My Way Of The Loving You

My Way Of The Loving You
18.masalah hati



Jangan menjelaskan tentang kehidupanmu kepada siapapun.. Karna,, yang menyukaimu tak membutuhkannya,, dan yang membencimu tidak mempercayainya.'.:)




Dean pov


Kugenggam tangan Vara yang hendak meninggalkanku begitu saja..apa,, apa hanya aku yang merasa begini?.. Kami memang baru mulai akrab.. Namun aku slalu menantikan pertemuan kami,, apa.. Apa hanya aku yang ingin dekat dengannya? Aku ingin mempertannyakan kepergiannya..dan.. Mempertanyakan perasaanya..



''Vara..kita,, kita perlu bicara..'' ucap ku dan hendak membawa Vara kesebuah cafe untuk bicara.. Namun ia menepis tanganku dan menatap sendu padaku.. Aku tak tau arti tatapannya. Dan ia pun meninggalkan ku disana sendirian..



Vara pov


Aku bergegas meninggalakan kak Dean karna aku..aku tak.. Entahlah aku tak tau apa ini.. Tapi aku ingin,, sangaat ingin menangis.. Pria pertama yang membuat hatiku berdetak deg dengan tatapannya itu..kini kutinggalkan sendirian begitu saja.. Apa yang harus kulakukan? Aku tak begitu yakin.. Tapi firasatku mengatakan takkan baik jika aku meninggalkan kak Dean sendirian begini..


''kak..kak Dean.. Maaf tapi aku tak bisa bicara sekarang.. Apa bisa kita bicara saat pulang nanti?''tanyaku dengan hati-hati..



''ah. O.ok,, aku.. Aku akan menunggumu di parkiran..''katanya dan berlenggang pergi..



Akupun bergegas menelusuri koridor sekolah untuk menemukan Dowon.. Akhirnya aku melihat ada sebuah pintu dan.. Benar ini memang pintu menuju atap sekolah.. Aku mencari keberadaan Dowon.. Aku melihatnya,, Dowon sedang menatap langit biru yang terik disiang ini.. Walau memakai kacamatapun ia terlihat tampan.. Apa lagi ia tak membuat dirinya seperti ini pasti hidupnya akan di kerumuni siswi-siswi cantik lagi..yah seperti waktu SMP dulu..



''Dowon!''aku melambaikan tangan ku pada Dowon..



''kemarilah!''triaknya.. .


Akupun berlari kecil untuk menghampiri Dowon..



''mengapa harus disini? Kan panas'' kataku sambil menutupi mataku dari sinar matahari yang memang tak bisa dipungkiri sangat paanaas..



''manja bat dah ni anak''tuturnya sembari mengacak acak rambut ku.. ''Duduklah..''katanya sambil menepuk lantai disampingnya..



Akupun duduk disamping Dowon yang kini sedang duduk dilantai..



''siapa.. Cowok tadi?''tanya Dowon



''ih ko kepo banget~''godaku pada Dowon.. Sebenarnya aku tak ingin memberi tahu Dowon tentang kak Dean..



''ais kau ini.. Sudahlah aku juga tak peduli!'' katanya dengan muka masam..



''hm~.. Bagaimana Deka? Mengapa dia tidak ada dikelas?''tanyaku sembari menghadapkan badanku ke Dowon..



''Deka ya.. Kalian kenal dimana?''tanya Dowon




''ya.. Deka memang bukan anak cupu,, dia hampir sama kayak aku.. Nga suka dikerumuni anak cewek jadi dia ubah penampilannya sejak SMP,, dan.. Aku ketemu dia pas hari pertama.. Saat itu ku pikir dia anak teladan yang tak bisa bergaul.. Tapi saat ku perhatikan lagi dia tidak buruk.. Jadi aku membuka kacamatanya.. Dan benar dia tampan.. Lalu dia menarikku ke gang kecil di samping sekolah..lalu ini akhirnya.. Dia mengubahku seperti ini dan.. Aku suuukaa karna tak perlu susah susah berlarian menghindari cewek fanatik kan?''jelasnya dengan semangat..



''lalu? Dimana dia?''tanyaku



''dia ya.. Dia di skors 3 hari tang lalu.. Mungkin besok dia sudah sekolah'' kata Dowon..



''oo.. Eh tapi mengpa dia bisa di skors?'' tanyaku



'' ntahlah.. Dia pergi dijam pelajaran olahraga dan beberapa kali cabut juga.. Aku tak tau ia pergi kemana..ntah apa yang dipikirannya..''jelas Dowon



Saat aku hendak bertanya lagi bel masuk sudah berbunyi.. Kami pun bergegas kekelas..


.


..


Bel pulang berdenting dan semua murid langsung bersiap untuk pulang..



''aku duluan ya Dowon..sampai jumpa!'' pamitku pada Dowon yang dibalas anggukan olehnya..



Sesuai perjanjian aku dan kak Dean akan berbicara saat pulang.. Akupun pergi ke tempat parkir.. Disamping mobil sport putih kulihat kak Dean sedang bersandar dan menutup mata.. Ia terlihat kelelahan.. Aku menghampiri kak Dean dengan hati hati



''kak..''sapa ku.. Seketika kak Dean terbangun..aku.. Merasa canggung jika begini..



''kita.. Bisa bicara di cafe?''tanya kak Dean dan ku balas dengan anggukan..



''ayo.. Masuklah'' ia membukakan pintu mobil untuk ku..


.


..



Suasana didalam sini bahkan lebih dingin dari musim dingin.. Aku bahkan tak bisa bergerak bebas.. Sejak kapan,, hubungan kami sejauh dan sedekat ini.. Ini sangat rumit..


..


Sampailah kami di sebuah cafe.. Saat aku hendak membuka pintu mobil,, kak Dean tiba tiba mendekat dan membantuku membuka kuncinya.. Bahkan aku masih bisa merasakan perasaan ini.. Tapi mengapa aku tak bisa mendekat lagi? Aku bingung..


.


..


Kami duduk berhadapan.. Diam,, diam dalam diam ini sangat tak nyaman..



''Vara.. Aku,, kau.. Apa,, apa kita tak bisa seperti dulu? Atau bahkan.. Hanya,, hanya berteman saja? Aku.. Sudah mencari mu seperti orang gila Vara.. Aku,, merindukan dirimu yang tersenyum hanya karna hal kecil..kau merona hanya dengan berdekatan denganku.. Aku.. Merindukanmu..''.. Aku bahkan tak menduga kak Dean akan berkata seperti ini.. Dia.. Terlihat leleh,,terluka..tatapannya tak bisa kuartikan.. Matanya berlinang.. Aku ingin memeluknya.. Namun apa lah daya.. Bahkan aku sudah memutuskan untuk tak punya hubungan dengannya..