My True Love Is Hot Daddy

My True Love Is Hot Daddy
mulai berani



...Happy reading guys......


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam akhir nya mobil yang di naiki oleh alvaro itu sampai di kediaman nya, ia pun memakir kan mobil nya sebelum turun.


“selamat siang tuan” ucap sang pelayan menyambut kepulangan tuan nya


“apa aidan sudah pulang?” tanya alvaro dengan ekspresi seperti biasa yaitu datar, ia memastikan lagi apakah benar sang anak sudah pulang kerumah.


“tuan muda kecil sudah pulang tuan, sekarang berada di kamar nya bersama nona dyra tuan.” jawab pelayan itu, ia pun menyerah kan tas kerja nya kepada pelayan itu sebelum beranjak pergi ke kamar sang putra.


“kapan kamu pulang al?” tanya lilis saat melihat kehadiran anak nya itu


“baru saja ma” ucap alvaro ketika melihat sang ibu sedang berada di ruang tengah sambil menonton tv


“ini mau lihat aidan dulu di kamar nya” sambung alvaro setelah menyalimi ibu nya itu


“lihat aidan atau calon mommy nya” goda lilis


“apasih ma, ya jelas lah lihat aidan” ucap alvaro yang langsung bergegas pergi ke kamar sang putra tanpa memperdulikan kekehan sang ibu itu


Setelah sampai di depan kamar sang putra alvaro pun dengan hati – hati membuka knop pintu kamar tersebut.


Setelah pintu kamar tersebut terbuka alvaro pun melihat dyra dan sang putra sudah tertidur pulas dengan posisi aidan tidur di kasur dengan kepala berada di paha dyra sedangkan dyra tubuh nya bersandar di kepala ranjang.


‘pasti tubuh nya sakit tidur dengan posisi seperti itu’ batin alvaro. Dengan hati – hati dia pun memindah kan tubuh sang anak agar tidur dengan posisi yang benar yaitu tidur beralaskan bantal di kepala nya.


Kemudian lanjut dengan membaringkan tubuh dyra di atas kasur dengan sangat hati – hati agar wanita di depan nya itu tidak terbangun, terakhir ia menyelimuti mereka.


...........


Dyra menggeliat sebentar sebelum akhir nya ia membuka mata nya dan menatap sekeliling yang terasa sangat asing di mata nya itu. Ah! Sekarang ia baru saja ingat kalo dia sekarang berada di kamar aidan.


Karena mata nya yang masih terasa sangat berat akibat kemarin malam ia begadang sampai subuh untuk menyelesaikan pekerjaan yang sempat ia tunda, itu pun tidur nya cuma dua jam.


ia pun berniat ingin melanjut kan tidur nya kembali, baru saja ia menutup mata nya tiba - tiba otak nya mengingat kan sesuatu bahwa sore ini ia harus bertemu dengan klien penting.


"Astaga! Kenapa aku bisa lupa?" Gumam dyra dengan nada pelan. Ia pun langsung segera turun dari tempat tidur itu dengan sangat hati - hati agar tidak mengganggu bocah laki - laki yang sedang tidur di samping nya itu.


Tapi sebelum keluar dari kamar aidan, ia terlebih dahulu merapikan pakaian dan rambut nya yang sempat terlihat berantakan seusai bangun tidur. Beruntung nya tidak ada bekas air liur membentuk pulau yang menghiasi wajah cantik nya itu.


Setelah selesai tacap - tacap akhir nya dyra pun keluar dari kamar tersebut.


Ia pun telah keluar dari kamar aidan tidak lupa juga ia menutup kembali pintu tersebut.


"Aduh!" Pekik dyra ketika ia berbalik dan menabrak sesuatu yang keras, padahal seingat nya tadi tidak ada apa - apa di belakang nya.


Karena penasaran ia pun mendongak kan kepala nya untuk melihat benda yang berada di belakang nya itu.


"Alvaro!" Gumam dyra ketika sadar bahwa yang ia tabrak tadi bukan lah sebuah benda melainkan tubuh kekar nan atletis nya seorang alvaro.


"Kamu mau kemana?" Tanya alvaro sambil menunduk kan kepala nya kebawah untuk menatap wajah wanita yang memiliki tinggi tidak sampai sebahu nya itu.


"Seharus nya kalo berada di belakang ku pake suara kek, bukan main tiba - tiba muncul kaya hantu" gerutu dyra sambil mengelus hidup nya yang sakit, ia bahkan mengabaikan pertanyaan alvaro.


"Iya Maaf!" ucap alvaro sambil terkekeh karena merasa lucu melihat sikap dyra yang membuat nya sangat gemas itu


Melihat reaksi alvaro yang terkekeh seperti itu membuat gadis cantik berusia dua puluh lima tahun itu berdecak heran, menurut nya apakah ucapan nya barusan ada yang lucu? Sehingga membuat laki - laki di depan nya itu sampai tertawa?.


"Kamu belum menjawab pertanyaan ku dyra bianca asyifa!" Ucap alvaro dengan menyebut nama lengkap dyra setelah ia menghentikan tawa nya itu


"Yang mana?" Tanya dyra bingung pasal nya ia tadi tidak fokus mendengarkan ucapan dari alvaro itu karena sibuk dengan hidung nya yang sakit akibat tidak sengaja menabrak tubuh alvaro


"Kamu mau kemana?" Tanya alvaro lagi mengulang kalimat yang tadi ia ucap kan


"Aku harus kembali ke kantor karena ada meeting dengan klien penting" jawab dyra


"Ayo!" Ajak alvaro yang langsung menarik tangan dyra


"Kemana?" Tanya dyra


"Mengantar mu" jawab alvaro santai


"Tidak perlu! Aku membawa mobil sendiri" tolak dyra namun sia - sia saja karena alvaro seperti menulikan telinga nya sambil terus menarik tangan dyra agar mengikuti nya.


**Bersambung...


note : jangan lupa tinggalkan jejak kalian


terimakasih**