
Chapter 2 [Sinyal distrik 4]
--- Tengah kota tahun 3051 ---
Aku berjalan secara perlahan dan hati-hati, untuk tidak memancing, perhatian para robot itu, sambil bersembunyi di antara bongkahan batu besar, lalu kakiku masih terasa sakit sekali.
Terdengar suara tembakan para robot, dan suara teriakan orang-orang yang kesakitan di mana-mana, Sebenarnya apa yang terjadi dengan dunia ini, rumahku sangat jauh dari sini, dan aku sangat lapar.
Karena mengeluh kelaparan, aku berusaha mencari makanan, dan juga membatasi diriku agar tidak mencolok, lalu Terlihat di depan sana ada toko yang berisi makanan, aku berusaha berlari ke toko itu tapi tidak bisa.
Tapi aku berhenti dan terkejut di depan toko dan langsung bersembunyi di belakang batu besar, kakiku terasa sangat sakit, ketika aku duduk, sesuatu yang membuatku bersembunyi itu tentu adalah robot yang sedang berjalan ke depan dan membawa senjata api.
Dia berhenti! sepertinya dia menyadariku?, tubuhku mulai gemetar dan dia mulai bergerak secara perlahan, dan itu ke arah angga, angga sangat ketakutan mendengar langkah kematiannya.
Ini benar-benar sangat gawat, otak ayo bekerjalah, angga terus berusaha memikirkan sebuah ide, seketika angga melihat sebuah besi tajam tertanjap di tanah. hingga membuat satu ide muncul di otaknya.
--- The Key is code ---
Angga mengambil batu kecil di tangannya lalu dia menunggu kesempatan untuk beraksi, robot menoleh sedikit ke kanan, dan satu kesempatan kecil muncul, angga langsung melempar batu ke arah besi yang tertanjap.
Itu membuat robot terkejut dan menyiapkan senjata apinya, lalu berjalan perlahan ke depan, dan angga berjalan perlahan ke belakang batu besar yang dia pakai untuk sembunyi dari robot itu.
Robot sampai di arah suara dan memeriksa penyebab suara itu, lalu angga sampai di belakang batu besar, dia menunggu kesempatan. Robot berhenti bergerak, dan kesempatan bagi angga muncul, angga berlari ke depan sambil menahan sakit di kaki kirinya dan langsung menendang robot ke arah besi tertanjap itu.
Robot terkejut dan hampir menoleh ke belakang saat angga berlari, saat angga menendang robot membuat tubuh robot tertanjap besi, angga terjatuh dan berteriak kesakitan karena kaki kirinya.
Sepertinya robot itu sudah mati, "syukurlah" Kematian robot membuat angga sangat lega tapi dia tetap waspada untuk tidak menandatangi robot lain.
Angga berjalan merangkak ke arah robot dan mengambil senjata robot, dia memakainya untuk menggantikan kaki kirinya berjalan, senjata api ini cukup panjang.
Angga berjalan lambat ke arah toko, sayangnya toko itu tertutup, tapi dari jendelanya penuh dengan makanan, angga lalu duduk dan mempersiapkan senjatanya untuk menembak ke arah jendela, sepertinya angga tau cara memakai senjata ini, karena dia sudah sering memainkan game perang.
"Tus!! " Jendela pecah dan angga memasukinya dengan hati-hati, terlihat pacahan kaca berserekan di mana-mana, lalu pecahan kaca itu membuat tangan angga berdarah tapi dia harus menahannya.
Angga sampai di dalam toko dan menunduk, berusaha untuk memakan makanan dengan pelan-pelan dan tidak bersuara. Tiba-tiba "bruk!! " Suara itu membuat angga sangat terkejut, lalu angga tidak punya pilihan lain selain memeriksa ke dalam mungkin itu cuma manusia yang selamat.
