
Happy Reading 😊
Alven dan Ara sedang berada di sebuah Mall yang ada di kota itu. Padahal sudah di peringatkan oleh sang Mommy karena Ara sedang hamil muda.
Takut kalau terjadi apa-apa dengan keadaan calon cucunya itu. Tapi Ara tetap ngotot ingin pergi ke Mall dengan Alasan sang Baby di perutnya yang menginginkan.
Alasan yang di pakai oleh setiap wanita hamil.
Akhirnya Alven pun menyerah dengan keinginan kekasihnya, dan saat ini mereka sudah berada di sebuah restoran jepang.
"Ayolah sayang, kamu mau makan apa?" Ucap Ara pada Alven.
"Tidak sayang, perutku masih terasa mual, aku tidak mau makan apa-apa dulu" jawab pria itu.
"Tapi aku tidak mau makan kalau kamu juga tidak makan" ucap Ara ngambek.
Alven sebenarnya memang masih merasa lemas karena pagi tadi mengalami morning sick ness, bahkan dia sampai muntah berkali-kali.
Tapi itu tidak membuat Alven merasa susah, bahkan dia begitu menikmati masa ngidam nya itu yang seharusnya dirasakan oleh Ara.
"Hai, Ara!" Seru sebuah suara.
Ara dan Alven menoleh dan melihat dua gadis di hadapannya itu.
"Ana, sashi?" Gumam Ara.
"Kapan kamu kembali dari London Ra?" Tanya
"Aku baru saja kembali, kalian mau makan disini juga?" Tanya Ara dengan senyum yang dipaksakan.
"Ya tentu saja dan siapa pria tampan yang duduk bersama mu itu?" Tanya salah satu gadis itu yang tidak lain bernama Ana.
Ana dan Sashi dulunya adalah sahabat Ara semasa kuliah di kota ini, tapi mereka tiba-tiba menjauhi Ara hanya karena sebuah salah paham.
"Dia adalah ... " Ara belum menyelesaikan jawaban nya tiba-tiba di sela oleh salah satu gadis itu.
"Alven, kamu Alven kan?" Tanya gadis dengan rambut gelombang nya.
Alven memandang gadis itu dengan mengerutkan dahinya.
"Sashi?" Ucap Alven.
"Ya kamu masih mengingat ku kan? Aku Sashi temanmu dulu waktu kita masih di sekolah dasar." Jawab gadis yang bernama Sashi itu.
"Ah, Sashimi tentu saja aku ingat, kamu dulu sering di bully di sekolah dan aku yang selalu menolongmu kan?" Ucap Alven.
Ara hanya diam saja, dia menyimak obrolan kekasih nya itu dalam diam.
"Berarti Ara itu adikmu ya?" Ucap Sashi duduk di samping Alven.
"Hem, ya betul" jawab Alven menatap Ara.
Ada sedikit rasa sakit dihati Ara saat Alven hanya menjawab seperti itu.
Sashi memang mengetahui siapa saja saudara Alven, karena pria itu sering menceritakan tentang saudarinya.
"Aku tidak menyangka Ara, ternyata Alven adalah kakakmu, kenapa dulu kamu tidak pernah bercerita?" Ucap Sashi pada Ara.
"Untuk apa aku bercerita" jawab Ara ketus.
Ana menyaksikan itu dengan senyum sinis.
Ara hanya memuat bola matanya, masih ingat dulu dia disebut sebagai pelakor oleh sebagian mahasiswa karena mereka mengira Ara merebut Lucas yang saat itu menjadi pacar Sashi.
Sehingga menyebabkan Sashi dan Ana yang saat itu adalah sahabat baik, mereka menjadi menjauhi Ara dan ikut mencemooh nya.
Meskipun Ara sudah menjelaskan yang sebenarnya bahwa Lucas lah yang selalu menggoda dan mengejar nya.
Alven yang mendengar nama seorang pria disebut itu menjadi tidak suka. Lucas? Nama yang sangat familiar.
Tapi di mana dia pernah melihat Lucas, Alven lupa.
"Sudah kubilang bahwa aku tidak mengambil lucas darimu Sashi, bahkan aku sudah tidak pernah bertemu dengan nya lagi setelah lulus kuliah" jawab Ara.
"Benarkah? Bukankah kamu yang menginginkan nya? Saat ini aku sudah rela meninggalkan Lucas untuk mu tapi kamu malah pergi ke London" jawab Sashi sinis.
Alven yang mendengar semua itu mengepalkan kedua tangannya, apa hubungan Ara dan pria itu, apakah itu mantan pacar Ara?
Tiba-tiba Alven berdiri dan menarik tangan Ara untuk mengikuti nya.
"Alven, lepaskan tanganku sakit!" Seru Ara kesakitan.
Sedangkan Kedua gadis itu hanya memandang Ara dan Alven yang pergi begitu saja meninggalkan mereka.
"Kamu tertarik terhadap pria itu?" Tanya Ana pada Sashi.
"Alven dulu sering membantu ku saat masih sekolah dasar, dulu aku hanya gadis polos yang sering di bully, bagiku dia itu adalah seorang pahlawan, dan rasa tertarik itu mungkin tidak pernah ada karena dari dulu rasaku pada Alven sudah seperti cinta, ya dia adalah cinta pertama ku" jawab Sashi tersenyum mengingat masa lalunya.
"Berarti kamu harus mau mendekati Ara lagi, karena dia adalah saudara nya Ara bukan?" Ucap Ana.
"Bukankah dulu kita juga sudah dekat dan bersahabat, hanya karena pria bodoh yang bernama Lucas aku jadi ikut menjauhi Ara, padahal sebenarnya aku tahu bahwa mantan pacarku itu yang menyukai Ara, bahkan dia sendiri sudah bilang padaku" jawab Sashi.
"Ya aku juga tahu, tapi aku tidak terima saja karena kamu telah di tikung sama teman sendiri"
"Hah sudahlah, sebaiknya kita minta maaf pada Ara, aku ingin bisa mendekati kakaknya itu" ucap Sashi.
Sedangkan di sebuah parkiran gedung Mall, Alven masih menarik tangan Ara sampai terlihat memerah.
"Alven! Kamu kenapa?" Seru Ara.
Dia berusaha melepaskan tarikan Alven itu.
"Siapa pria yang bernama Lucas itu!!" Alven terlihat mengeras kan rahangnya.
"Bukan siapa-siapa, dia hanya teman kuliah" jawab Ara cuek
"Aku tidak percaya!" Alven terlihat marah.
"Terserah" jawab Ara.
"Lalu apa maksud gadis-gadis itu mengatakan bahwa kamu telah merebut Lucas dari Sashi? Ara siapa saja pria yang pernah ada di hatimu?" Kali ini suara Alven melemah.
Ara melotot kan matanya, tidak menyangka bahwa Alven menanyakan hal itu.
Apa dia menganggap Ara sama dengan yang di katakan kedua mantan sahabat nya tadi.
Bersambung ...
Maaf baru bisa up, jangan lupa follow ig othor dan subscribe channel YouTube othor ya🥰