
Chapter 5 [kereta yang menuju neraka]
--- The key is code ---
Saat ini angga sedang duduk di kursi kereta yang menuju ke distrik 6 tempat orangtuanya menciptakan IVIS, dari kecepatan kereta mereka akan sampai besok pagi.
"Sudah lama sekali aku tidak bicara padamu overade, bagaimana kabarmu" Ucap angga.
"Saya baik-baik saja tuan lebih baik anda menghawatirkan diri anda sendiri, saya merasakan detak jantung anda berdetak kencang dan rasa takut anda terus meningkat" Ucap overade.
Detak jantungku berdetak kencang dan rasa takut terus meningkat, yah itu sih karena saat ini wanita yang paling di sukai cowok-cowok di sini sedang tidur di pundakku, b*ng*t malah cowok-cowok itu menatapku dengan tatapan seram, kau memang selalu membuatku marah dan menyusahkanku neisya, ucap angga dalam pikirannya sambil memasang muka takut.
"Kalian memang sangat dekat ya, apa kalian pacaran" Ucap teman wanita neisya yang bernama Lysa.
"Yah kami tidak pacaran, neisya hanya teman masa kecilku, tapi kami terpisah waktu kecil, dan akhirnya bertemu lagi saat ini, kami hanya sebatas teman saja" Ucap angga.
"Tapi kalian bertemu lagi kan bukankah itu namanya jodoh, yang namanya jodoh itu memang tidak pernah terpisah, dan kau lumayan tampan dan cocok dengan neisya" Ucap lysia.
"Lysia dia kan sudah bilang kalau mereka cuma berteman jangan maksa hati seseorang" Ucap teman laki-laki neisya, dia si gendut bernama, dana.
"Iya dia cuma berteman cuma berteman cuma berteman........ " Ucap teman laki-laki neisya yang satunya, dia terlihat menyedihkan, kurasa ini baru yang namanya difinisi sakit tak berdarah, kalau tak salah namanya reno.
Kupikir perjalanan kali ini pasti akan sangat sulit dan menarik, dan pastinya akan ada yang mati, perjalanan ini sama halnya menuju neraka.
Angga terus berusaha untuk tenang di kereta bawah tanah yang menuju distrik 6, lalu seseorang memanggil angga.
"Kau angga ya ambil ini" Ucap seseorang yang ada di depan tempat dudukku sambil memberikan sebuah pistol di tangannya.
Aku terkejut dan berkata "tapi aku belum bisa menggunakannya" Ucap angga.
"Tidak apa-apa pakai ini hanya untuk keadaan darurat saja ya,(langsung memberikan pistol ke angga) namaku led" Ucap seseorang yang bernama led.
Sekarang satu pistol kecil ada di tangan angga, lalu dia menaruhnya di kantungnya, dan akan mengambilnya hanya untuk keadaan darurat saja.
Di sini terdengar suara kereta yang melaju dengan cepat tapi di dalamnya itu sangat sunyi, Kupikir-pikir mereka juga sedang berusaha tenang, lalu tiba-tiba terdengar suara di atas kereta, "bruk!" Angga terkejut dan semua orang yang ada di sini juga terkejut mendengar suara itu.
Beberapa orang berusaha mengecek arah suara, satu orang keluar lewat pintu kereta, Tiba-tiba "tus!" Suara yang entah datang dari mana, menembak orang yang sedang mengecek, lalu dia terjatuh dengan kepala p*tus.
Semua orang di kereta gemetaran, dan sebagian menyiapkan senjata, mereka berusaha membidik ke arah pintu kereta, tapi secara tiba-tiba, di belakang orang-orang terdengar suara tusukan senjata t*jam dari atas langsung merokok kereta.
Satu orang m*ti lagi dengan senjata t*jam, semua orang langsung menembak ke atas kereta, mereka tidak tau di mana robot pembunuh itu berada.
"Semuanya!!, bersembunyi di bawah kursi kalian dan sisinya tembak!!" Ucap pemimpin tim ini.
Angga mengambil pistol di kantungnya, dan bersembunyi di bawah kursi bersama neisya, angga terus berfikir dengan otaknya, berusaha memikirkan solusinya yang tepat untuk situasi seperti ini.
"Angga!" Ucap neisya sambil terlihat marah padaku "Aku ada disini dan bukan hanya aku, kau tidak harus berfikir sendirian, kau memang tidak berubah sampai sekarang" Ucap neisya.
Angga langsung mengangkat tangannya dan menekan tombol komunikasi yang ada di telinganya.
"Semuanya saat ini aku punya rencana
Aku tak tau akan berhasil atau tidak tapi aku butuh bantuan kalian" Ucap angga dengan bicara lewat komunikasi di telinganya.
Pandangan orang-orang berubah dengan serius mendengarkan rencana angga, karena tak ada jalan lain lagi untuk situasi saat ini.
"Apa kalian sudah mengerti?" Tanya angga.
"Sebenarnya ini cukup beresiko tapi mau bagaimana lagi tak ada jalan lain lagi, baiklah!" Ucap pemimpin tim.
Semua orang yang ada di kereta berhenti menembak dan bergerak seperti sebuah kegelapan sunyi di malam hari, para robot pembunuh berhenti menembak dan menancapkan senjata tajam ke bawah mereka, tapi itu cuma sebentar.
Para robot melihat satu orang berpindah tempat, ke depan pengendali kereta dengan rantai besar yang mengikat kedua bong kereta dan tempat pengendaliannya, mereka mengira para manusia telah berpindah bong.
3 robot yang saat ini ada di atas kereta, berhasil dialihkan, mereka berjalan maju ke pengendalian kereta, mereka berjalan dengan perlahan dan mempersiapkan senjata mereka.
Lalu tiba-tiba 3 robot, terjatuh ke bawah bong kereta penumpang, Orang-orang sudah siap untuk menembak dan "tus!" Tembakan itu tepat di kepala para robot, tapi satu robot berhasil menghindar, dan menyandera satu wanita petugas penelitian, semua orang terkejut dan berusaha mengambil tindakan, dan robot yang menyandera tidak tau kalau di belakang ada satu orang, orang itu lalu menendang kaki robot dan terjatuh, dia langsung membuka pintu belakang kereta, robot langsung tersedok ke belakang oleh tekanan angin yang ada di pintu belakang namun dia mengambil baju si orang yang menendangnya dan berusaha menyeretnya bersamanya.
Orang-orang terkejut tapi mereka tidak mau ikut tersedot oleh tekanan angin, memang begitulah dunia ini bekerja, angga langsung berlari ke belakang dan menendang si robot, angga pun ikut tersedok tapi dibantu oleh orang yang menendang robot, tapi sayangnya robot itu malah menggunakan kaki angga untuk tidak tersedok, situasi menjadi lebih gawat.
Neisya berlari cepat menuju angga, angga berusaha memperingati, dan sepertinya angga tidak bisa menahan kaki yang dipegang oleh robot, dia merasa kakinya akan putus, orang yang memegang tangan angga berusaha sekuat tenaga, tapi angga tidak bisa lagi dan satu sentuhan dari dua tangan akhirnya terpisah, itu membuat angga tersedok tekanan angin dan......
--- The key is code ---
[Bersambung........ ]