
Terkadang menerima permainan takdir adalah hal yang baik♡~
Zein membujuk Uli untuk ikut bersamanya,,lagi,lagi dan lagi walau harus berperang mulut dengan anak sematawayangnya itu..
''Ok!aku ikut,,jika kalian mengetahui kapan pertama kali aku mencintai seseorang..coba beritahu aku kapan aku mencintai seseorang?''tantang Uli pada orang tua kandungnya..
''Kau mencintai seseorang saat hati mu menghendakinya sayang..''jawab Tasya,,
Sedari tadi Tasya memang tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terlontar dari mulit Uli karna ia tau emosi hati Uli saat ini..memang pantas satu♡kan
''....''Uli terdiam dikarnakan emang itu yang ia pikirkan,,''Sungguh kalian orang tua ku?''tanya Uli.''Jika ia mengapa kalian tega menyuruh orang lain membesarkan aku?ya.. walaupun aku tak tau perbedaan rasanya anak kandung dan bukannya dari asuhan Ibu dan Ayah..''kata Uli..''Maaf''Zein memeluk Uli..
Akhirmya Uli luluh dan memeluk balik Zein dengan tangisan yang di tahan_
Suasana di ruang tamu malam itu campur aduk.. Tak tau yang mana yang mendominasi_
.
.
''Vara?jangan menangis lagi tak ada yang perlu ditangisi Papa sudah minta maaf bukan?''ucap Khalid.. ''Lalu Vara harus gimana? Kewata?wah Vara punya orang tua baruu_''seru Vara dengan raut wajah yang ceria dan langsung menggantinya dengan tatapan sinis..
''Riri..nga tau_kok jadi gini?''Riri menangis terisak-isak dan berlari kedalam kamar..Riri sudah tau pasti Vara akan ikut dengan orang tua kandungnya..kan emang orang tua kandung gmna lagi?pasti nga bisa disangkal_..
Di ruang tamu.
.
.
''Sekarang kalian sudah besar maafin Ayah yang nga bisa ngasih tau kebenaran ini jauh lebih cepat,,kalian pergilah bersama orang tua kandung kalian..hiduplah dengan damai bersama mereka,,kami di sini akan slalu mendoakan kebahagiaan kalian..''Ucap Ayah pada ke3 putrinya sembari memeluk mereka..
Seketika suasana di euangan itu menjadi hangat,,damai dengan tangisan-tangisan kecil yang keluar dari orang-orang yang ada di ruangan itu..
.
.
.
Pada akhirnya Vara juga ikut bersama orang tua kandungnya..malam itu tinggallah Riri dan orang tuannya di rumah itu_
''Sepi___cuma Riri yang tinggal..Riri harus seneng apa sedih?kok sesek? Sakit...''ujar Riri pada dirinya didalam selimut bewarna biru muda itu..
Malam ini Pertama kali rumah itu hanya dihuni 3 sosok manusia...
Pagi_
.
.
.
'inilah jati diri ku_''bisik Riri kepada dirinya sendiri..
Saat di koridor ia bertemu dengan Vara dan_.
''Maaf Ri kakak nga bisa nemenin kamu lagi..''ucapnya sembari melewati raga Riri dengan cepat..Hati Riri yang tergores sekarang tersayat..Tak terduga kakak tercintanya sanggup mengatakan semua itu,,padahal hanya Vara yang di harapkan Riri,.
Riri berbalik dan berteriak '' *YA SEMOGA KAU TAK KECEWA LAGI!*''.kini seluruh perhatian seluruh murid di koridor itu tertuju pada Riri,banyak yang terkejut Riri si putri pendiam berteriak begitu keras di koridor,,Varapun ikut terkejut karna baru kali itu Riri berteriak kepadanya,,''Riri_''Vara hendak mendatangu Riri dan bicara kepadanya..
Wajah Riri memerah menahan tangis yang mungkin sebentar lagi akan meledak dan tiba-tiba tubuh Riri di tarik oleh seseorang..Riri tak tau siapa orang itu,,yabg ia tau ia pasti seorang pria...''Lepas_''kata Riri,karna kini ia sudah berada diluar area sekolah..akhirnya_
''Aduh!sakit woy!nga tau terima kasih banget sih..udah ditolongin juga!''teriak pria tersebut kesakitan karna injakan kaki dari Riri.. ''kamu aneh''kata Riri dan berbalik hendak kembali kesekolah..
''percuma,,gerbang pasti udah ditutup~''ucap pria itu santai..''ha? Riri merogoh jam tanagn yang ada di dalam tasnya(tipe sederhana)''kamu tu_''Riri hendak marah namun ia urungkan karna tak ingin terlibat lebih banya dengan pria itu..''aku kenapa?'' tanyanya. Riri hanya menatap panjang pria tersebut,,''tau aku ganteng udah,,jangan diliatin terus nanti aku baper kamu harus tanggung jawab lo''godanya..Riri tak menghiraukan pria itu dan pergi berlalu untuk mencari tempat untuk menghabiskan sepanjang hari ini karna ia tak mungkin kembali kerumah sekarang(canggung)..
Pria tersebut bernama Gilang teman sekelas Riri,pria tampan dambaan banyak wanita tersebut slalu dikelilingi siswi cantik di sekolah,,kenapa sekarang ia membawa Riri keluar dari sekolah tadi?..
''hey,,mau kemana?''tanya Gilang.''nga ada urusan sama kamu_''jawab Ri1ri dingin.''Iiss aku dari tadi udah baik ya sama kamu,,bahkan kamu nga nganggep aku ada urusan?''ucap Gilang dengan sediki1t kesal,,mungkin karna baru kali ini ia dibuat begini oleh seorang wanita?.. ''Ehm''Riri melirik Gilang dengan alis terangkat satu dan kembali berjalan lurus tanpa tujuan,,karna ia tak pernah bermain ke cafe atau tempat nongkrong apa namanya itulah..jadi ia hanya berjalan tanpa tujuan_''aish buat frustasi ni cewek!ketabrak mobil tau rasa!''hujat Gilang.spontan Riri berbalik dan menatap tajam Gilang..
Namun tiba-tiba__o==[]::::::::::::::::>o==[]::::::::::::::::>o==[]::::::::::::::::>o==[]::::::::::::::::>o==[]::::::::::::::::>o==[]::::::::::::::::>o==[]::::::::::::::::>
''Riri!''Gilang terkejut yiba-tiba ada mobil melaju kencang dan menabrak Riri yang memang berada di tengah jalan untuk menyebrang. ''Riri! Bangunn maaff aku nga tau bakal kayak gini! Riri!''Gilang panik dan refleks memeluk Riri yang kini berlumur cairan bewarna merah pekat itu,,
''Riri!_''
.
.
.
.
''Mungkin hanya butuh lima detik untuk aku menyukaimu,,tapi..aku butuh lebih banyak waktu untuk membuatmu menyukaiku jika aku ingin berada disampingmu aku harus memiliki lebih banyak waktu dari ini.. Jadi jangan menutup matamu dulu_''
Me:''Cinta datang tiba-tiba dan hilang secara tiba-tiba..manfaatkanlah waktu yang ada sebelum rasa itu hilang hingga sirna''
luvyuu♡
T♡ be c♡ntinued