elf, batin zeno.
Zeno langsung berdiri dan mengambil 2 pedangnya.
Sudah lama aku tidak menggunakan kalian maaf ya, batin zeno.
"Kalian berdua mundur, dan pikirkan caranya keluar dari sini"ucap zeno.
Saat ini kekuatan dewaku sudah terkumpul [100%] tapi masalahnya ada pada tubuh ini, tubuh ini memang hebat bisa menahan kekuatanku sampai [100%] tapi fisiknya kurang kuat, tidak seperti fisikku yang dulu, karena itu aku masih belum bisa menyusuaikan diri dengan tubuh ini, batin zeno.
Zeno langsung mengaliri energinya yang membuat perban pada pedangnya terbuka dan membatasinya, karena ada 2 beban di belakangnya.
"Kau memang monster yang kuat, tapi aku dewa pembelah, tidak ada yang tidak bisa ku belah di dunia ini!!"teriak zeno.
"Sring...!!"
Setelah menebas organ dalamnya, itu masih belum bisa robek sedikitpun.
"Atau energi pada pedangnya sudah kubatasi, kalian bergunalah sedikit"ucap zeno.
"Sreek!"suara robek.
Sepertinya satu tebasan dari zeno membuat organ dalamnya robek, dan keluar darah, zeno merasa tinggi hati, lalu sebuah getaran muncul kembali.
Getaran ini berbeda dari yang tadi, getaran ini lebih besar, tidak 10 kali lebih besar dari yang tadi, lalu sebuah tekanan angin mendorong ke 3 orang itu menuju lubang-lubang sampai pada sebuah cahaya di depan matanya zeno.
Tekanan angin itu membuat mereka bertiga dikeluarkan atau dimuntahkan oleh monster.
saat keluar dari dalam tubuh monster itu, tampaknya Mikc pingsan dan darah pada otaknya, sepertinya dia terbentur cukup keras tapi zeno bisa merasakan nyawanya masih ada.
Lalu Lynia juga sama dengan Mikc, itu wajar dimana dia tidak pernah terlatih, lalu zeno tampaknya baik-baik saja hanya sedikit sakit pada pantatnya.
sekarang di hadapan zeno ada sebuah makhluk hidup berukuran besar, dan sekarang zeno sedang ada di bawah tanah, yang di mana-mana terdapat kristal dan emas yang banyak, dan sebuah api dengan kayu di pinggir, mungkin monster itu membuatnya sebagai penerang.
"Kau, kau yang melukai organ dalam ku kan, dasar kalian bangsa rendahan!!"teriak monster.
"Hei, apa kau tau, kau yang salah, kenapa kau malah memarahi kami, dan aku baru tau ternyata 10 Monster itu bisa berbicara"ucap zeno.
"Apa kau bilang, apa kau ingin mati di sini?"tanya monster.
Zeno langsung bangkit dan menyiapkan pedangnya, lalu mengarahkannya ke monster besar.
"Jadi kau menantang ku ya, hehe aku suka sikapmu itu, kuharap kau bisa menghiburku"ucap monster.
"Sebelum kita bertarung akan kuberi tau namaku, namaku adalah Zeno sang dewa pembelah"ucap zeno.
"Dewa ya, kupikir dulu dewa itu ada 8 ternyata sudah bertambah ya, yah itu wajar karena aku tidak pernah memunculkan diri, apa kau tidak ingin tau namaku?"tanya monster.
"Hou kupikir monster sepertimu tidak memiliki nama"ucap zeno.
"Tentu saja aku memilikinya, namaku adalah ryuken"ucap monster bernama ryuken.
Zeno bersiap untuk maju menyerang salah satu dari monster, dia tau dia akan mati, tapi dia ingin mati sebagai ksatria.
Dia langsung berlari dan melompat, tapi monster itu tidak bergerak sedikitpun, lalu zeno langsung bersiap melancarkan serangan andalannya.
[Bersambung........]