
Rasa ini seperti kutukan,,Kutukan yang indah namun menyakitkan.. Untuk apa mempertahankan jika sudah DICAMPAKAN?~
Apakah ada malam yang lebih menyakitkan dari malam ini?hati tersayat jiwa memberontak disaat tak ingin mempercayai kenyataan,,isakan menemani malam yang panjang di rumah itu.....
.
.
.
.
Pagi.....
Waktu sudah menunjukan pukul 06:47,, yang biasanya sudah rapih hendak ke Sekolah masih bersembunyi di bawah selimut, yang biasanya memandikan binatang peliharaan sudah pergi untuk bekerja pagi-pagi buta itu.Dan yang biasanya menyiapkan roti untuk sarapan masih tidur terlentang di dalam kamar dengan mata yang sembab..
.
.
.
Siang..
Riri melewatkan sarapan tadi pagi,, ia tak sanggup membangunkan Ibunya yang sedang tertidur lelap dengan mata yang sebab..Ia sangatlah penasaran namun,apalah daya tak ada seorangpun yang ingin bicara sejak para tamu-tamu itu pulang,, ia merasa hanya ia saja yang tak boleh mengetahui apa-apa,, ''apa yang salah dengan Riri?,,mengapa tidak ada yang mau memberitahu Riri?,,apa semuanya berfikir Riri anak yang mudah menceritakan masalah keluarga ke orang luar?padahal Riri tidak banyak bicara pada orang luar..apa Riri berbeda?apa yang beda?''Riri menuliskan semua pertanyaannya di buku diarynya.. ''Siapa?Darimana?Mengapa?semua pertanyaan mengenai para tamu yang datang ke rumahnya pun ia tuliskan di dalam diary tersebut..
Selama Riri terlarut dalam pertanyaan-pertanyaan tersebut banyak yang bertanya pada Riri mengapa?kok?sampai kapan?terus gimana? dan pertanyaan lainnya untuk menanyakan kabar Vara namun Riri hanya menjawab''Maaf kak mungkin kakak kurang penting jadi kakak nga tau :)''sambil tersenyum polos,, apa hanya untuk orang yang menanyakan kabar Vara jawaban itu? ''Apa aku penting?''~~
.
.
.
Pulang sekolah..
''Asalamualaikum..''Riri mengucap salam dan hanya keheningan yang menyambutnya..Riri melangkah kedalam dan menemukan short message dari Ibu..
*''Dear Riri,*
*Ibu,Ayah dan kakak-kakakmu pergi untuk menyelesaikan sesuatu dulu..jadi Riri harus menjadi anak yang baik, tunggulah di Rumah dan jangan pergi kesana sini,, Ibu sudah membuat makanan kesukaan Riri jadi makanlah,,kunci pintu rumah dan jangan buka jika bukan Ibu yang meminta♡*
*Ibu♡''*
Harus dinampakin ya? Apa *sengak* pentingnya Riri?...Hening~hening~ hening~dan hening yang menemani Riri..
Tok~tok~tok~
.
.
''Sebentar..''teriak Riri..
Riri mengintip orang yang mengetuk dan ternyata itu Ibu dan Kakak-kakak..''apakah sudah selesai masalahnya bu?''tanya Riri sambil menyalimi tangan semua orang yang memasuki pintu rumah tersebut.. Namun,yang dilihat Riri bukan hanya 5 orang yang memasuki Rumah tersebut..namun ia tetap menyalimi para tamu yang datang ke Rumah itu.. Tamunya adalah tamu kemarin yang membuat suasana rumah tersebut menjadi dingin tak tertolong..
''Jadi?apa yang harus Ibu dan Ayah lakukan agar kamu tidak marah lagi?''hemk? Mata Riri membulat sempurna mendengar kata-kata tersebut yang di tujukan pada Uli yang saat ini memang sedang duduk didekat seorang wanita elegan nan dewasa dengan pakaian yang cantik dan kekinian..''apasi?kan dah aku bilang.. Jangan ungkit ini lagi di rumah,, udah cukupkan jawaban aku di saba tadi?''Uli menjawab dengan ketus dan membuat wanita tersebut menundukam kepala,,
''apa ini?''tanya Riri.. Tak ada yang menjawab,, ''Riri capek ngeliat kalian kayak gini.. Tante itu nyebut dirinya Ibu kak Uli? Jadi kak Uli bukan anak Ibu?''tanya Riri dengan nada sedikit meninggi karna rasa amarah yang sudah menumpuk karna merasa dirinya tidaklah penting untuk mengetahui masalah ini..''Kakak anak Ibu Ri jadi nga usah khawatir:)''jawab Uli sembari menyuruh Riri kembali duduk..
''Bu tolonglah beri nasehat kepada Uli,,kami tau kami salah,, namun apalah daya? Dulu memang keadaan yang memaksa kami menitipkannya kepada mu..dan kau berjanji akan memberikan Uli jika kami sudah tidak memiliki masalah lagi..''wanita yang menyebut dirinya ibu Uli tersebut memelas kepada Ibu untuk menasehati Uli..
