
...Happy reading...🤗...
matahari sudah mulai terlihat terbenam menandakan jam pulang kantor telah tiba. sedikit demi sedikit orang - orang mulai meninggalkan kantor untuk pulang ke rumah nya masing - masing, ada yang ingin berjumpa dengan keluarga nya ataupun hanya untuk melepas penat setelah seharian bekerja.
begitupun laki - laki yang berusia 32 tahun ini, ia juga bersiap - siap untuk pulang kerumah. saat di jalan menuju kediaman nya, ia menyempat kan diri nya agar singgah di sebuah toko roti langganan nya untuk membelikan cemilan favorite anak kesayangan nya itu.
setelah dapat apa yang ia cari ia pun memutuskan pulang kerumah nya. sepanjang perjalanan sudah mulai terbayang di pikiran nya betapa senang nya wajah bocah 5 tahun itu saat ia membawakan cemilan favorite nya, pasti sangat lucu pikir nya.
saat mobil yang ia naiki sudah sampai di kediaman nya ia pun segera masuk ke dalam rumah nya sambil membawa bintingan plastik yang ia beli tadi.
"bi!" panggil laki - laki itu pada asissten rumah tangga nya yang bernama bi ningsih saat melihat bi ningsih sedang menyapu di teras rumah
"iya den" jawab bi ningsih
"aidan mana bi?" tanya laki - laki itu yang tak lain dan tak bukan adalah alvaro
"tuan muda dan nyonya besar sedang
ke luar den, mungkin sebentar lagi pulang" jawab bi ningsih dengan jelas
"keluar? kemana bi?" tanya alvaro lagi
"kata nya nyonya besar ke taman den yang dekat komplek" jawab bi ningsih
"oh ya udah, ini bi tolong taro di kulkas dulu ya! saya mau mandi dulu" ucap alvaro sambil membelikan bintingan plastik itu kepada bi ningsih
"baik den" jawab bi ningsih sambil mengambil bintingan plastik yang di sodorkan oleh majikan nya itu
alvaro pun bergegas pergi ke kamar nya untuk mandi membersihkan tubuh nya yang lengket usai seharian bekerja di kantor.
beberapa menit kemudian ia keluar dari kamar nya dan menuruni tangga dengan pakaian casual nya di tambah wajah nya yang fressh habis seusai mandi tadi, bertepatan dengan itu putra dan mama nya pulang dari jalan - jalan sore mereka di taman.
"daddy!" teriak aidan saat melihat daddy nya sedang berdiri di depan pintu masuk, bocah itu pun berlari menghampiri sang daddy.
"haii boy!" ucap alvaro saat ia sudah menangkap tubuh mungil putra nya itu
"al kapan kamu pulang nak?" tanya lilis saat ia sudah berdiri di depan dua laki - laki jagoan nya itu
"beberapa menit yang lalu ma" jawab alvaro setelah menyalami sang mama
"oh, ya sudah mama masuk duluan ya mau mandi gerah" pamit lilis sebelum pergi
"iya ma" jawab alvaro, ketika melihat mama nya pergi kini ia beralih menatap putra nya itu
"daddy ada sesuatu buat jagoan daddy" ucap alvaro saat ia sudah melepaskan pelukan dengan anak nya itu
"mana daddy?" tanya aidan dengan senang nya
"ada di dalam, yuk masuk" ucap alvaro sambil berjalan masuk kedalam rumah dengan menggandeng tangan putra nya itu.
"donat!" ucap aidan senang saat bi ningsih membawakan bingkisan yang di bawa alvaro tadi
"makasih daddy" sambung aidan memeluk erat daddy nya
"sama - sama jagoan daddy"
mereka pun menikmati cemilan tersebut...
sekarang jam sudah menunjukkan pukul 9 malam waktu nya untuk aidan tidur.
"jagoan ayah kenapa kok dari tadi cemberut?" tanya alvaro saat dirinya berada di kamar putra nya itu. sejak makan malam tadi alvaro melihat wajah sang putra terlihat begitu murung tidak seperti biasa nya padahal baru tadi sore senyuman polos terlukis di bibir mungil milik sang putra.
"cerita sama daddy, ada apa?" sambung alvaro karena tidak ada respon yang keluar dari mulut putra nya itu.
deg
entah kenapa setiap diri nya menendengar nama dyra jantung nya selalu berdegup kencang batin nya.
alvaro pun terdiam sesaat sebelum kembali berucap.
"bagaimana kalo kita telpon mommy dyra?" tawar alvaro yang langsung dianggkukan oleh putra nya itu ia pun mengambil ponsel nya dan mulai menghubungi dyra dengan panggilan vidio call sampai panggilan itu diangkat oleh wanita yang dianggap mommy oleh putra nya itu.
alvaro yang duduk di sebelah putra nya pun tersenyum melihat interaksi kedua nya persis seperti ibu dan anak ia berpikir andai saja milla masih berada bersama mereka pasti saat ini hidup nya lengkap.
●
●
●
●
●
"apa malam ini jadwal saya leo?" tanya dyra saat ia sudah berada di lift kantor nya
"tidak ada nona" jawab leo
"malam ini saya mau pergi ke reuni SMA di restoran xxx kamu yang menyetir" ucap dyra karena dia malas untuk menyetir
"baik nona" jawab leo tanpa membantah
tidak terasa jam berlalu dengan cepat nya, ia pun pergi bersama leo sebagai supir ke tempat di mana reuni tersebut diadakan. butuh waktu 2 jam untuk kesana lantaran macet.
"hallo mel! gue sudah sampai, lo dimana" ucap dyra pada si penelepon yang bernam mellisa
"dyra!" teriak seseorang dari salah satu meja saat melihat dyra
"dyra! disini" sambung nya lagi, ya! ia adalah melisa, dyra pun menghampiri meja tersebut
"sorry gue telat" ucap dyra ketika ia sudah berada di meja tersebut
"gak papa kok santai aja, kita juga baru sampai" ucap melisa
"siapa wanita cantik ini mel?" ucap salah satu perempuan
"perasaan dikelas kita gak ada wanita secantik ini deh" imbuh yang lain nya
" iya, enggak mungkin ingatan gue lupa wanita secantik dia" ucap seorang laki - laki
"masa kalian lupa sama dia" ucap melisa sambil terkekeh kecil melihat ekspresi teman - teman nya
"dia itu dyra bianca asyifa" sambung nya
**Bersambung.....
Note : jangan lupa tinggalkan jejak kalian makasih.
oh ya tekan tanda Love ♡ nya ya
maaf jika ada salah kata mohon maklum masih pemula 🙏
terimakasih**.