My Way Of The Loving You

My Way Of The Loving You
19. Ada apa dengan Dean?



Hidup itu sebuah proses..setiap detik kehidupan adalah perjuangan..setiap detik kehidupan adalah penantian.. Jadi,, nikmatilah..



Vara pov


Ku berkutat dengan segala pemikiran diotak ku.. Aku harus menjawab apa? Apa harus aku menceritakan segalanya? Itu juga bukan hal yang buruk.. Namun itu juga tak terlalu baik.. Aku harus membuat keputusan..



''Kak.. Sebenarnya,, Aku tak masalah jika kita berteman.. Dan maaf aku menghilang tanpa kabar,, Jadi, apa kita berteman?''tanyaku dengan hati-hati.. Aku tak mau dibenci cinta pertamaku.. Namun sekarang bukan saatnya aku mengejar cinta,, aku hanya ingin lulus dengan cepat,, lalu bebas..



''teman..hm,, kita berteman..iya kita bisa berteman.. Jadi, jangan sembunyikan segala sesuatu dari temanmu ini ya.. Vara,,'' Kak Dean mengatakan itu dengan muka murung.. Apa dia menginginkan lebih?,, tidak Vara kau tak boleh goyah..



'' Kak.. Kau baik-baik saja?''tanyaku.. Sekarang wajah kak Dean sangatlah pucat.. Aku takut ia kenapa-kenapa..



'':) mkasih.. Udah perhatian,,Vara.. Aku tak apa.. Jadi kau jangan khawatir..'' jawabnya dengan senyuman yang aku yakini sangat dipaksa.. Aku tau dia tak baik-baik saja..



'' kita.. Ke RS ya kak.. Kau tak baik-baik saja.. Dan aku tau,'' ajakku pada kak Dean..



''tidak.. Aku tak ingin pergi ke RS,, aku baik-baik saja..''katanya.. Tapi aku sangat yakin bahwa dia tak baik-baik saja..



''Ku mohon kak.. Jangan keras kepala.. Aku akan menemanimu ok?'' bujukku.. Kini kak Dean sudah tak bersuara.. Dan itu membuat ku makin panik.. Aku segera menghampirinya yang kini berada didepanku.. Aku menyentuh pipinya.. Pipinya sedingin es,, lalu aku memegagang keningnya.. Namun keningnya tak dingin.. Melainkan panas.. Aku menggenggam tangan kak Dean.. Aku memapahnya untuk sampai ke mobil..aku merogoh kantung celana kak Dean untuk mencari kunci mobilnya itu.. Setelah mendapatkannya aku menempatkan kak Dean di kursi penumpang.. Aku belum memiliki SIM namun ini keadaan darurat bukan?.. Aku memberanikan diri mencoba menyetirkan mobil ini.. Karna di Indo aku sudah bisa menyetir mobil ini tak terlalu sulit.. Aku langsung melajukan mobil ini ke RS terdekat..



Dean pov


Dia Vara.. Bahkan aku merasakannya.. Dia mengkhawatirkan aku yang hanya ia anggap sebagai teman.. Bagaimana esok dengan pacarnya? Sekhawatir apa ia esok?.. Ia yang kukira lemah lebut.. Ternyata bisa mengeluarkan sisi yang berbeda.. Ia berani mengemudikan mobilku.. Ia berani.. Sangat berani memegang pipiku.. Keningku bahkan merogoh saku celanaku.. Dia begitu toledor sebagai wanita..



Sakit yang kurasa baru pertamakali sesakit ini.. Aku tak bisa memisahkan sakit yang meluap karna jawaban Vara dan sakit yang biasa ku alami.. Sudah biasa aku merasa pusing,, dan itu kurasa karna kelelahan dan anemia yang kuderita.. Tapi dulu tak pernah sesakit ini..



''Vara.. Aku..''saat hendak mengatakan aku baik-baik saja,, Vara melambatkan mobil dan berbelok.. Ternyata sudah sampai disebuah RS..



''Kenapa kak?''tanya Vara padaku.. Aku hanya menggelengkan kepala karna tak kuat menahan sakit.. Kini Vara sudah tak didalam mobil.. Ia berlari memasuki RS itu..



Sesaat aku merasakan sesuatu yang berat menimpa kepalaku.. Entah hanya halusinasi atau apa aku merasakannya dengan jelas.. Lalu aku memejamkan mata untuk menenangkan sakit ini..



Vara pov


Aku berlari meminta pertolongan.. Perawat disana sangat sigap mereka langsung mengeluarkan kursi roda karna aku mengatakan bahwa kak Dean masih sadar.. Kami bergegas menuju mobil.. Namun ketika membuka pintu mobil kak Dean sudah tak sadarkan diri.. Wajahnya pucat.. Sangaat pucat aku tak sanggup melihatnya menderita.. Apa,, aku begitu menyayanginya?.. Saat melihat seorang perawat laki-laki membopong kak Dean lalu ketika seorang perwat wanita merapikan kepala kak Dean yang teleng,kaki dan tangannya aku merasa iri.. 'Mengapa bukan aku yang merapikan?' itu yang ada dipikiranku.. Apa ini yang namanya cemburu? Tapi aku tak berhak cemburu pada teman bukan?..bahkan aku cemburu pada perawat? Ayolah Vara..



