My Sister, I Love You

My Sister, I Love You
Meninggalkanmu



Happy Reading 😊


Alven membanting tubuhnya disamping Ara yang masih terlihat bekas air mata di kedua sudut matanya.


Hilang sudah sesuatu yang berharga pada dirinya, diambil tanpa paksaan oleh pria yang sangat dicintainya.


Sedih, senang semuanya campur aduk.


Senang karena dia berhasil menyelamatkan Alven dari pengaruh obat itu yang dosis nya lumayan membuatnya tersiksa. Dan dia telah menyerah kan kesuciannya pada pria yang dia cintai.


Sedih karena dia tidak mendapat kan cinta selayaknya pria kepada wanitanya. Alven hanya menyayangi Ara sebagai adiknya saja.


Wanita itu menarik selimut hingga atas dadanya, dia melirik Alven yang sudah terlelap disampingnya dengan memunggungi badan.


Alven, aku tidak tahu bagaimana caranya mengungkapkan perasaan ini padamu, waktu saat aku ingin menyerah, keadaan menjadi seperti ini. Mungkin aku akan menjauh darimu suatu saat nanti. Batin Ara.


Sedangkan disisi Alven, dia sebenarnya belum tidur, pria itu merutuki kebodohan nya yang telah mengambil kesucian adiknya sendiri.


Berkali-kali dia mengumpat dalam hati, tidak menyangka bahwa Ara masih perawan.


Lalu apa yang akan dia lakukan setelah ini, masih cukupkah dia punya muka di hadapan sang Daddy apabila Steven tahu kalau putra pertamanya telah menodai adiknya sendiri.


Cinta, ya Alven masih sangat mencintai Ara, bahkan perasaan itu kini semakin dalam ketika dia melakukan hubungan itu.


Kenapa harus Ara? Kenapa dia tidak tidur bersama wanita tadi yang dimana telah menawarkan tubuhnya.


Tidak, Alven tidak mau tidur dengan wanita lain selain orang yang dicintainya. Yang ada dalam pikiran Alven saat itu hanya Ara.


Dan Ara yang membantunya karena dia tidak ingin kakaknya mati sia-sia karena kesakitan yang diakibatkan obat itu.


Tapi mungkin mulai saat ini dia tidak berani menatap Ara lagi.


Maafkan aku Ara, aku sangat mencintaimu, karena ke egoisanku semua berakhir seperti ini.


Dan malam itu Alven tertidur karena sudah sangat kelelahan.


Keesokan harinya ...


Ara terbangun karena sinar mentari datang menyinari celah gorden kamar.


Dia menggeliat sambil membuka matanya. Ara meraba ranjang sebelahnya, dimana Alven semalam tidur.


"Kosong, kemana Alven?" gumam Ara sambil melihat tempat itu.


Ara berusaha bangun dan merasakan seluruh badannya sakit semua. Alven banyak meninggalkan jejak ditubuhnya.


Tapi rasa sakit itu tidaklah seberapa dibanding rasa sakit hatinya yang seakan dicampakan oleh Alven.


Ara memijakan kakinya kelantai, dia melihat di nakas ada sebuah surat dan obat anti hamil.


Minumlah obat itu sesudah sarapan, aku langsung pergi menuju kantor karena ada meeting dengan klien penting. Segeralah pulang dan istirahat. Oh ya, jangan menungguku pulang karena aku akan pergi ke Birmingham untuk waktu beberapa hari. Aku juga sudah meminta Asisten rumah tangga untuk menyiapkan segala kebutuhanmu. Alven.


Ara meremas surat itu, lalu dia mengambil obat anti hamil itu dan menggenggamnya.


"Alven, aku sudah tahu apa yang ada dihatimu, sebaiknya aku segera pergi dari sisimu" gumam Ara.


Setelah itu dia masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri.


****


Ara masuk kedalam apartemen, dia langsung menuju kamarnya. Ara sudah bertekad untuk pergi hari ini.


Dia mengambil koper dan membuka lemari pakaian. Ara tidak ingin tinggal bersama Alven lagi.


Setelah memasukan semua pakaian dan barang-barangnya Ara langsung keluar dari apartemen.


Alven sedang berada diperusahaannya. Dia memanggil sekretaris nya dan meminta untuk menyelidiki tentang wanita yang bernama Hillary, wanita yang dia temui pada saat diclub karena undangan dari koleganya.


"Siapa sebenarnya dalang dibalik semua ini? Aku yakin bahwa Hillary juga sebenarnya korban" ucap Alven.


"Serahkan pada saya tuan, dalam waktu 3 hari semuanya akan beres" jawab sekretaris Alven.


"Hemm, aku tunggu kabar darimu Mel" jawab Alven.


Setelah itu wanita bernama Melissa itu keluar dari ruangan Alven.


"Ara, sedang apa dia? kenapa aku sudah merindukannya, tapi aku belum bisa pulang karena harus segera menyelesaikan permasalahan di Birmingham." guman Alven.


Dia tidak bermaksud untuk menghindari Ara karena memang ada masalah di perusahaan cabang dikota Birmingham.


###


Ara keluar dari taksi dan memandang bangunan yang menjulang tinggi dihadapannya.


"Baiklah Ara, mulai saat ini kamu pindah ke apartemenmu sendiri" ucap Ara.


Kemudian dia menarik kopernya dan masuk ke gedung itu. Ara menyewa apartemen dengan uang yang diberikan oleh Steven sang Daddy.


Tapi dia tidak mengabari siapapun di USA bahwa dia memutuskan untuk tinggal sendiri sekarang.


"Huh, lumayan cukup nyaman apatemen ini, yang paling penting sekarang aku bisa menghindari Alven, aku masih belum ingin bertemu dengannya lagi" gumam Ara.


Seminggu kemudian ...


Alven yang sudah menyelesaikan urusannya di Birmingham langsung bergegas pulang ke apartemen.


Dia tidak sabar untuk segera bertemu dengan Ara. Sudah seminggu ini Alven tidak menghubungi Ara sama sekali.


Alven membawakan hadiah untuk sang adik, dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Ara, kerinduan yang sudah tidak tertahankan dia pendam sendiri.


Saat sudah sampai depan pintu dia langsung membukanya dan berlari ke arah kamar ara.


"Ara, aku membawakan sesuatu untukmu" seru Alven saat membuka pintu kamar.


Kosong, kamar itu sepi tidak ada siapa-siapa didalam sana.


Dia melihat disisi lemari tidak ada koper milik Ara.


Perasaan Alven tidak enak, dia masuk ke dalam kamar Ara dan langsung membuka lemari pakaiannya.


Semua pakaian dan barang-barang Ara tidak ada.


Alven menjadi sangat gelisah, padahal jam sudah menunjukan pukul 10 malam.


Dia mengambil ponsel dan memanggil nomer Ara.


Tuuuuttt ... Tuuutt .... Tuuuutt ....


Tersambung, tapi tidak diangkat.


Alven keluar kamar dan mencari Ara di dapur, diruang Tv dan di sudut manapun. Tetap saja Ara sudah pergi.


"Ara dimana kamu?" seru Alven.


Bersambung ....


Maaf up nya lama ya, mohon bersabar akak reader, gak jamin setiap hari up. Mungkin seminggu 3x🙏🏻🙏🏻😁😁