
Jika sesuatu yang telah pasti tidak terjadi mungkinkah kita masih bisa memperteguhkan hati?
Hari pertama masuk kelas Vlll ini tidak jauh beda dari hari pertama masuk kelas Vll dahulu.. Vara masih menjadi magnet yang menarik perhatian seluruh siswa siswi sekolah, dan Riri? Ia tetap menjadi gadis pendiam nan dingin di mata teman-temannya..
''Apa Riri bisa kayak kak Vara?''lamun Riri saat berada di perpustakaan sore ini.
''Padalan Riri juga mau punya teman yang berjalan bareng dengan Riri sama kayak kak Vara... Tapi,, emang Riri cocoknya sendirian yah...''keluh Riri dalam hati
Tak begitu lama waktu pulangpub datang Vara dan teman-temannya berpisah saat di gerbang, dan sekarang Vara menunggu sang adik tersayang untuk pulang bersama..
''kak''sapa Riri dengan senyum hangat khas Riri yang hanya di tunjukan kepada segelintir orang saja
''Aahh manisnya adik kuuu,, yuk pulang''ucap Vara sambil menggandeng lengan Riri
Saat dirumah~
''Asalamualaikum''salam terlontar dari mulut kedua gadis yang menggunakan seragam SMP sore itu..
Namun tak da jawaban yang terdengar dari dalam,,
Riri masuk kerumah sembari mencari keberadaan kedua orang tua nya itu,,
Vara langsung menghempaskan tubuhnya ke sofa di depan TV di ruang keluarganya tersebut..
''ibu?ayah? Dimana kalian? Riri sama kak Vara udah pulang''sahutan yang terlontar dari bibir mungil Riri yang sedari tadi mencari keberadan ibu ayahnya,,Riri tidak biasa setelah pulang tidak melihat batang hidung ibu ayahnya..
''Riri kesini dulu,, mungkin ibu sama ayah ada urusan.. Yuk makan camilan sambil nonton sama kakak''ujar Vara
''hnnmm ya deh''desah Riri
Waktu sudah menunjukan pukul 5:20 Dina dan Uli baru menampakan batang hidungnya di rumah,, dengan wajah kusut Uli datang ke ruang keluarga dan menghimpit kedua adiknya itu hingga...
''Aahhh kakak berat taauu Riri sakit niih!''Teriak Riri..
''tauk deh kakak nii,, udah bau apek juga masih nyempit-nyempit aja''rutu Vara
''Aahhh kalian ngak bakal tau rasanya jadi anak SMA (v-v),, capek tauuu...''keluh Uli..
''udah Uli jangan ganggu adek-adek lagi..Ibu sama Ayah mana?''tanya Dina kepada kedua adiknya
''Nga tau kak kayaknya ibu sama ayah ada urusan, soalnya dari kami pulang tadi ibu ayah udah ngak dirumah''jelas Vara
.
.
.
.
''Asalamualaikum'' seseorang mengetuk pintu rumah~
''Waalaikumsalam! Sebentar..''teriak Uli karna takut orang diluar tidak mendengarnya.. ''Ahh ibu, ayah,, Uli pikir siapa,, ayok masuk bu, yah'' celoteh Uli sambil menyalimi kedua orang tuannya.. ''Ibu, Ayah pulang!'' teriak Uli untuk menyiarkan keadaan ke seisi rumah..
''Haaa''hela Ibu
''kenapa bu?''tanya Uli
''Ibuuu,,Ayah,,''Riri berlari menghampiri kedua orang tianya diikuti dengan larian kecil dari Vara dan Dina di belakangnya.. ''Ibu habis dari mana?''tanya Riri sembari memeluk ibunya..
Tak ada suara yang keluar dari seluruh anggota keluarga malam itu,, sunggu canggung..
''Udah yuk dek bobo lagi udah malem,,Ibu sama ayah pasti jyga capek''Ajak Dina pada adik-adiknya..
''Yaudah...Ibu,Ayah,, baca doa sebelum tidur,, night''ucap Riri sambil mencium pipi kedua orang tuannya dengan sedikit rasa kecewa karna tidak mendapat jawaban dari pertannya..
''Baca doa sebelum tidur bu, yah''ucap Dina,Vara, dan Uli sambil melambai ke kedua orang tuannya dan menyusul Riri ke lantai atas..
pertanyaan:
Apa? ya? ya apa?!!
jangan ngegas bosquee♡
Haloo kakak,, bantu Fatma yaa kak supaya Fatma bisa buat novel nya dengan semangat ya kak dengan like sama kasih luuvv♡ ya kakak
luv all(●´з`)♡