Kak Dean dibawa masuk ke UGD dan aku disuruh menunggu diluar..setengah jam sudah aku menunggu diluar sini.. Akhirnya seorang pria dengan jas putih keluar dari dalam..



''keluarga pasien?''tanya Dokter itu padaku..



''saya.. Tak tau Pak.. Saya hanya temannya.. Dia tiba-tiba begitu pucat jadi saya membawanya kemari..'' jelasku pada Dokter itu..



''Apa tak ada kontak keluarganya yang kau tau dik?'' tanya Dokter itu lagi..



''en.. Entah lah.. Saya akan mencarinya di ponsel kak Dean.. Jadi apa saya boleh masuk? Karan sepertinya HP-nya ada di sakunya..''kataku..



''Baiklah.. Dan sebenarnya pasien sudah siuman.. ia sering mengalami ini tapi tak sebegitu sakit seperti ini katanya..'' kata Dokter itu membuatku tambah khawatir kepada kak Dean.. Jika sudah sering mengapa tidak diperiksakan? Dia begitu tak bisa merawat diri! Padahal katanya tadi ia tak apa..Aku takkan memaafkannya jika dia kenapa-kenapa!..



Aku masuk keruangan itu.. Disana hanya ada kak Dean yang terbaring dan menatap keatas.. Entah apa yang dipikirannya..



''kak?..''aku menyapanya dan memperhatikan wajah kak Dean yang masih pucat tapi tak sepucat tadi..




''aku.. Pinjam HP Kakak dulu ya.. Aku akan menghubungi orang tua kakak..''kataku.. Namun kak Dean memalingkan wajahnya dariku.. Sakit,, iya.. Aku merasakan sakit ketika ia memalingkan wajahnya dariku seoerti tadi.. Akupun memegang pipinya dan membuat kami bertatapan..



''kakak kenpa seperti ini? Apa kau tak mau melihatku?.. Haa.. Baiklah,, aku akan pergi setelah orang tua kakak datang.. Jadi dimana HP kakak?'' ucapku pada kak Dean dengan nada setengah kesal.. Hu.. Ingin rasanya aku menendang kakinya.. Apaan sikapnya ini.. Dia hanya diam membisu melihatku.. Jika lebih lama lagi ia menatap intens padaku aku akan meledak karna malu..



'' di.. Saku'' ucapnya singkat.. Lalu ia memalingkan lagi wajahnya..



Aku tak tau mengapa ia bersikap seperti ini. Tapi ini membuat dadaku sakit.. Rasanya seperti nyut,, ditusuk jarum.. Aku merogoh saku kak Dean dan langsung mendapatkannya.. Saat hendak membuka, ternyata HP nya disandikan..



''Sandinya kak?''tanyaku pada kak Dean..



'' nga tau''jawabnya cepat..



''kakak kenapa dari tadi kok aneh.. Aku hanya akan menghubungi orang tua kakak kok.. Aku tak akan membuka hal lain di HP Kakak..'' kataku.. Aku bingung kenapa sih dengan kak Dean.. Apa karna faktor sakit?



''ha.. Kau,, mengpa ingin cepat sekali menelpon orang tuaku? Apa karna kau ingin cepat pulang? Jika iya. Maka pulanglah.. Tak perlu menelpokan orang tuaku.. '' katanya padaku..



''kakak?..haa.. Sudahlah.. Jika kakak tak ingin memberi tahu.. Tapi jawab pertanyaan ku.. Kakak kenpa keyak gini?'' tanyaku.. Aku sudah kesal dengan jawaban yang keluar dari mulut kak Dean.. Begitu menyebalkan..



''aku.. Aku tidak apa-apa.. Jadi,, pergilah.. Aku tidak memaksamu untuk tetap disini..''katanya..



''iya.. Ta,,eh..'' belum sempat aku menyelesaikan ucapan ku aku mencerna kata kak Dean barusan.. Apa maksudnya ia ingin aku menemaninya? Dasar kekanak-kanakkan..



''aku akan menemani mu hingga kau tertidur.. Tapi berikan sandi HP mu dulu. Aku ingin menelpon orang tuamu karna Dokter ingin berbicara pada keluarga kakak..'' kataku.. Aku tak tau pasti ia ingin aku disini apa tidak tapi apa salahnya aku cobakan?..



''Devara'' katanya..



''ha?''kataku sambil memberikan ekspresi ' ada apa memanggilku?'



''sandi nya'' katanya



''eh?.. Ah bentar'' aku mengetik sandi HP kak Dean dengan sandi DEVARA.. Dan hasilnya



''berhasil..''



''kau serius akan menemaniku?'' ucap kak Dean dengan mata sayunya..



''iya''ku jawab dengan siap



''ini bukan nomor HP ibu kakak?''tanyaku sambil memperlihatkan pada kak Dean kontak dengan nama 'Mama'



''iya..'' jawabnya



Aku mencoba menelpon nomer itu.. Tapi panggilannya dialihkan.. Sepertinya ibu kak Dean sedang sibuk.. Aku mencoba menelpon kembali.. Akhirnya nelpon itu diangkat..



''hallo?''~