''Are you serous?oky fine..memang Riri cuma anak kecil tapi kalian tega buat Rir kayak gini? Kebingungan?''tegas Riri..''Kau sangat beruntung *DIK* tak perlu merasakan apa yang kami rasa__''jelas Vara dengan matanya yang merah dan sembab..''kumohon apa maksudnya ini?''Riri memelas pada semuanya..
Dan akhirnya seorang berjas putih tegak dan membantu Riri duduk karna Riri terduduk dilantai sambil menahan tangis..
''Dik nama paman Zein dan tante yang itu namanya tante Tasya''sambil menunjuk wanita yang mengaku Ibu dari Uli.''kami..orang tua,,,orang tua kandung Kak Uli..''jelas Zain pada Riri..Riri hanya menatap panjang wajah Tasya..dalam benaknya memang..memang mirip__.. ''dan,, dan paman yang menggunakan peci disitu namanya paman Ilham dan disampingnya itu tante Salsa.. Dan..''Zain menatap Ilham dan Salsa,, ''Kami..orang tau kandung Kak..kak Dina...''jelas Salsa pada Riri..sekali lagi Riri menatap paras kedua orang tersebut dan tidak menemukan kemiripan yang spesifik,,namun ciri hidupnya sangat sama...apakah benar?sungguh?miris,,fikir Riri dengan mengeluarkan wajah sendu..''Dan''__''nama saya Khalid dan ini istri saya Roselin orang tua *kandung* Vara''Khalid memotong penjelasan Zein..''Ohhh sudah Riri duga''ucap Riri sambil mengeluarkan raut wajah datar.. Dalam benaknya mengapa nga ada mirip-miripnya? Vara jelas sangat ceria dan lembut tanpa ada rasa sombong di matanya..''nga mirip''Riri bergumam..
''Jadi? Paman dan tante orang tua *kandung* dari kakak-kakak Riri?..hmm.. Jadi? *Ibu*, *Ayah* apa masih tersedia stok untuk orang tua *Kandung* untuk Riri?''tanya Riri dengan miris...
''Riri jangan gitu sayang,,''nasehat Ayah..
''Ayah emang lebih sayang ke Riri dari dulu..toh.. Harusnya udah tau kok jadi malah nga tau_,,..kalian sama aja,, kalain pikir hati kami terbuat dari baja yang tahan banting?tahan bara api? Jahat banget. Hati kami tu bukan mainan_''ucap Vara dengan sedikit emosi yang terselip di kata-kata tersebut..
''Dina sudah menyetujui akan ikut dengan kami pak,bu,.. Kami amat sangat berterima kasih atas didikan dan peranan bapak,ibu dalam kehidupan Dina..Ini,,sedikit rejeki yang Allah titipkan untuk kalian melewati kami..mohon di terima,,''ucap Ilham sambil memberi amplop bewarna putih kepada Ayah..
''ahh ada imbalannya toh,, ku pikir apa yang bisa buat pengantin baru mau ngurus anak orang lain.. Berapa jumlahnya om?''sinis Uli..''Uli!udah cukup!kamu kalau nga puas sama apa yang kamu bilang keorang tua yang udah besarin kamu sampe segede ini ya masuk panti aja ya? Kayaknya emang sifat kamu kayak gini liat buktinya 3 anak yang di didik oleh pak Rizal dan bu Indah itu sifatnya lembut dan beretika,,hanya kamu yang begini.''amarah Zein pun terluapkan..Uli terdiam karna baru pertama kali dimarahi dengan begitu kasar..''Ayah tau kamu terluka Uli..maafkan Ayah dan Ibu..dulu kami sedang dalam masa yang tidak pas..jika kamu besar di lingkungan yang begitu sadis kamu pasti akan stres.. Kami hanya mementingkan masa depan mu sayang..kami juga sering melihatmu kesini bukann?,,kau ingat orang yang bertopi yang sering bolak balik di sini? Wanita yang melintas menggunakan sepeda gunungnya setiap pekan?''tanya Zein..Dan membuat Uli menganggukan kepalanya..''Uli nga tau harus gimana,,Uli,,nga kenal kalian,,Uli cuma mau kehidupan Ulu yang dulu..''tangisan Uli pecah karna tak tau yang ia inginkan..
Zein memeluk Uli dengan rasa khawatir karna melihat perubahan emosi yang spesifik di diri Uli,,ia takut Uli akan melakukan sesuatu yang tidak-tidak jika dia di biarkan sendiri hinggaa...
.
.
.
~
Haaiii qaqaq-qaqaquee..maaf yaa buat kalian baca panjang kali lebar dulu.. Karna fatma pengen kalian dapetin rasa dari cerita yang fatma tuangin ke novel ini.. Jadi jangan bosen bacanya yaa..
Note:please qaqa like and komen ya kak novel fatma..biar fatma tau apa yang kurang dari novel fatma..
Rasa asam dari mangga muda..
Asalamualaikum dari bidadari surga(●´з`)♡
Riri sukany0a boneka
Vara suka warna merah
Wahai manusia yang ngelike dan komen novel fatma..
Semoga cepet ketemu jodohnya♡
Luvvluvv♡