My Way Of The Loving You

My Way Of The Loving You
7.Akhir dari semuanya(a)



Disaat Jiwa lemah mengapa kau memperlelah raga?~..



Pagi~


Koridor Sekolah...



''ah Riri'' Vara melihat Riri sedang berjalan menuju kelas..'ah nga boleh kalau gini nanti Riri tambah sedih...'pikir Vara yang tadinya hendak memeluk ''adik'' sematawayangnya itu..(miris)..


''Maaf Ri kakak nga bisa nemenin kamu lagi...'' Ucap Vara ketika berpapasan dengan Riri..


'dia keliatan nga baik' ucap Vara dalam hati.'apa dia baik-baik saja?' Vara hendak menghampiri Riri namun..


'' YA SEMOGA KAU TAK KECEWA LAGI!''Riri berteriak..


''Riri?'' Vara khawatir dan terkejut karna baru kali ini Riri berteriak begitu padanya..


Vara hendak menghampirinya namun Gilang telah lebih dulu menarik Riri pergi dari sana..


'Apaan sih Gilang kok narik Riri pergi! Kemana mereka? Aku harus nyari mereka!' Vara bicara sendiri dan tergesa-gesa mencari Gilang dan Riri tadi yang berlari menuju gerbang depan Sekolah.. Vara telah lelah mencari Riri dia tenggelam dalam pikirannya yang berpikir keras 'mengapa Riri begitu?'..


''Aahh apa dia terlalu sedih? Apa aku kelewatan mengatakan aku tak bisa menemaninya lagi?.. Kemana dia? Aku nga boleh biarin Riri benci sama aku!'' Vara berlari menuju Sekolah lagi dan menuju tempat parkir di samping sekolah..


''itu mobilnya!'' Vara berlari menuju salah satu mobil,,dan Vara lumayan terkejut ketika mobil itu berbunyi 'cklek!'..


''ah paman pinjam kontak mobilnya yaa!'' Vara merebut kunci mobil tersebut,,


''eh? Nona mau kemana? Biar saya yang antar!''kata supir pribadi Ibunya itu..


''Nga papa biar Vara aja yang bawa! Vara udah bisa bawa mobil kok!''kata Vara.


''ah,, ok tapi saya ikut!''pinta sang sopir karna Vara sudah menaiki tempat pengemudi..


"Ok"


Vara berbohong ketika ia mengatakan ia sudah pandai mengemdarai mobil itu,,


Sekarang Vara sedang mengemudikan mobil dengan lumayan alami meski dia menahan kegugupannya yang baru pertama kali mengemudikan mobil.


'ada apa dengan ku? Padalankan aku tadi tegang banget buat nyari Riri?ahh aku suka mengemudi!' Vara tersenyum dengan lebar saat ia sudah terbiasa menggunakan mobil itu.. Dulu ia hanya melihat 'ayah'nya(Riri) mengemudi,,sekarang ia bisa mengemudikan mobil sendiri..


"Vara sudah bilang kalau Vara udah bisa mengemudi,,paman masih khwatir?"tanya Vara kepada sang sopir..


"yah.."



'nga papa kan kalau aku cepetin mobilnya,,kan ini jalan nga terlalu rame..'pikir Vara..


Varapun mempercepat laju mobilnya,,sang sopir tidak menegur karna ia mengira Vara memang sudah mahir mengemudi.


Beberapa menit berlalu ia menikmati mengendarai mobil dengan cepat,, dan_ saat Vara mengedipkan mata ia terkejut dengan suara teriakan yang keras dari sopir untuk berhenti..


''Nona rem!''teriak sang sopir namun Vara sekarang menjadi kelabakan.. Ia tak mampu mengontrol tubuh dan menjadi panik,, ia tak tau apa yang ia injak dan kemudian ''BRAK!''..


Mobil tersebut menabrak sesuatu.. Dan mungkin seseorang..



''Riri!..'' tubuh Vara lemas.. Ia melihat seragam sekolah Riri penuh akan warna merah.. '


'paman...Itu Riri.....'' Vara pingsan dan membuat sopir panik bukan main.. Vara menabrak seorang siswi SMP dan sekarang ia pingsan ketika ia menyadari Siswi itu bernama Riri..


Sopir menelpon ambulance dan majikannya(ortu kandung Vara)..


''Halo pak? Pak.. Nona.. Nona Vara pak,, dia.. Dia menabrak seseorang.. Saya.. Saya sudah menelpon Ambulance..''


