My Way Of The Loving You

My Way Of The Loving You
12.mungkinkah?



Terkadang cinta mengalihkan duniamu.. Oleh karna itu,, jika bisa hindarilah yang namanya cinta sebelum menikah :)



Pagiku cerah,matahari bersinar,kugenggam tas merahku lalala.. Sudah lama aku tak sebahagia ini ^w^,, aku menanti-nantikan keberangkatanku kesekolah.. Aku sarapan dengan cepat dan langsung minta diantar kesekolah ke sopir pribadi mama yang ditugaskan mengantar jemput aku kesekolah.. Yah,, mama dan papa sangat sibuk dengan pekerjaan mereka,, sehingga aku harus tinggal sendiri di apartemen yang dibeli oleh papa agar tak terlalu jauh perjalananku ke sekolah..


.


...


.


Akhirnya aku sampai~ haa padalan aku pikir aku bakal jadi mirid pertama yang memasuki kelas.. Namun disekolah saja sudah sangat banyak orang yang berkumpul dengan temannya untuk sekedar bersenda gurau.. Kak Dean mana yah? Dia kelas berapa? Ah iya aku bahkan tak pernah membuka sns ku.. Coba aku cek ^w^..


''aw! Shht sakit!''aku berteriak karna ada orang yang mendorongku ke tembok.. Dan..


''apaan sakit sakit? Dasar pel*cur! Lo udah gue ingetin kan tentang jangan caper ke Dean kan? Dasar! Dimana otak lo ha?nga punya otak apa?''katanya sambil menoyol-noyol kepalaku..


''tolong ya kak bersikap sopan! Aku juga manusia! Kakak nga ada hak buat memegang kepalaku!''ucap ku sambil menepis tangan wanita itu dari kepalaku..


''ha? Lo brani sama gue? He? Masih kecil aja belagu!''katanya padaku dan dia mendorongku kesisi lain tembok..


''Aku kan sudah bilang.. BERSIKAPLAH SOPAN KEPADAKU!'' bentakku dan aku mendorongnya.. Tapi,,$+(,:,?@? Tak kusangaka dibelakangnya ada sebuah tangga.. Dia terjatuh dari tangga yang cukup tinggi tersebut.. Aku merasa sesak saat melihat kepala wanita itu mengeluarkan banyak darah.. Dadaku panas.. Aku,, rasanya.. Jantungku..rasanya jantungku akan meletus karna kejadian itu,, seperti devaju.. Aku tak tahan.. :J


.


..


.


..


Aku terbangun dari tidurku,, aku sepertinya berada di RS.. Tapi Kepalaku rasanya akan meletus,, rasa sakit dibagian belakang mata ini akan membunuhku.. Aku melihat sekeliling.. Ada mama dan sepertinya seorang pengacara..


''Vara? Nak? Kau tak apa?''tanyanya dengan wajah khawatir..


''Mhnm''jawabku dengan anggukan.. ''ma.. Aku sepertinya ingat,, aku mendorong seorang siswi.. Dan dia terjatuh dari atas tangga..apa dia baik-baik saja?''tanyaku karna aku khawatir karna perbuatanku..


''tak perlu khawatir sayang.. Dia mendapat pengobatan yang intens dari para dokter pilihan papamu.. Jadi bisa dipastikan dia akan baik-baik saja.. Kau kembalilah tidur..''jelasnya sembari mengelus pipiku..



Aku mengiyakan masukan mama karna aku memang butuh tidur.. Kepalaku butuh istirahat.. Aku tak tau sejak kapan aku seperti ini..


.


..


Saat aku terbangun dari tidur sudah ada papa yang tertidur dikursi dekat tempat tidurku..aku.. Sedikit merasa bahwa papa dan mama menyayangiku.. Yah jika tidak mereka tak akan meninggalkan pekerjaannya hanya untuk mengurus masalahku ini.. Aku mengelus kepala papa.. Papaku memang tampan.. Dia mempesona,, apa dia sungguh papaku?..


''kau sudah bangun? Seharusnya kau membangunkan aku jika kau sudah bangun.. Sebentar..''katanya sembari melenggang pergi.. Tak lama kemudian dia membawa seorang dokter bersamanya..


''periksa dia dengan benar.. Pastikan dia baik-baik saja Son'' titahnya kepada dokter tersebut..


''kau ini.. Baik kau keluarlah dulu..''ujarnya pada papa..


''kuserahkan anakku padamu.. Rawat dia dengan benar.. Aku akan segera kembali..''kata papa dengan rasa kepercayaan yang dilimpahkan kepada dokter tampan tersebut... Papapun pergi meninggalkan ruangan tersebut.. Kini hanya tinggal dokter tampan dan aku yang berada diruangan ini..


''Baik.. Vara? Apa yang kaylu rasakan? Dadamu tak apa? Apa kepalamu masih terasa sakit?''pertanyaan demi pertanyaan ia tanyakan padaku..~~~~ mungkin sudah lebih 30 menit ia bertanya dan aku menjawab.. Dan akhirnya iapun berpamitan..


''Ok.. Kita sudah dapat hasilnya.. Oiya perkenalkan nama saya Jason :) kita hanya berbeda 7 tahun lo ^v^ jadi jangan terlalu sungkan yaa Vara!''sahutnya dengan senyuman ala pria tampan..


''Baik kak dokter ^v^'' balasku padanya..


''ah itu juga boleh dik vara >v<''ucapnya sambil berlenggang keluar ruangan.. Ah aku suntuk dengan warna putih ini..