
Chapter 1 [ Awal mulanya kehancuran]
--- Di rumah tahun 3051---
"Tuan! Tuan bangun ini sudah pagi"ucap seseorang yang memanggilku, dia adalah jam tangan AI yang ku buat, dengan mewarisi kejeniusan ayahku.
Dengan perlahan aku membuka mataku, dan berkata, "aku akan bangun overade" ucap Angga, dengan malasnya angga terbangun dari tempat tidur, lalu menguap, dan menggorek-gorek belakang rambutnya.
Angga langsung turun dari kasur dan, segera mandi. Segera setelah itu Angga pun selesai mandi, dan keluar dari kamar mandi, lalu Angga memasang baju yang biasa saja, biasa orang nolep mah gitu, pakai baju yang buat nyaman aja, jadi gue gak perlu cewe, buat nyaman hehe.
Namaku Angga umurku 21 tahun, tangga lahir ku 25 Agustus, statusku jomblo selama 21 tahun gue gak pernah pacaran walaupun sebenarnya gue ganteng, kalau potong poni, setelah memasang baju aku langsung ke meja komputer.
"Overade, apa kau siap melanjutkan game yang semalam, kalau kita menang sekarang kita bakalan dapet duit ni hehe" ucap Angga,
"Ya tuan aku siap"ucap overade jam tangan AI buatan Angga. Setelah bangun kami langsung melanjutkan game online yang semalam untuk mendapatkan uang demi kesenangan di sisa hidupku ini.
--- Sore di rumah Angga tahun 3051 ---
Setelah selesai bermain game online, aku memenangkan pertandingan 10 kali berturut-turut, aku sangat kelelahan dan lapar, aku langsung mengambil jaket yang menutupi kepalaku, dan sejumlah uang.
Aku berjalan dengan perlahan ke toko, dan terdengar suara langkah kaki orang-orang "Tap tap tap tap" suara langkah kaki di mana-mana, berjalan entah kemana.
Setelah berjalan cukup lama aku akhirnya sampai di toko, membuka pintu dan membeli beberapa makanan.
--- Malam di rumah Angga tahun 3051 ---
Akhirnya aku dapat membeli beberapa pasokan makanan, semua makanan ini adalah mie instan, karena aku gak bisa masak.
Sebenarnya aku gak berniat mencari calon istri, karena, mana ada cewe yang mau sama orang sepertiku, dan aku sudah berniat untuk mati bersama overade.
Setelah membeli pasokan makanan yang cukup untuk seminggu, aku pun langsung melanjutkan game ku sambil memakan sebuah mie, lalu Angga memainkan gamenya sampai larut malam.
Hidupku akan terus seperti ini dan terus terus terus terus lagi, sampai nafas terakhi ku, karena......
--- Pagi hari tahun 3051 ---
Seperti biasa, aku bangun, mandi sarapan dan game, setelah beberapa waktu bermain game online, aku melihat di halaman website, akan ada konser dari lagu kesukaanku, aku ingin sekali datang ke konser itu. Lalu aku pun langsung mengambil jaket dan beberapa uang dan langsung pergi ke konser.
Aku menutupi kepalaku dengan jaket ku dan poniku, tapi aku terlihat mencurigakan, tapi aku malu terlihat,
Aku langsung melihat konser yang akan ku datangi, dan datanglah senyum indah di mulutku.
Ya itu dia penyanyi dari lagu favoritku,
lagunya sangat ku sukai, lagu Ska Lagu favoritku.
"Kalian semua siap!!" dengan suara seorang penyanyi yang menunjuk ke arah para fansnya," ya kami siap!!"ucap para fans. "Hore!! Hore!! Hore!!"Dengan sorakan dan tepuk tangan semua orang yang tertuju pada satu orang saja, penyanyi memang keren.
Sayangnya bakatku bukan di sana, semua orang begitu senang ketika mendengar penyanyi itu bernyanyi, tapi tiba-tiba, "Tus!! tus!! tus!!" Suara tembakan yang bahkan lebih besar dari suara penyanyi itu, membuat semua orang-orang di konser ini terkejut, itu juga termasuk aku.
Satu satu dari mereka tak ada yang bergerak sedikitpun, namun tidak untuk saat ini, "aaaaa!!!" Suara orang yang ketakutan, membuat suara tembakan melaju ke arah orang-orang, 10 tidak mungkin lebih 100 tembakan.
Aku berlindung di bawah meja, untuk tidak menarik perhatian, aku memikirkan sesuatu cara agar aku dapat keluar dari sini, ayo terus berfikir terus berfikir.
"Ah!!" Aku berhasil memikirkan sebuah ide, " overade akses teknologi yang ada di konser ini" ucap Angga, overade langsung menjawab " bisa tuan" ucap overade.
"Baiklah matikan seluruh lampu yang ada di konser ini" ucap Angga, overade langsung mematikan seluruh lampu di konser, ini dia cara untuk mengeluarkan semua orang di konser ini.
Semua tembakan langsung berhenti seketika, Angga rasa mereka sangat terkejut, tapi itu cuma beberapa detik, lampu yang mati malah membuat tembakan semakin banyak dan ganas, lalu banyaknya suara orang-orang yang kes*kitan, membuat Angga semakin marah, lalu tiba-tiba."Bruk!!" suara tiang jatuh, membuat para penembak itu terjatuh, dan tertimpa besi.
"He sebenarnya aku sudah tau kalian ada di atas dengan arah tembakan kalian yang ke bawah, aku menyuruh overade untuk mematikan lampu, tapi bukan hanya itu saja, tapi juga mengakses semua jalan dan cctv di konser ini, karena aku tau kalian ada di atas aku langsung menyuruh overade untuk membongkar konser dan jatuh, dan suara teriakan orang-orang itu juga dibuat oleh overade, aku sudah membimbing orang-orang keluar konser yah walaupun setengah saja" ucap Angga.
Tiba tiba "Tus!!" Suara tembakan yang mengenai kakiku dan terasa sangat sakit, "aaaaaahk!" Apakah ini karma karena aku sudah sombong, orang yang menembak langsung mati dan anehnya tak ada d*rah yang keluar dari mereka?, Lalu aku melihat mereka dengan lebih tajam lagi aku sangat terkejut antara kakiku yang sangat sakit dan para robot yang tertimpa konser, mereka robot.
Aku langsung melihat ke sekeliling kota, penuh dengan para robot yang menembak, aku harus keluar dari tempat ini, tapi kakiku, aku langsung berjalan setengah sebelah kaki, sambil menahan sakit yang luar biasa, dan aku juga tidak membawa perban saat ini.
--- Di gang sempit tahun 3051 ---
Aku merobek setengah bajuku dan menggunakannya untuk menahan darah keluar dari kakiku, untunglah gang ini tak ada robotnya, sebenarnya apa yang terjadi dengan dunia ini.
"Overade perlihatkan berita hari ini" ucap Angga, overade langsung memperlihatkan berita.
"Saat ini dunia sedang dihadapi dengan sekumpulan robot yang membawa senjata api yang entah datang dari ma........."ucap pengantar berita.
Angga terkejut mendengar berita itu, bahkan para robot memasuki tempat berita dibuat, kalau begini aku tak akan dapat informasi apapun, ini benar-benar gawat, benar-benar sangat gawat sekali.
apakah aku akan selamat dari kehancuran ini atau tidak?.
[Bersambung..........]