''hah? Vara nabrak orang? Kok bisa? Pake apa dia nabrak orang?''tanya khalid


''Mo..mob..mobil pak,,, sekarang Nona Vara pingsan pak,, dia pingsan ketika melihat korban berlumur darah pak dan.. Nona Vara merteriak Riri sebelum pingsan pak''lapor sang sopir.


''ha? Bagaimana bisa? Cepat kau bawa korban itu ke Rumah sakit terdekat! Cepat!''perintah khalid..



'Bagaimana takdir mempermainkan hidup kalian?padahal kalian masih kecil..aku menyesal,, maaf..'sesal Khalid mengingat kisah kehidupan sang anak dan saudara tak sedarahnya..


.


.


.


.


.


Rumah sakit_



"pak!Nona Vara masih belum siuman,, dia masih diperiksa oleh dokter.."jelas sang sopir



"bagaimana Riri?"tanya khalid


"ah korban! Dia.. di UGD,,sebelah sana.."sopir menunjukan arah kepada Khalid..




"Khalid!.. Dimana Riri dan Vara?"tanya Rizal(ayah Riri)



"tenang Zal Riri berda di UGD.. Dan Vara sedang di rawat di ruang itu"jelas Khalid



Rizal nampak frustasi..Indah syok mendengar kabar bahwa Vara tak sengaja menabrak Riri,,



Di lain tempat Gilang menggenggam rambutnya dengan kuat.. Ia tak tau harus bagaiman,,menurutnya Riri kecelakaan karna ulah dia..ia melihat Riri yang berlumur darah segar dan merintih kesakitan,, tapi ia tak bisa apa-apa..


...



''Riri_'' Vara bergumam benyebut nama Riri..''Riri!'' Vara membuka mata menangis sejadi-jadinya..


Dan memaksa para dokter menyuntikan obat penenang kepada Vara..


..


''orang tua Vara?''tanya dokter.


''SAYA!''Khalid dan Rizal serentak menjawab..


''ah dia dok..''sebut Rizal..


''tidak,, kami berdua..''jawab Khalid.


''Baik mari ikut saya..'' Dokter agak heran..


..


''Jadi begini..pasien Vara terlalu terkejut karna kecelakaan tersebut,, akan ada kemungkinan mental Vara terganggu,, jadi saya sarankan.. Vara langsung di bawa ke psikiater untuk mendapatkan penangan yang tepat,, karna sudah dipastikan tidak ada luka di tubuh pasien Vara.. Namun tadi saat ia terbangun,, ia menyebut nama 'Riri' dan menangis sejadi-jadinya..


Apakah ia kenal dengan orang yang telah ia tabrak?''tanya Dokter



''ya,,''jawab Khalid


''mentalnya tidak kuat menerima kenyataan ia telah menabrak Riri,, jadi mungkin Vara butuh seorang Psikiater'' jelas Dokter.


''baik Dok,, saya faham.. Terima kasih atas segalanya''Khalid menjabat tangan Dokter dan berpamitan..



''Dok bagaimana dengan Riri?''tanya Rizal.


''ah Riri? Apa pasien yang di UGD yang di tabrak Vara?''tanya Dokter.


''ya!'' jawab Rizal.


''Bapak ayahnya ya..ia mengalami pendarahan di otak yang bisa dikatakan cukup berbahaya.. Jadi kami hendak melakukan oprasi,, barusan saya akan bertanya keluar siapa wali korban,, ternyata bapak ayahnya.. Apa kami di perbolehkan melakukan tindakan?''jelas dan tanya Dokter.


Rizal terduduk.. Ia tak menyangka akan seserius itu luka yang diderita Riri,, bukan hanya luka batin sekarang luka diraga pun di dapatnya..


''Lakukan yang terbaik Dok!''pinta Khalid.


''Baik!''jawab Dokter..


.


.


.


.


Oprasi dilakukan dan memakan banyak waktu.. Gilang tidak bergerak sedikitpun dari posisinya sejak tadi.. Hingga seorang perawat menyuruhnya untuk pulang karna melihat Gilang menggunakn seragam sekolah..


Gilangpun pergi dengan sesal yang mendalam.._


.


.


.


Oprasi masih dilakukan hingga beberapa jam dan hasilnya..._



Jika bunga mudah gugur itu tanda pohon kurang subur.. Jika takdir memakan racun jamur tanda raga tak memperpanjang umur..




T♡ B€ ©♡/\/£!/\/U€ |)..