My True Love Is Hot Daddy

My True Love Is Hot Daddy
pernyataan cinta 2



...Happy reading .....🤗...


tak berselang lama mereka pun sampai di sebuah restoran bergaya clasik namun terlihat mewah.


"nona dyra silahkan, tuan sudah menunggu anda" ucap hans sopan ia adalah asissten edward yang sedari tadi menunggu kedatangan dyra


dyra dan yang lain nya pun mengikuti hans yang sedang mengarahkan mereka ke tempat dimana pemimpin sanjaya itu berada.


"silahkan duduk nona dyra" ucap hans sambil mempersilah kan dyra duduk ketika mereka sampai di salah satu meja yang telah di hias seindah mungkin, jika wanita lain yang berada di posisi nya maka wanita itu akan mengira ini sangat romantis tapi beda hal nya dengan dyra, ia akan menganggap itu biasa saja.


"dimana tuan sanjaya?" tanya dyra ketika melihat meja itu kosong tidak ada tanda - tanda keberadaan laki - laki yang selama ini ia hindari itu.


"mungkin tuan sedang ke toilet, mohon tunggu sebentar nona" ucap hans sopan


"maaf tuan hans, nona kami tidak suka menunggu" imbuh leo yang menekankan bahwa bos nya ini tidak menyukai orang yang menghabiskan waktu nya tanpa alasan yang jelas.


baru saja hans hendak membuka mulut nya tapi dihentikan ketika ada suatu suara yang tidak asing ditelinga nya sedang bersuara dengan menggunakan mikrofon, siapa lagi kalau bukan edward.


"dyra!" panggil edward dengan menggunakan alat pengeras suara ketika laki - laki itu sudah berada di atas panggung.


sontak membuat dyra, leo, lisa ataupun hans langsung menoleh ke tempat asal suara itu berada, dyra mengenyit kan alis nya ketika melihat laki - laki yang selama ini ia hindari itu kini berdiri di atas panggung entah apa yang ia lakukan di sana.


'apa lagi yang akan ia lakukan kali ini' gumam dyra dalam hati nya, setiap pertemuan nya dengan pemimpin sanjaya itu tidak akan pernah berjalan lancar Pasti ada saja yang dia lakukan untuk menarik perhatian dirinya, bukan nya merasa senang atau tersipu tapi sebalik nya justru hal itu lah yang membuat dirinya risih.


"dyra! ini khusus buat mu" ucap edward setelah mengucapkan itu tiba - tiba musik pun berbunyi


"nona" ucap lisa yang merasa bos nya ini tidak nyaman


"apa sebaik nya anda pergi saja nona jika anda merasa tidak nyaman biar saya atau lisa yang akan bertemu dengan tuan sanjaya" bisik nya


"iya nona, benar apa yang dikatakan pak leo" imbuh lisa


"kita tunggu saja dulu sebentar dan lihat apa yang kali ini ia akan lakukan" ucap dyra sambil melipat kedua tangan nya didada dengan tatapan yang menyeramkan, leo dan lisa yang berada disamping nya saja merasa merinding melihat tatapan bos nya itu seolah ingin menguliti hidup - hidup pada seseorang yang mengganggu nya bukan hanya mereka berdua saja yang merasa begitu hans si assisten edward juga merasa demikian


'gila! bulu kudu ku berdiri semua, seperti nya kali ini hasil nya juga sama deh' batin hans ketika melirik dyra sekilas


......Kau .........


...Diam-diam aku jatuh cinta kepadamu...


...'Ku ......


...Bosan sudah 'ku menyimpan rasa kepadamu...


...Tapi tak mampu ku berkata di depanmu...


...Aku tak mudah mencintai tak mudah bilang cinta...


... ...


edward menyanyikan lagu Devano mahendra yang berjudul 'menyimpan rasa'


...Tapi mengapa kini denganmu aku jatuh cinta...


...Tuhan tolong dengarkanku beri aku dia...


...Tapi jika belum jodoh aku bisa apa...


...'Ku ......


...Bosan sudah 'ku menyimpan rasa kepadamu...


...Aku tak mudah mencintai tak mudah bilang cinta...


...Tapi mengapa kini denganmu aku jatuh cinta...


...Tuhan tolong dengarkanku beri aku dia...


...Tapi jika belum jodoh aku bisa apa...


...Tak bisa kupaksakan dirimu...


...'Tuk jadi kekasihku bila tak jodohku...


...Aku tak mudah mencintai...


... ...


...Tapi mengapa denganmu aku jatuh cinta...


...Aku tak mudah mencintai tak mudah bilang cinta...


...Tapi mengapa kini denganmu aku jatuh cinta...


...Tuhan tolong dengarkanku beri aku dia...


...Tapi jika belum jodoh aku bisa apa...


'lumayan' batin dyra ketika lagu berakhir, untung nya restoran tersebut sepi karena sudah di reservasi oleh edward


"dyra! untuk kesekian kali nya dengan pertanyaan yang sama seperti sebelum nya apakah kamu mau menikah dengan ku dan menjadi ibu dari anak - anakku" ucap edward sambil berlutut di depan dyra dengan memperlihatkan cincin berlian dengan harga yang fantastis itu yang sengaja ia pesan khusus untuk ia pasangkan di jari manis wanita yang ia cintai dari dulu itu yaitu dyra, setelah sebelum nya ia telah turun dari atas panggung.


romantis? tentu, itu menurut wanita lain diluar sana tapi tidak! dengan nya


"tuan edward sanjaya pemimpin dari perusahaan sanjayaGrup rela membuang waktu yang berharga demi menyiapkan sesuatu seperti ini hanya untuk seseorang" ucap dyra


"demi kamu, aku rela melakukan apapun itu" jawab edward


"apakah kamu mau menerimaku kali ini?" sambung nya dengan tatapan penuh harap


dyra menghela nafas nya sebelum membuka suara nya kembali


"jawaban saya sama seperti sebelum - sebelum nya"


Bersambung.....


jangan lupa tinggalkan jejak kalian dan tambahkan sebagai novel favorite ♡ jika kalian menyukai novel ini agar kalian tidak ketinggalan dengan episode - episode selanjut nya.


oh ya! likee nya ya hihihiii!!!


see you :)


Terimakasih.