No Up

No Up
Ch. 3 - Pertanyaan tak terduga



Chapter 3 [Pertanyaan tak terduga]


--- The key is code ---


Dalam perjalanan ke distrik 4, membuat kami melihat sesuatu yang berwarna merah, dan merasakan sebuah perasaan yang orang-orang sebut takut.


Perjalanan ini panjang dan berbahaya, untunglah kami membawa beberapa pasokan makanan, lalu angga mengangkat tangannya dan berbicara pada overade, "overade berapa jam lagi untuk kita bisa sampai ke distrik 4"ucap angga.


"Sebentar lagi kita akan sampai di distrik 4 tuan"ucap overade, tapi hal itu membuat aku sedikit senang dan takut.


"Rena kita punya 2 kabar saat ini, satu kabar baik dan satunya lagi kabar buruk, yang mana yang ingin kau dengar lebih dulu? " Ucap angga.


"Aku rasa aku ingin mendengar kabar baik dulu" Ucap rena, lalu angga menjawab "kabar baiknya kita bisa temukan orang-orang yang selamat di bencana ini dan bersedia membantu, dan kabar buruknya aku tidak tau mereka orang baik atau tidak" Ucap angga.


Rena langsung terdiam sebentar, tapi itu cuma sementara, karena kita harus mengambil resiko yang kecil ketimbang yang besar, yang kecil memang punya peluang, tapi yang besar aku tak tau harus bagaimana.


Mobil terus melaju dengan cepat, tapi energinya tinggal sedikit, angga berusaha menghemat energi agar bisa sampai ke distrik 4, lalu tiba-tiba "bom!!" Suara ledakan yang bersuara di balakang kami.


Angga dan rena terkejut dengan ledakan itu, mereka berdua langsung menoleh ke belakang, itu, itu adalah tank yang dikendarai oleh robot pembunuh.


"Gawat bagaimana aku tidak menyadarinya" Ucap angga, angga berusaha menaikkan kecepatan setinggi-tingginya agar bisa menjauh dari tank itu.


Tank itu terus menembak dan tembakan itu hampir mengenai mobil kami, rena sangat khawatir dan berusaha memberitahu arah tembakan, angga berusaha menghindari ledakan yang tertuju pada satu arah saja yaitu kami.


Dengan cepat kami berdua berusaha menghindari tank itu, dan tiba-tiba saja, anjing liar berlari dan berhenti bergerak tepat di depan mobil kami, itu membuat angga terkejut, dan membelokkan arah kemudi dengan gesit.


Saat membelokkan mobil, kami berhasil menghindari anjing tapi batu panjang membuat kami berjalan di atasnya lalu mobil kami terbang dan terjatuh, membuat mobil kami terbalik.


Kepala angga rasanya terbentur, dan nyeri di kakinya, lalu rena tampaknya berd*rah di kepala dan membuat dia pingsan. perlahan-lahan mata angga tertutup, sepertinya inilah akhir dari hidupku.


--- The key is code -----


"Putih semuanya putih, dimana aku, apakah ini rasanya mati, apa aku sudah mati, si*l padahal aku ingin merasakan kenikmatan surga para laki-laki" Ucap angga.


"Angga!" Ucap seseorang, lalu angga menjawab "suara ini, suara siapa ini, suara yang begitu familiar, apakah itu suara dari jembatan surga" Ucap angga,


Suara itu terus berdering di telinga angga, suara itu terus muncul, berkali-kali.


Lalu perlahan tiba-tiba angga membuka mata "Hah!!! hah! Hah! Hah hah dimana aku" Ucap angga.


"Kita ada di distrik 4 angga" Ucap rena.


"Distrik 4 bagaimana bisa kita sampai di sini" Ucap angga.


"Begitu rupanya, jadi ini distrik 4, banyak sekali orang-orang sakit di mana-mana, kurasa orang-orang distrik 4 ini baik" Ucap angga.


Rena langsung mengangup, aku berusaha bangun dari tempat aku diobati, lalu aku menanyakan pada rena apa? dia baik-baik saja, dia menjawab "ini hanya benturan kecil tidak apa-apa".