Dengan kaki yang pincang membuat angga kewalahan untuk berjalan dan memeriksa suara, lalu di setiap sudut toko, hanya terlihat makanan dan d*rah yang tidak punya mayat, saking takutnya angga, sampai membuat dia gemetaran, lalu dia sampai di arah suara dan melihat wanita yang hampir pingsan, angga bergegas menuju wanita itu, wanita ini berambut ungu dan kulit putih
Wanita ini masih hidup, dia tertembak di atas lengan kirinya, gawat aku tak bisa menyembuhkannya, lalu sang wanita berusaha bicara dan mengatakan tolong, angga tak bisa melihatnya seperti ini.
--- The key is code ---
Sang wanita membuka matanya secara perlahan, lalu dia terkejut!, begitu juga angga " Siapa kau!!" Ucap wanita itu, lalu angga mengatakan apa yang terjadi waktu dia menolong wanita itu.
Dan wanita ini terlihat cantik di mata angga, aaaa jaga iman jaga iman, angga membuat wajah bodoh.
"Apa Ada yang salah? " Tanya wanita itu, lalu aku menjawab "tidak apa tidak apa" Ucap angga.
"T-terimakasih telah menolongku, dan maaf membuatmu kesusahan, dan namaku rena sekali lagi aku berterimakasih padamu" Ucap wanita.
Untunglah di toko ini ada perban, sekalian untuk luka di kakiku ini,
"I-ya tidak apa-apa namaku angga(angga terdiam sebentar, keadaan menjadi sunyi) Eeee overade bisa kau tampilkan channel berita lain" Ucap angga.
"Baik tuan" Ucap overade, overade langsung menampilkan berita-berita terkini, dan hasilnya seluruh channel berita mati, itu membuat angga khawatir dengan dunia ini.
"Tuan kurasa kita harus menuju distrik 4 disana aku merasakan aliran listrik walaupun sedikit kurasa mereka berusaha memberi sinyal pada orang-orang" Ucap overade.
"Tapi kalau ada listrik di sana pasti para robot bisa tau kan"ucap rena, overade langsung membalas " Memang tapi para robot ini tidak hanya ada di negara ini"ucap overade.
"Kurasa kau benar, baiklah overade tunjukkan jalan ke distrik 4, apa kau bisa berjalan Eee r-rena" Ucap angga.
"Aku bisa berjalan tapi kau harus menghawatirkan kakimu, kurasa kita harus mencari mobil secepatnya" ucap rena.
Kami berdua berusaha berdiri dan berusaha berjalan ke distrik 4. angga berjalan dengan kaki pincang sambil menahan sakit, rena merasa khawatir pada angga dan berusaha menolang angga, tapi angga menolak.
Lalu Rena memberitahu angga kalau dia melihat mobil di belakang toko pada saat dia dikejar robot pembunuh itu.
--- The key is code ---
Mobil ini masih memiliki kunci, angga merasa pemilik mobil ini bodoh karena meninggalkan mobilnya, lalu kami berdua menaiki mobil, dan angga yang menyetir ke distrik 4.
Sepanjang jalanan angga berusaha membuat dia tidak ketauan oleh para robot, di berbagai tempat di kota ini.
Banyak sekali orang yang meninggal, m*yat mereka berserekan di mana-mana, rasanya angga dan rena ingin muntah.
"Baiklah kurasa kita harus cepat-cepat ke distrik 4, supaya kita berdua aman, dan rasa muntah ini membuat aku jijik"ucap angga.
" i-iya kurasa kau benar sekali, tapi apakah kita benar-benar bisa aman di sana, mungkin di sana mereka bisa berbuat sesuatu kepadaku'ucap rena.
"i-iya! mereka pasti orang baik melihat mereka bisa memberi sinyal" ucap angga, kurasa apa yang dikatakan rena sedikit ada benarnya juga, dan melihat tubuhnya yang bagus seperti ini juga, ahhh jaga iman jaga iman, tapi kita harus kesana bagaimanapun caranya, karena sekarang tak ada tempat untuk kami kembali.
--- The key is code ---
[Bersambung........ ]