My Way Of The Loving You

My Way Of The Loving You
9.Kekasih terakhir



Apa gunanya toko itu bernama toko boneka jika dalam toko itu tak ada satupun boneka?


Apa gunanya sepasang sepatu jika sepatu itu tak bertali?


Dan,,apa gunanya sebuah digital tanpa TV?


Apa semua ini berarti?


Apa aku berguna jika tak ada kau di sampingku?


Ririku_



2 Bulan Riri lewati dengan beradu ingatan dengan keadaan..dan Vara lewati dengan rasa keganjilan..



RS_


.


.


''Ayah? Riri ingin pulang_''pinta Riri. Ya kini Riri sudah menerima bahwasannya dirinya memang menghilangkan ingatannya,,dan kini ia sudah mengingat siapa Ayahnya dan pemuda yang menjenguknya setiap siang itu:)..



''Riri sayang,, kita tunggu ketentuan paman dokter dulu yaa''jelas Ayah


''ha_''helahan nafas Riri pun menjawab penjelasan Ayah..


''Sabar sayang..''kata-kata hiburan yang dilontarkan oleh Ayah tak membuat Riri menunjukan senyum dahsyatnya bahkan senyuman tipis tak diperlihatkan oleh Riri..



Luar RS_


.


.


''Paman:)''Gilang melontarkan sapaannya kepada Ayah Riri dan bersaliman dengan kesopanan tingkat akhir.


''Dek_Jika bisa,, sering-seringlah berkunjung..Jika Riri ditemankan oleh kamu dia sering tersenyum dan tertawa.. Paman_,,paman khawatir karna dia sangat jauh beda sejak 2 bulan lalu itu..Adek paham kan apa yang paman maksud?,, Paman akan kembali jam 8 nanti,, Ibu Riri ingin berkunjung juga.. Paman titip Riri ya :)''Jelas Ayah Riri dengan senyumannya..


''Baik Paman :)''Jawab Gilang..



Sehari dua hari berlalu,, Gilang senantiasa menemani Riri yang sekarang sudah pulih Total namun masih dibawah pengawasan dokter,,Gilang bahagia melihat senyum yang terukir di wajah Riri yang pucat itu..Gilang selalu dan selaaaluu berusaha mampir ke RS sebelum pulang kerumahnya..Walaupun ia lelah,,ia akan semangat ketika melihat senyuman Riri yang menyambut kedatangannya..



RS_


.


.


''Riri? Apakah ingin pulang?''tanya seorang Dokter yang menangani Riri,,


''Yaaa!^v^''jawab Riri yang kini ia sedang ditemani Ibu dan Ayah di Ruang rawat inapnya itu..


''Baik~,,mari kita periksa keadaan tubuh Riri dulu.. Nanti Riri boleh pulang:)''ujar Dokter.


.


.


.


''Baik hati-hati dijalan yaa,,jangan kembali kemari lagi yaa ^v^''salam Dokter kepada Riri dengan candaan ringannya..



''Riri!''Gilang memanggil Riri yang hendak memasuki mobil silver tersebut..


''ya?''sahut Riri


''Hati-hati yaaah sampai jumpa di sekolah ^o^.. Paman,, Bibi,, Gilang pergi dulu.. Bye-bye Riri ^v^''Dadah Gilang kepada Riri dan orang tuanya..



Kini mobil melaju menuju rumah Riri tiba di gerbang depan RS hujan deras pun mengguyur bumi.. Dan semua tak khawatir karna mereka tak kebasahan.. Mobil melaju dengan normal sebelum sesuatu terjadi_€{¥€~`\π£\¢α™`β•]•\€_•<]¥]£~™™βπα£\>•...^™β£]_~`\`™{™\£\£~©©β..


''Ay_a bu,,,s,sa,saki,t''rintih seorang gadis yang berlumur darah segar yg terguyur hujan..


.


.


.


.


.


.


''Ha_b*ngs*t *nj*ng! Apaan kok gini! RIRI!HHAHAH GILA YAA HA PRANK APA? INI GA LUCU KALI!KALIAN TAU GUA SUKA SAMA RIRI KAN? YAUDAH MAU NGELEDEK YAUDAH! NGAUSAH KAYAK GINI JUGA B*NGS*T RIRI TU BARU PULANG KEMARIN! BARU SIAP DI INFUS DI APA-APAIN DIA! GILA PADA YA! MINTA MAAF NGA!'' Gilang mengamuk karna seorang siswi memberi kabar kepada teman sekelasnua bahwasannya Riri dan keluarga meninggal dunia..


''GILANG!_lu gila? Lu anak baik-bail kok tiba-tiba omongannya gitu?oke_ lu tenang yaa.. Kita bicara di luar dulu bro_'' redam Dimas


Dimas menarik Gilang keluar kelas dimana kelas itu merasa syok Gilang bisa berkata begitu..


.


.


''Lu nga boleh emosi gitu..Lu harus bisa nerima apa yang terjadi Lang,, oke_ gini.. Itu semua.. Bener Riri dan keluarga mengalami kecelakaan lalu lintas 5 orang meninggal di kecelakaan itu.. Gua tau.. Gua tau Lu suka sama Riri,, Gua paham.. Tapi Lu harus bangkit.. Nanti kelas kita bakal ngelayat kok.. Lu.. Bisa,, lu bisa liat Riri untuk yang terakhir kalinya..''jelas Dimas dengan sedikit merasa takut karna Gilang anak yang bahkan tak pernah menaikan nada bicaranya kepada siapapun..dan tadi,,ia bahkan mengeluarkan kata-kata kasar kepada anak perempuan yang sedang membahas tentang kehidupan Riri..


''Gimana dong Mas? Oksigenku,, udah pergi.. Bentar juga Aku.. Sekarat :)''jawab Gilang dengan senyum misterius_


''Lu jangan macem-macem ya Lang''ketus Dimas dengan rasa kekhawatiran..


''Riku ^_^''gumam Gilang dengan rasa tak karuan..


.


.


.


Kita memiliki jalan masing-masing..


Dan suatu saat kita akan berpisah..


Aku tahu itu,,tapi_entah kenapa masih ada penyesalan dilubuk hati..


Cintaku,,Oksigenku,,Semangatku,, kau bawa pergi.. Bagaimana aku hidup? Apa kau tak lelah membuat jalan hidup ini menjadi rumit?mengapa tak kau biarkan kami berbahagia? Apa yang kami ambil dari mu? Mengapa kau memberi cobaan seperti ini? Seseorang tolong jawab!ku yak kuat..


Batin ku tak cukup kuat..


Kukecewa..kekecewaan ku tak berarah.. Kusedih sedihku berbalik menyerang membuat ku lebih sedih..


Kesedihanku..membuat sedihku menjadi lebih sedih~


Ku mencoba mendapatkan kebahagian yang kudapat duka mendalam ^v^




Kisah ku cukup sampai disini.. Seharusnya kita tak bertemu,, tapi mengapa kita bertemu? I need you but i hate you baby! When we happy it's a way in the word~.. Tunggu saya :)


.


.



Sekolah kehilangan 2 nyawa anak didik di semester ini.. Dan kehilangan seorang pelita sekolah yah bunga sekolah kini telah di pindah kan ke sekolah yang lebih elit di sebuah pulau S~





Kucinta kau kucinta kau


Hanya kau yang ada di hatiku


Takkan pernah kan terganti


Hanya kau yang disisi~




£0 β€ ©0|\|£¡|\|U€