
Chapter 7 [Benda asing]
---The key is code ---
Saat ini Angga sangat-sangat tegang, tangannya hampir putus antara tangan dan dada sepertinya ini adalah akhir hidup Angga yang sebenarnya, dan sepertinya mereka sudah mengisi energi senjata mereka, Angga hampir dibuat pingsan angga sangat pucat, robot siap menembak "Tus!!" Tembakan tepat di tangan salah satu rekan team Angga.
Angga terjatuh, benar ini akhirnya "bruk!!", 2 rekan Angga langsung berlari
Untuk menyelamatkan diri, para robot itu sepertinya tidak bisa ke mana-mana.
"Akhh sakit sekali, tunggu aku tidak mati(menoleh ke atas) oh cuma satu tingkat"ucap Angga, para robot langsung menembak ke arah Angga, Angga langsung bangun dan berdiri sekuat tenaga, dia tau dadanya terasa sakit, dan berusaha berdiri dan berlari.
--- The key is code ---
Angga akhirnya berhasil kabur dari para robot itu dan bersembunyi di kamar mandi pria, para robot memang kuat tapi sepertinya mereka tidak ahli menembak, aneh sekali.
Tembakan di dada Angga terasa sangat sakit, Angga mencoba mengambil perban di tasnya, tapi setelah angga melihat dadanya itu membuat dia terkejut setengah mati.
"Apa apaan ini kenapa darahku berwarna hijau, padahal aku sudah tertembak dan rasanya sangat sakit. Tidak, tidak, tidak apa benar aku ini setengah robot atau apa aku ini?" ucap Angga dengan gelisah.
Itu membuat Angga ayok berat, dia tidak bisa membedakan dia setengah robot atau makhluk asing, Angga tidak bisa menerimanya, tapi Angga harus tegas dan sekarang ini bukan hal yang harus dia pedulikan, "untuk setengah robot ini aku urus nanti saja"ucap Angga.
Walaupun bagian benda aneh yang seperti robot terkena tembakan tapi ini sangat aneh kenapa rasanya sangat sakit, Angga memang pernah melihat manusia setengah robot, tapi mereka bilang bahwa bagian setengahnya tak akan pernah sakit walaupun putus, tapi ini apa, apa ini robot atau....?,batin Angga.
Angga berusaha tenang dan berdiri. Setelah berhasil menenangkan diri Angga bangkit dan berusaha menuju ke teman-temannya, lalu satu suara di telinga Angga suara itu bilang "apakah kalian baik-baik saja apa ada yang mati?"ucap pemimpin team.
Semua langsung merespons beserta namanya, Angga juga sama, "tap tap tap" suara langkah kaki yang begitu pelan, Angga langsung bersembunyi di dalam toilet, suara itu semakin mendekat, terlihat jelas di kaki mereka, mereka robot, dari kaki yang terlihat sepertinya mereka ada 2.
Angga mematikan voice di telinganya, dan menutup mulutnya dengan tangan,
Dan sepertinya mereka sudah memeriksa setiap pintu toilet, artinya tinggal pintu di depanku ini.
Robot memegang pegangan pintu, dan membukanya dengan perlahan, situasi menjadi menegangkan, antara mati dan hidup, tapi kali ini tak ada yang bisa Angga lakukan dia sudah terjebak.
"Ting.." suara benda terjatuh, para robot terkejut dan menyiapkan senjata, Angga pucat, benda itu langsung mengeluarkan asap, benda itu sepertinya bom asap, "syukurlah aku rasa kali ini bukanlah akhirnya"ucap Angga.
Dengan asap yang terus menebal membuat robot terjebak dan sulit melihat, tapi itu untuk sementara para robot sepertinya mengaktifkan mata yang dapat melihat di asap tebal ini, tapi itu juga terlambat.
"Tus!!..."
Suara tembakan, ini bukan suara senjata robot, ini pasti paman led dan satu lagi aku tak tau namanya, ucap Angga dalam pikirannya.
Angga ingin sekali berdiri dan langsung keluar tapi sepertinya tembakan di dada membuat dia tidak bisa bergerak.
--- The key is code ---
"Cahaya putih oh apakah aku sudah mati" ucap Angga.
"Itu lampu ****" ucap neisya.
Angga langsung berdiri dan bertanya tentang kejadian di tempat penelitian, neisya menjawab "beberapa dokumen sudah ditemukan dan hasilnya tunggu saja" ucap neisya.
