
asissten leo mana bun?” tanya dyra pada sang bunda ketika ia sudah berada di ruang tamu namun tidak melihat keberadaan sang asissten.
“baru saja pulang” ucap bunda sambil menuangkan teh ke dalam gelas.
“nih, dia Cuma mau memberikan ini kata nya berkas untuk meeting besok” sambung bunda sambil memberikan sebuah map yang berisi berkas – berkas penting.
“apa aidan sudah tidur?” tanya bunda saat ia sudah berdiri berhadapan dengan putri sulung nya itu
“sudah bun, baru saja” jawab dyra ketika sudah menerima map yang di berikan oleh bunda nya itu.
“bagaimana keadaan perusahaan? Apa ada masalah?” tanya sang kepala keluarga sambil meminum teh yang telah di tuangkan oleh sang istri.
“semua baik – baik aja yah” jawab dyra ketika ia sudah duduk di sofa.
“ayah dengar dari leo kata nya akhir – akhir ini banyak para investor baik dari dalam ataupun luar negri ingin bekerja sama dengan perusahaan kita?” ucap wibawa sambil meletakkan gelas yang berisi teh tadi di atas meja.
“aduh, tolonglah sehari saja kalian tidak usah membicarakan soal pekerjaan saat kita sedang berkumpul bersama” imbuh bunda yang merasa kesal karna baik suami ataupun anak nya itu selalu saja membicarakan tentang urusan kantor saat mereka sedang berkumpul.
Dyra yang mendengar omelan sang bunda itu pun hanya bisa tertawa kecil sebelum ia kembali menjawab pertanyaan dari ayah nya itu.
“iya yah, walaupun banyak para invenstor sudah mengirim proposal dari perusahaan mereka masing – masing tapi dyra masih harus memeriksa dan mempertimbangkan nya sebelum menyetujui kerja sama antara perusahaan kita dangan perusahaan mereka.” Jelas dyra
“dan juga lusa mungkin dyra akan pergi ke singapura” sambung dyra
“singapura?” tanya sang bunda yang sedikit terkejut ketika mendengar penuturan dari putri sulung nya tersebut
“apa ada masalah dengan bisnis kita di sana?” timpal wibawa
“seperti nya begitu yah, maka nya dyra harus kesana untuk memastikan dan memantau nya secara langsung” ucap dyra
“jika kamu lelah istirahat saja nak jangan terlalu memaksakan diri” ucap bunda khawatir sambil menatap putri sulung nya itu dengan tatapan sendu, bagaimana tidak? ia selalu merasa kasihan pada putri sulung nya itu yang setiap hari selalu pulang larut malam dan belum lagi ia harus berurusan dengan para pesaing bisnis nya.
“iya nak bunda kamu benar jika kamu sudah capek dengan urusan perusahaan biar nanti ayah yang suruh orang kepercayaan ayah untuk menghandle perusahaan, bagi ayah kesehatan anak ayah lah yang terpenting” sambung wibawa yang tak kalah khawatir
“siap boss!” ucap dyra dengan tangan yang membentuk seperti tanda hormat.
•
•
•
•
•
dirumah sakit
“siang dokter risa” sapa para perawat wanita itu saat mereka tanpa sengaja berpapasan dengan clarissa
“siang” jawab clarissa ramah seraya tersenyum
“mas!” panggil clarissa saat ia sudah masuk ke ruangan rio
“sayang, kapan kamu datang?” tanya rio terkejut saat melihat clarissa yang tiba – tiba sudah berada di depan nya itu karena ia terlalu fokus dengan pekerjaan nya tanpa menyadari ke datangan sang istri
“sudah dari tadi, kamu nya aja yang terlalu fokus” ucap clarissa dengan sedikit kesal
“iya, maaf – maaf” ucap rio yang langsung duduk di samping sang istri
Tok…tok…tok
“masuk” ucap rio saat mendengar ada suara pintu ruangan nya di ketuk
“maaf dok, ini pesanan dokter” ucap seorang perawat sambil memberikan makanan yang sebelum nya telah di pesan oleh rio
“oh ya, makasih ya” ucap rio
“kalo begitu saya permisi dulu dokter rio, dokter risa” pamit nya sambil menutup kembali pintu
“apa itu mas?” tanya clarissa yang penasaran dengan makanan yang suami nya pesan itu
Rio tidak segera menjawab pertanyaan dari sang istri, ia pun kembali duduk di samping sang istri sambil membuka bungkusan yang berisi makanan itu.
“ini sushi kesukaan mu” jawab rio ketika ia telah membuka makanan yang berisi sushi tersebut.
Ketika ia hendak menyuapi sang istri tiba – tiba saja clarissa berlari ke toilet yang ada di ruangan rio itu
Hoekks…hoekss
“sayang kamu kenapa? Sakit?” tanya rio panik saat melihat istri nya muntah – muntah di tambah dengan wajah nya yang pucat
‘kenapa aku mual – mual begini? perasaan aku tadi baik – baik aja deh’ gumam clarissa dengan tubuh yang lemas
Karena tidak mendapat respon dari sang istri Rio pun segera menggendong tubuh clarissa yang terlihat mulai lemas itu dan membawa nya ke sofa untuk di rebahkan
“sayang, minum air putih ini dulu ya” ucap rio sambil memberikan segelas air minum yang telah ia tuang tadi
Clarissa pun mengangguk dan meminum air yang telah di berikan suami nya itu
‘tunggu! sudah 2 minggu ini aku terlambat datang bulan, apa jangan – jangan aku hamil?’ gumam nya
Bersambung.....
Note : jangan lupa tinggalkan jejak kalian makasih.
maaf jika ada salah kata mohon maklum masih pemula 🙏
terimakasi