Angga berusaha berdiri dan berjalan keluar, serta dibantu oleh rena, setelah. Sampai di luar, cahaya matahari menerangi mataku dan membuat aku menutup mata dengan tangan, lalu membukanya, yang terlihat di mana-mana hanya manusia, angga berfikir mereka adalah orang-orang yang selamat dari bencana besar ini, beruntung sekali mereka.


Di sini tidak ada bangunan, semuanya hanya ada tirai biru, tapi wajar saja untuk keadaan darurat, "oh ya rena apa kau melihat salah satu keluargamu di sini? " Ucao angga.


"Setelah aku berkeliling aku tidak melihat keluargaku atau kerabatku, karena waktu bencana itu aku berlari bersama keluarga dan salah satu dari kami tertembak, satu demi satu, orang tuaku menyuruhku untuk tidak melihat ke belakang, dan akhirnya aku dapat lari dari robot itu tapi tanganku tertembak dan aku tak bisa bertahan dan hampir pingsan, aku lalu bersembunyi di bangunan kecil lalu kau menemukanku" Ucao rena.


"Maafkan aku karena bertanya hal yang tidak seharusnya ku katakan" Ucap angga, lalu rena menjawab" Tidak apa-apa dan angga sendiri bagaimana dengan keluarga angga?"ucap rena.


"Kalau Keluargaku sudah lama mati sebelum bencana ini terjadi"ucap angga, lalu rena meminta maaf atas pertanyaannya.


Lalu tiba-tiba saja pria memakai jas hitam memanggilku, angga terkejut, pria itu menyuruh angga mengikutinya, angga pun mengikutinya, lalu aku menyuruh rena menunggu di sini.


Pria ini sedikit mencurigakan, kenapa dia memanggilku dan menyuruhku mengikutinya, ucap angga dalam pikirannya.


--- The key is code ---


Setelah berjalan entah kemana, kami melihat tirai putih, dan pria itu menyuruhku masuk ke tirai itu, angga pun langsung masuk ke tirai itu, yang terlihat di mana-mana hanya ada orang-orang, angga berfikir mereka para petinggi di tempat ini.


Dengan memakai jas merah, aku bertanya? Pada orang-orang ini mengapa mereka memanggilku ke sini, mereka menjawab "apa kau yang namanya angga dandiansyah" Ucap wanita yang duduk di kursi dia berpakaian putih dan rambut hitam, lalu aku menjawab ya, perhatian orang-orang sedikit terkejut.


"Namaku adalah dina dan aku memanggimu ke sini untuk bertanya, Apa kau anak dari dandi dan nina si jenius?" Ucap wanita bernama dina, lalu aku menjawab hal yang sama lagi, dia bertanya lagi, "apa kau tau apa penyebab orang tuamu mati?" Ucap dina. Angga menjawab tidak.


"Sesuai informasi yang ada penyebab orang tuamu mati itu karena ciptakan mereka sendiri, mereka ingin itu tidak diketahui publik" Ucap dina.


Aku langsung terkejut dengan apa yang wanita itu bilang, "apa madsudmu dengan ciptaan mereka"ucap angga.


"Orang tuamu mati tanggal 21 Januari 3047, itu disebabkan karena ciptaan mereka sendiri, penemuan mereka adalah robot, namun robot itu berkhianat dan membunuh orang tuamu, robot itu bernama IVIS, robot yang sedang menjadi pemimpin para robot pembunuh yang menyebabkan kematian di dunia ini sekarang "ucap dina.


Angga langsung terkejut dan darah angga naik sampai ke kepalanya, dan dia berusaha tenang.


"Dari kelihatannya kau sedang berusaha menahan kemarahanmu, tapi kami sedang berusaha menangani bencana ini sekuat tenaga, dan apa kau tau konser yang kau datangi di kota waktu itu" Ucap dina.


Aku langsung terkejut lagi dia tau tentang itu juga, "di konser itu anakku juga ada di sana, dan robot pembunuh membunuh semua orang-orang di sana, tapi dengan kejeniusanmu kau berusaha menyelamatkan orang-orang yang ada di sana, dan berhasil membuahkan hasil, walaupun yang selamat cuma setengah dari orang-orang di konser itu, tapi kau tetap berjasa, dan kau melakukannya sendirian, dan sekarang pertanyaan sebenarnya apa kau juga berhubungan dengan bencana yang ada di dunia ini?" Ucap dina.


--- The key is code ---


[Bersambung....... ]