Angga menghela nafas panjang, sepertinya aku harus berterima pada mereka yang sudah menyelamatkanku.
"Tapi Angga ada yang aneh dengan tubuhmu setelah aku memeriksanya" ucap neisya.
Neisya langsung membuka semua tirai di tempat aku diobati dan yang terlihat ada banyak orang yang membawa senjata mengarah kepadaku, Angga terkejut dan terkejut yang melebihi setengah mati.
Dina langsung berdiri dari kursinya dan mengatakan "kau pasti sudah tau apa yang terjadi" Ucap Dina.
"Apa maksudmu, ya ini pasti tentang darah hijau di dadaku ini, aku serius aku tidak tau apa ini, aku juga baru mengetahuinya" ucap Angga dengan terlihat kebingungan.
"Aku tau kau tidak tau tapi, masalahnya apa itu dan apa akibatnya itu untuk umat manusia, dan dari yang di data itu terlihat seperti robot tapi itu punya sel dan tangan biasa pada umumnya walaupun ada sedikit perbedaan, manusia belum bisa mencapai sesuatu seperti itu, saat ini itu bisa dibilang adalah. alien atau benda asing" ucap Dina
Semua orang terkejut dan sedikit waspada dengan Angga.
lalu Angga berkata "jujur aku sangat paham apa yang kau katakan tapi aku serius aku sama sekali tidak tau dan saat ini aku juga sedang kebingungan, apakah ayah dan ibuku yang melakukan ini atau ivis aku tidak tau, tapi aku ingin menghentikan dosa orangtuaku dan karena itu aku tidak bisa mati disini" ucap Angga.
Wajah Angga begitu serius setelah mengatakan apa yang ada di dalam hatinya menatap Dina, orang di sekitar terlihat percaya dengan apa yang dikatakan Angga.
"Baiklah kami tidak akan membunuhmu tapi kau harus bertanggung jawab dengan apa yang orangtuamu lakukan tapi untuk kali ini saja jika ada sesuatu yang aneh terjadi padamu kau akan langsung kami bunuh"ucap Dina dengan tegas.
--- The key is code, Tempat Penelitian distrik 4 ---
Setelah melewati pembicaraan antara hidup dan mati itu pun selesai, dan orang-orang mulai menerima Angga.
"Apakah ada yang kalian ketahui dengan tangan kananku ini" tanya Angga.
"Jujur saja secara keseluruhan semuanya hampir sama dengan tangan manusia tapi itu cuma 5% saja"Ucap dana
"5% jadi ini asli milik alien"ucap Angga dengan terkejut.
"Dari keseluruhan itu ada satu bagian yang tidak dapat dilihat bahkan dengan Sinar-X saat ini, tapi yang pasti di bagian ini ada sesuatu yang tidak manusia lihat "ucap neisya.
Angga langsung memegang pergelangan tangan kanannya, "tunggu dulu ini benda asing apakah ini bisa mengeluarkan senjata?"tanya Angga.
"Coba saja kau hajar tembok atau pakai nama, pin, atau kode"Ucap Lysia.
Angga langsung menghajar tembok tapi hasilnya dia kesakitan, dia terus mencoba dan mencoba sesuatu dengan tangan kanannya.
--- The key is code ---
"Apakah kau sudah selesai mencoba?"tanya neisya.
"Ada satu hal yang dari tadi aku pikirkan dan setiap kali aku memikirkannya aku selalu merasa sakit yang luar biasa di hatiku"Ucap Angga.
Seluruh team penelitian bertanya apa yang membuat Angga merasa sakit pada hatinya lalu Angga menjawab, " apakah alat kelaminku masih bisa digunakan?"tanya Angga.
Semua orang langsung melempar benda ke Angga, "bukannya khawatir dengan tubuh malah mikirin alat kelamin"ucap Lysia.
"Kau tidak mengerti itu adakah tempat dimana para laki-laki merasakan setengah bagian surga" ucap Angga.
Semua orang tertawa terbahak-bahak, kalau dipikir-pikir ini adalah pengalaman pertama Angga bisa tertawa dengan orang sebanyak ini, bencana ini kurasa tidak terlalu buruk.
"Tuan saya merasakan hati anda terasa sangat gembira"ucap overade.
"Yah kau benar" ucap Angga.
--- The key is code ---
[Bersambung.........]